Pendidikan

Sistem di Masyarakat Menguatkan Karakter Siswa SDN 1 Dangdeur lewat Edukasi Nilai Pancasila

×

Sistem di Masyarakat Menguatkan Karakter Siswa SDN 1 Dangdeur lewat Edukasi Nilai Pancasila

Sebarkan artikel ini
Sistem
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Cikampek
Sistem
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Cikampek

Karawang, Karwanghitz — Empat mahasiswa semester 1 dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Cikampek melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SDN 1 Dangdeur pada Rabu, 22 Oktober 2025. Dengan mengangkat tema “Pancasila sebagai Sistem di Masyarakat, Sekolah, dan Rumah”, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman nilai Pancasila kepada siswa sejak dini sebagai upaya memperkuat etika, karakter, dan perilaku sosial di lingkungan sekolah. Kegiatan ini digelar atas bimbingan dosen pengampu, Silvia Nanda Erito, M.Pd, serta diikuti siswa kelas IV hingga VI dan sejumlah guru pendamping.

Dipimpin oleh Ketua Kelompok, Zamzam Nurhabib, bersama anggota Marini Aufar Shabrina, Aisyah Putri, dan Ikbal Casrodi Maulana, kegiatan ini menghadirkan metode pembelajaran interaktif yang menggabungkan materi edukatif, diskusi, dan permainan bertema Pancasila. Tujuannya agar siswa memahami bahwa nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa Pancasila menjadi dasar dalam bersikap, berperilaku, dan berinteraksi. Nilai itu perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif,” ujar Zamzam dalam sesi pembukaan.

Sistem di Masyarakat dalam Pembelajaran Interaktif dan Bermuatan Edukatif

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai lima sila Pancasila beserta contoh aplikasinya dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Mahasiswa menggunakan pendekatan yang dekat dengan dunia anak-anak, seperti contoh sederhana mengenai pentingnya gotong royong di kelas, menghormati guru, hingga menghargai perbedaan antar teman.

Setelah sesi materi, mahasiswa mengajak siswa mengikuti permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai moral, kerja sama, kepedulian, dan integritas. Melalui games tersebut, siswa diajak mengidentifikasi perilaku positif dan negatif yang kerap mereka jumpai, lalu menautkannya dengan sila-sila Pancasila.

“Saat anak-anak terlibat langsung, mereka lebih mudah memahami makna di balik setiap sila. Kegiatan seperti ini membuat Pancasila terasa nyata dalam kehidupan mereka,” kata Marini Aufar Shabrina.

Guru pendamping menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai metode yang diterapkan mahasiswa sangat relevan untuk memperkaya pembelajaran karakter yang selama ini berjalan di sekolah. Antusiasme siswa tampak dari semangat mereka menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga menunjukkan perilaku kerja sama selama permainan berlangsung.

Sistem di Masyarakat sebagai Kerangka Pembentukan Etika Sosial Siswa

Selain menyampaikan nilai-nilai Pancasila, mahasiswa juga mengajak siswa memahami peran Pancasila sebagai sistem yang mengatur kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Mereka menekankan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman, toleran, dan penuh penghargaan terhadap sesama.

“Pancasila itu bukan hanya konsep dalam buku pelajaran, tetapi menjadi panduan untuk berperilaku baik di mana pun berada—di rumah, sekolah, atau tempat bermain,” ujar Ikbal Casrodi Maulana.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pihak SDN 1 Dangdeur sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan sambutan hangat selama pelaksanaan program. Guru-guru menilai kegiatan tersebut memberi dampak signifikan bagi siswa, terutama dalam memahami etika pergaulan dan pentingnya menghargai perbedaan.

“Kegiatan ini membuka ruang baru bagi siswa untuk belajar tentang karakter, tidak hanya melalui teori, tetapi melalui contoh nyata yang mereka praktikkan selama kegiatan berlangsung,” tutur salah satu guru pendamping.

Sistem di Masyarakat sebagai Bekal Masa Depan Generasi Muda

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini tidak hanya memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga bagi mahasiswa UBSI Cikampek yang terlibat. Mereka memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan siswa, melatih kemampuan komunikasi, serta memahami pentingnya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam kehidupan nyata.

Aisyah Putri menuturkan, “Kami belajar bagaimana menyampaikan materi karakter secara menyenangkan dan mudah dipahami. Ini memberi kami pengalaman penting tentang bagaimana pendidikan karakter harus diajarkan kepada generasi muda.”

Dengan pendekatan yang edukatif dan inspiratif, kegiatan ini menunjukkan komitmen UBSI Cikampek dalam mendukung pendidikan karakter sebagai fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang beretika dan toleran. Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini diyakini mampu membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.

Sebagai bagian dari dunia pendidikan tinggi, UBSI Kampus Karawang terus berperan dalam mencetak generasi muda yang kreatif, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi di tengah perkembangan industri digital serta dinamika sistem sosial masyarakat Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tetap relevan dan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.