Pendidikan

Dasar Sistem Informasi Menguatkan Literasi Digital Pelajar MA Ghoyatul Jihad

×

Dasar Sistem Informasi Menguatkan Literasi Digital Pelajar MA Ghoyatul Jihad

Sebarkan artikel ini
Sistem Informasi
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang
Sistem
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Sosialisasi bertema literasi digital kembali digelar oleh sekelompok mahasiswa UBSI Kampus Karawang sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Pada 31 Oktober 2025, para mahasiswa memberikan pemaparan mengenai Dasar-Dasar Sistem Informasi kepada siswa dan siswi MA Ghoyatul Jihad.

Kegiatan ini diawasi oleh dosen pembimbing Jarkasih, M.Pd., serta melibatkan tujuh mahasiswa, yakni Muhamad Aufaa Yaafi Sulaeman, Ammar Zahran Herlambang, Muhammad Excel Mutaki, Franciskus Mikki, Eka Prasetio, dan M. Rafli Hardiansyah. Program ini bertujuan memperluas pemahaman pelajar mengenai teknologi informasi yang kian menjadi fondasi utama dalam dunia pendidikan maupun industri.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa UBSI memperkenalkan konsep dasar sistem informasi, manfaatnya di era digital, hingga peluang karier di bidang teknologi. Pemaparan diberikan secara runtut dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga para siswa dapat mengikutinya meskipun sebagian masih baru mengenal terminologi teknologi informasi.

Penjelasan Sistem Informasi dalam Bahasa yang Mudah Diakses

Dalam sesi penyampaian materi, para pemateri membahas lima aspek utama: pengertian sistem dan sistem informasi, peran penting sistem informasi dalam kehidupan, contoh penerapan sistem informasi sehari-hari, pengantar perangkat lunak dan basis data, serta gambaran prospek kerja di bidang teknologi informasi.

Mahasiswa UBSI menegaskan bahwa sistem informasi tidak hanya berkaitan dengan komputer, tetapi juga proses pengelolaan data agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. “Kami ingin adik-adik memahami bahwa teknologi bukan sesuatu yang sulit. Justru dengan memahaminya sejak dini, mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” jelas Ammar Zahran Herlambang dalam sesi pemaparan.

Penjelasan tersebut disampaikan dengan pendekatan komunikatif, dilengkapi contoh sederhana seperti penggunaan aplikasi absensi digital, sistem pemesanan makanan, hingga pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi. Penjelasan praktis tersebut membantu pelajar melihat bahwa sistem informasi sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka.

Interaksi Dinamis dalam Pembelajaran Sistem Informasi

Kegiatan sosialisasi tidak berlangsung satu arah. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari cara kerja sistem informasi hingga bagaimana teknologi dapat membantu efisiensi pekerjaan. Interaksi ini menunjukkan ketertarikan pelajar terhadap dunia teknologi.

Mahasiswa UBSI juga menghadirkan demonstrasi menggunakan aplikasi web sederhana untuk menggambarkan bagaimana data diproses dan disajikan dalam sistem informasi. Demonstrasi ini membuat konsep yang sebelumnya abstrak menjadi lebih mudah dipahami.

Tidak hanya itu, sesi kuis singkat diadakan untuk menguji pemahaman peserta. Suasana kelas menjadi lebih hidup ketika beberapa siswa berebut menjawab pertanyaan. Hadiah kecil diberikan bagi peserta yang menjawab dengan benar, sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi belajar.

Guru pendamping dari MA Ghoyatul Jihad turut mengapresiasi metode penyampaian yang dibawakan mahasiswa. “Materi yang dibawakan sangat menarik dan mudah dicerna. Anak-anak terlihat lebih percaya diri bertanya karena pendekatan yang digunakan sangat ramah,” ujar salah satu guru yang hadir pada kegiatan tersebut.

Sistem Informasi sebagai Bekal Masa Depan

Dalam sesi refleksi, para mahasiswa menekankan pentingnya pemahaman sistem informasi sebagai modal awal dalam menghadapi perkembangan teknologi yang cepat. Mereka menegaskan bahwa kemampuan literasi digital bukan hanya diperlukan bagi calon mahasiswa IT, tetapi bagi seluruh generasi muda yang kelak berkecimpung di berbagai bidang.

Menurut Jarkasih, M.Pd., kegiatan seperti ini memiliki dampak signifikan bagi pelajar sekolah. “Memberikan edukasi teknologi sejak dini adalah langkah penting agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga calon inovator yang paham cara kerja teknologi,” ungkapnya di akhir acara.

Pihak MA Ghoyatul Jihad berharap kolaborasi dengan UBSI dapat terus berlanjut dalam bentuk pelatihan maupun pendampingan lanjutan. Mereka melihat kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kapasitas siswa untuk menghadapi perkembangan pendidikan berbasis digital.

Memperkuat Peran Mahasiswa dalam Literasi Teknologi

Sosialisasi Dasar-Dasar Sistem Informasi ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa UBSI Kampus Karawang dalam memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah. Materi yang disampaikan tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu pelajar terhadap dunia teknologi.

Melalui kegiatan yang edukatif dan inspiratif ini, UBSI Kampus Karawang kembali menunjukkan peran pentingnya dalam membentuk generasi muda yang unggul, kreatif, serta siap menjawab tantangan dunia kerja dan industri digital yang terus berkembang.