PendidikanLiterasi Sekolah

Di Ambang Kelulusan, Siswa SMK Jayabeka Dihadapkan Pilihan Kuliah atau Kerja

×

Di Ambang Kelulusan, Siswa SMK Jayabeka Dihadapkan Pilihan Kuliah atau Kerja

Sebarkan artikel ini
Jayabeka

Karawanghitz, Karawang — Menjelang kelulusan, siswa kelas 12 SMK Jayabeka Karawang berada pada fase penentuan yang tidak mudah: memilih langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan. Di tengah tuntutan ekonomi dan persaingan kerja yang semakin ketat, tidak sedikit siswa yang masih bimbang menentukan arah. Situasi ini terlihat dalam sosialisasi kampus yang digelar UBSI Kampus Kabupaten Karawang pada Rabu (22/4).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan terbuka dengan atap peneduh itu diikuti ratusan siswa. Duduk berderet di bawah cuaca yang cukup terik, para siswa menyimak pemaparan sambil sesekali mencatat dan berdiskusi dengan teman di sebelahnya. Suasana berubah lebih hidup ketika sesi tanya jawab dibuka tangan-tangan mulai terangkat, menandakan tingginya rasa ingin tahu sekaligus kebingungan mereka.

Kepala Kampus UBSI Karawang, Mohammad Syamsul Azis, M.Kom., menyoroti realitas yang dihadapi lulusan SMK saat ini. Menurutnya, banyak lulusan sudah memiliki keterampilan dasar, tetapi belum cukup untuk memenuhi tuntutan industri yang terus berkembang.

“Dunia kerja sekarang tidak hanya mencari lulusan yang siap kerja, tapi juga yang mampu berkembang. Ada kebutuhan terhadap kemampuan analisis, adaptasi teknologi, dan pemahaman sistem yang biasanya diperkuat di perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor teknologi dan bisnis digital menjadi salah satu bidang dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat. Program studi seperti Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Informatika, kata dia, memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan tersebut, termasuk peluang karier sebagai software developer, data analyst, hingga spesialis keamanan siber.

“Ini bukan sekadar memilih jurusan, tapi membaca peluang masa depan. Bidang IT saat ini menjadi salah satu yang paling cepat berkembang dan terbuka luas bagi lulusan yang kompeten,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, pertanyaan siswa didominasi isu praktis: apakah lebih baik langsung bekerja, berapa biaya kuliah, hingga peluang mendapatkan beasiswa. Hal ini, menurut Staf Marketing Komunikasi UBSI Karawang, Walim, M.Kom., menunjukkan bahwa akses informasi masih menjadi tantangan bagi calon mahasiswa.

“Kami melihat banyak siswa sebenarnya punya keinginan kuliah, tapi terkendala informasi. Sekarang akses sudah lebih mudah karena berbasis digital, jadi mereka bisa mencari dan mendaftar tanpa harus datang langsung,” ungkapnya.

Salah satu siswa kelas 12 mengaku sebelumnya berencana langsung bekerja setelah lulus untuk membantu orang tua. Namun, setelah mengikuti sosialisasi, ia mulai mempertimbangkan pilihan lain.

“Awalnya saya ingin kerja saja, tapi setelah dijelaskan tadi, saya jadi tahu kalau peluang di bidang IT cukup besar. Jadi kepikiran untuk kuliah dulu supaya punya skill yang lebih kuat,” katanya.

Kegiatan ini berlangsung di tengah periode penerimaan mahasiswa baru yang sedang berjalan, sehingga menjadi momentum penting bagi siswa untuk memperoleh informasi secara langsung. Di tengah perubahan kebutuhan industri, keputusan setelah lulus kini tidak lagi sekadar pilihan pribadi, melainkan langkah strategis yang akan menentukan posisi mereka di dunia kerja ke depan.Top of FormBottom of Form