
Karawang, Karawanghitz — Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) tengah merancang pembangunan arena pacuan kuda bertaraf internasional di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Proyek ambisius ini dipimpin oleh Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Djodjohadikusumo, dengan tujuan utama meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga berkuda di Indonesia serta mempersiapkan atlet-atlet nasional untuk bersaing di kancah internasional.
Dewan Pembina PP Pordasi, Engel Glendy Sahanggamu, yang juga merupakan pemilik PT Equinara Global Prima, menjelaskan bahwa proses pembangunan arena pacuan kuda internasional masih dalam tahap perencanaan dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Engel menekankan bahwa pembangunan ini dilakukan tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui investasi swasta yang diperkirakan mencapai 100 juta USD atau sekitar Rp 1,7 triliun.
“Saat ini kami sedang berupaya menggaet investor yang mau bekerja sama untuk membangun arena kuda pacu internasional. Kami lakukan ini dalam mendukung program Pak Presiden Prabowo di bidang olahraga berkuda,” ujar Engel dalam keterangan persnya.
Engel menambahkan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan calon investor dari Uni Emirat Arab dan Singapura untuk mendukung pembangunan arena tersebut. Ia berharap kehadiran fasilitas ini dapat meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga berkuda, baik dalam cabang pacuan maupun equestrian, serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
Komitmen Pemerintah dan Tokoh Berkuda Nasional
Presiden Prabowo Subianto, yang dikenal sebagai penggemar olahraga berkuda, telah menunjukkan komitmennya dalam memajukan cabang olahraga ini di Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian bantuan 28 ekor kuda terbaik dunia kepada PP Pordasi, yang nantinya akan disebar ke seluruh peternak di Indonesia untuk meningkatkan kualitas kuda-kuda pacuan nasional.
Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Djodjohadikusumo, menyampaikan bahwa pembangunan arena pacuan kuda internasional ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempersiapkan atlet-atlet berkuda Indonesia menghadapi berbagai ajang internasional, termasuk SEA Games 2025 di Thailand, Asian Games 2026 di Jepang, SEA Games 2027 di Malaysia, dan Olimpiade 2028 di Los Angeles.
“Kami memiliki misi agar atlet Indonesia dari cabang olahraga berkuda bisa masuk dan berlaga di Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang,” kata Aryo dalam konferensi pers penyelenggaraan Munaslub PP Pordasi. Untuk mewujudkan misi tersebut, PP Pordasi akan melakukan sejumlah langkah strategis dalam empat tahun ke depan, termasuk pembangunan infrastruktur dan venue olahraga berkuda yang berstandar internasional.
Pulomas Siap Jadi Pusat Berkuda Terpadu
Jakarta International Equestrian Park (JIEP) di Pulomas, yang sebelumnya digunakan sebagai venue untuk Asian Games 2018, akan menjadi lokasi pembangunan arena pacuan kuda internasional ini. JIEP memiliki luas lahan sekitar 35 hektar dengan fasilitas lengkap, termasuk tribun utama berkapasitas 1.500 penonton, 156 kandang kuda, penginapan atlet, rumah sakit hewan, dan tempat latihan.
Engel menegaskan bahwa pembangunan arena ini tidak hanya untuk kepentingan olahraga semata, tetapi juga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata olahraga yang terintegrasi, memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. “Kami bekerja all out untuk NKRI alias demi bangsa kita tercinta dan demi mengisi pembangunan sehingga ke depan bermanfaat buat masyarakat Indonesia,” tutup Engel.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, investor swasta, dan komunitas olahraga berkuda, diharapkan pembangunan arena pacuan kuda internasional di Pulomas dapat segera terealisasi dan menjadi tonggak penting dalam perkembangan olahraga berkuda di Indonesia.












