Karawanghitz, Karawang — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menggelar kegiatan bakti sosial melalui layanan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Karawang, Kabupaten Karawang, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WIB tersebut menjangkau masyarakat Kelurahan Nagasari dan Kelurahan Karangpawitan dengan menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, bantuan alat kesehatan, edukasi, serta fasilitas literasi bagi warga sekitar.
Sebanyak 250 warga tercatat memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 247 peserta mendapatkan pelayanan medis melalui sejumlah fasilitas pemeriksaan, meliputi poli umum, kesehatan ibu dan anak (KIA), kesehatan gigi, serta pemeriksaan mata. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sosial KAI untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sekitar stasiun dan jalur operasional kereta api.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa Rail Clinic dihadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya. Menurutnya, kegiatan tersebut menyasar warga yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Baca juga:
Bupati Aep Terima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI
“Melalui Rail Clinic, kami menyediakan pelayanan kesehatan gratis yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi warga di sekitar Stasiun Karawang,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan catatan pelayanan, poli umum menjadi layanan dengan jumlah pemeriksaan terbanyak, yakni 211 pemeriksaan. Selanjutnya, terdapat 20 layanan kesehatan ibu dan anak, 16 pemeriksaan gigi, serta satu pemeriksaan mata. Selain pemeriksaan tersebut, sebanyak 30 peserta menjalani pemeriksaan laboratorium sederhana dan 227 peserta memperoleh pelayanan farmasi serta obat-obatan.
Pelayanan diberikan sesuai jenis kebutuhan kesehatan masyarakat yang mengikuti kegiatan. Pemeriksaan poli umum melayani kebutuhan kesehatan dasar, sementara layanan KIA ditujukan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan ibu dan anak. Adapun pemeriksaan gigi dan mata melengkapi pilihan layanan yang tersedia bagi para peserta.
Selain pemeriksaan medis, KAI menyalurkan bantuan kesehatan kepada sejumlah kelompok penerima. Sebanyak 30 siswa SDN Nagasari yang membutuhkan alat bantu penglihatan menerima kacamata gratis. Bantuan lainnya diberikan kepada 20 ibu hamil berupa paket makanan tambahan dan 30 anak dalam bentuk paket perawatan gigi atau dental kids.
Franoto menjelaskan bahwa pemberian kacamata kepada siswa dilakukan berdasarkan kebutuhan mereka. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kesehatan penglihatan sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih nyaman. Sementara itu, paket makanan tambahan dan perlengkapan perawatan gigi diberikan sebagai dukungan terhadap kebutuhan kesehatan ibu hamil dan anak.
Rangkaian kegiatan juga mencakup penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan penyakit. Sebanyak 30 peserta menerima edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama terkait kebersihan gigi dan mulut. Selain itu, 50 peserta mengikuti edukasi mengenai pencegahan penyakit menular, termasuk tuberkulosis (TBC), serta penerapan etika batuk dan bersin.
Menurut Franoto, pemanfaatan fasilitas perkeretaapian untuk kegiatan sosial memungkinkan KAI menjangkau masyarakat di sekitar jalur operasional melalui layanan yang tidak terbatas pada transportasi.
“Kereta api bukan hanya digunakan sebagai sarana transportasi. Fasilitas yang dimiliki KAI juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat sosial, termasuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Di samping layanan kesehatan, KAI menghadirkan Rail Library sebagai sarana pendukung pendidikan dan literasi. Sebanyak 30 pengunjung, terutama anak-anak, memanfaatkan koleksi bacaan dan mengikuti kegiatan belajar di dalam kereta. Kehadiran fasilitas tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal buku serta memperoleh pengalaman belajar dalam suasana berbeda.
Baca juga:
Pemkab Karawang Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel
Kegiatan di Stasiun Karawang juga dilengkapi edukasi keselamatan perjalanan kereta api. Masyarakat diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang, berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi atau palang pintu mulai ditutup, serta mendahulukan perjalanan kereta api. Warga juga diminta tidak bermain, berjalan, atau melakukan aktivitas lain di jalur rel karena berisiko membahayakan keselamatan diri dan perjalanan kereta.
“Keselamatan perjalanan kereta api memerlukan kepedulian semua pihak. Kami mengimbau masyarakat menaati aturan di perlintasan sebidang dan tidak menjadikan jalur kereta api sebagai tempat beraktivitas,” ujar Franoto.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama lima jam tersebut, warga di sekitar Stasiun Karawang memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan, bantuan pendukung, serta kegiatan literasi dan edukasi keselamatan. Seluruh rangkaian program dilaksanakan pada 14 September 2026 dengan menyasar masyarakat Kelurahan Nagasari dan Kelurahan Karangpawitan.












