<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Revalina &#8211; Karawang Hitz</title>
	<atom:link href="https://karawanghitz.com/author/revalina-rahma-kurnia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://karawanghitz.com</link>
	<description>Karawang Berbicara</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2026 11:46:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://karawanghitz.com/wp-content/uploads/2024/11/Icon-Karawang-Hitz-80x80.png</url>
	<title>Revalina &#8211; Karawang Hitz</title>
	<link>https://karawanghitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BEM UBSI Karawang Hadiri SEMOT dan Parade Ormawa di Kaliabang</title>
		<link>https://karawanghitz.com/news/bem-ubsi-karawang-hadiri-semot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 11:46:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UBSI]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ormawa]]></category>
		<category><![CDATA[PKKMB]]></category>
		<category><![CDATA[SEMOT UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5669</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Karawang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Karawang</strong> – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas BSI (UBSI) Kampus Karawang turut berpartisipasi dalam Seminar Motivasi (SEMOT) UBSI yang digelar di BSI Convention Center, Kampus Kaliabang, Bekasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBSI yang ditujukan untuk membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan akademik sekaligus kehidupan organisasi di perguruan tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan SEMOT diikuti oleh mahasiswa baru UBSI dan menghadirkan sejumlah agenda yang menggabungkan pembekalan akademik, kegiatan kreatif, serta pengenalan organisasi kemahasiswaan. Dalam kegiatan tersebut, BEM UBSI Karawang tidak hanya berperan dalam mendampingi mahasiswa baru, tetapi juga berinteraksi dengan organisasi mahasiswa dari kampus wilayah lain dan tingkat fakultas.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan diawali di area luar kampus melalui aksi konfigurasi visual atau paper mob. Ribuan mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut dengan membentuk berbagai pola dan tulisan secara teratur sesuai arahan panitia. Aktivitas ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian PKKMB yang melibatkan mahasiswa baru secara langsung dalam kegiatan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan konfigurasi visual kemudian berlangsung bersamaan dengan Parade Ormawa Expo. Berbagai Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan himpunan mahasiswa turut memperkenalkan organisasi masing-masing kepada mahasiswa baru. Selain menampilkan identitas organisasi, parade tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengetahui berbagai pilihan kegiatan yang dapat diikuti selama menjalani perkuliahan.</p>
<p style="text-align: justify;">BEM UBSI Karawang juga mengambil bagian dalam Parade Ormawa Expo dengan membuka stan informasi. Perwakilan BEM memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa mahasiswa baru dan berinteraksi secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru dapat memperoleh gambaran mengenai keberadaan organisasi mahasiswa serta aktivitas yang dapat menjadi bagian dari pengalaman mereka selama berada di lingkungan kampus.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah agenda di area luar selesai, seluruh peserta diarahkan menuju hall utama BSI Convention Center untuk mengikuti rangkaian acara di dalam gedung. Kegiatan kemudian berlanjut pada sesi pembekalan yang disampaikan oleh pimpinan universitas. Materi yang diberikan berfokus pada kehidupan akademik dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dari lingkungan sekolah menuju sistem pembelajaran di perguruan tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembekalan tersebut juga mengarahkan mahasiswa baru untuk memahami bahwa kehidupan perkuliahan membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan pola belajar yang berbeda. Mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab akademik sekaligus mengenal berbagai aktivitas yang tersedia di lingkungan kampus.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar penyampaian materi tidak berlangsung monoton, acara diselingi dengan pertunjukan musik dan berbagai kreasi hiburan mahasiswa. Kehadiran pertunjukan tersebut membuat rangkaian seminar berlangsung lebih dinamis. Peserta tidak hanya menerima materi mengenai kehidupan akademik, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menikmati penampilan kreatif yang ditampilkan dalam acara.</p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki bagian akhir kegiatan, perwakilan Presiden Mahasiswa (Presma) dari BEM UBSI Bogor, BEM UBSI Karawang, Fakultas Teknik dan Informatika (FTI), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tampil bersama di atas panggung untuk menyampaikan amanat kepada mahasiswa baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penyampaiannya, para Presma mengingatkan mahasiswa baru mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan mulai memahami pola belajar, tanggung jawab, serta lingkungan baru yang berbeda dari masa sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain persoalan akademik, mahasiswa baru juga diajak untuk aktif mengikuti kegiatan organisasi dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat. Keterlibatan dalam organisasi dinilai dapat menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman, kemampuan berkomunikasi, serta pola pikir kritis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pesan lainnya berkaitan dengan kepedulian terhadap isu sosial dan politik. Mahasiswa baru diarahkan agar tidak hanya berfokus pada pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga memiliki perhatian terhadap perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga dengan keterlibatan dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan dan sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Para Presma turut menyampaikan pentingnya menjaga persatuan, integritas, dan nama baik almamater selama menjalani kehidupan perkuliahan. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pengenalan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan kampus dan organisasi yang mereka ikuti.</p>
<p style="text-align: justify;">Amanat bersama dari perwakilan BEM tersebut menjadi bagian penutup dari rangkaian SEMOT UBSI di Kampus Kaliabang. Setelah kegiatan berakhir, mahasiswa baru melanjutkan rangkaian PKKMB sebagai tahap awal untuk mengenal kehidupan akademik, lingkungan kampus, serta berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di UBSI.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterlibatan BEM UBSI Karawang dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari interaksi antarkampus dan organisasi mahasiswa UBSI. Melalui agenda yang mempertemukan mahasiswa baru dengan berbagai organisasi, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan kemahasiswaan sebelum memulai aktivitas perkuliahan secara lebih aktif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HIMASI Perkenalkan Organisasi Lewat Karya dan Program Kerja</title>
		<link>https://karawanghitz.com/news/himasi-perkenalkan-organisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 11:37:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[HIMASI]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ormawa]]></category>
		<category><![CDATA[Semot]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5665</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Karawang — Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Karawang</strong> — Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memperkenalkan organisasi kepada mahasiswa baru melalui Ormawa Expo yang menjadi bagian dari rangkaian Seminar Motivasi (Semot) di Kampus UBSI Kaliabang, Bekasi, pada 20 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, HIMASI memperkenalkan berbagai aspek organisasi, mulai dari karya, capaian, program kerja, hingga struktur kepengurusan dan tugas setiap divisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan Ormawa Expo diawali dengan Parade Ormawa yang diikuti oleh berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di lingkungan BSI. Parade tersebut menjadi kesempatan bagi setiap organisasi untuk memperkenalkan identitas dan aktivitasnya secara langsung kepada mahasiswa baru.</p>
<p style="text-align: justify;">HIMASI menjadi salah satu organisasi yang turut berpartisipasi dalam parade sebagai wadah bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. Dalam kegiatan tersebut, para anggota HIMASI tampil bersama organisasi lainnya untuk memperkenalkan keberadaan organisasi kepada mahasiswa baru yang mengikuti rangkaian Semot.</p>
<p style="text-align: justify;">Parade menjadi tahap awal sebelum mahasiswa baru mendapatkan informasi yang lebih lengkap melalui stand masing-masing organisasi. Dengan melihat berbagai ormawa dan UKM dalam satu rangkaian kegiatan, mahasiswa baru dapat mengetahui pilihan kegiatan yang tersedia di lingkungan kampus serta mengenal organisasi yang sesuai dengan bidang maupun ketertarikan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah parade selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke stand organisasi. HIMASI menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan informasi yang lebih terperinci mengenai kegiatan dan hasil kerja yang telah dilakukan selama periode kepengurusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu karya yang ditampilkan HIMASI adalah sebuah website yang dibuat oleh para anggotanya. Karya tersebut diperlihatkan secara langsung kepada mahasiswa baru sebagai contoh hasil kegiatan yang berkaitan dengan bidang teknologi informasi. Melalui website tersebut, mahasiswa baru dapat melihat salah satu bentuk penerapan kemampuan mahasiswa Sistem Informasi dalam menghasilkan sebuah produk digital.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain website, HIMASI turut menampilkan dokumentasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari materi pengenalan agar mahasiswa baru dapat mengetahui aktivitas organisasi secara lebih konkret, termasuk kegiatan yang telah dilakukan dan capaian yang diperoleh selama menjalankan program kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">“Salah satu yang kami tampilkan adalah karya dan kegiatan yang sudah dijalankan. Jadi, mahasiswa baru bisa melihat langsung apa saja yang dilakukan HIMASI, bukan hanya mengetahui nama organisasinya,” ujar salah satu pengurus HIMASI.</p>
<p style="text-align: justify;">Program kerja menjadi bagian lain yang diperkenalkan dalam stand HIMASI. Pengurus menjelaskan sejumlah kegiatan yang telah berjalan serta keterlibatan anggota dalam setiap proses pelaksanaannya. Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas organisasi yang tidak hanya dilakukan melalui pertemuan internal, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan yang membutuhkan persiapan dan koordinasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan program kerja, setiap anggota memiliki peran yang berbeda sesuai dengan divisi masing-masing. Karena itu, mahasiswa baru juga mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana suatu kegiatan dapat dipersiapkan dan dijalankan melalui kerja sama antaranggota.</p>
<p style="text-align: justify;">Interaksi secara langsung di stand memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk bertanya mengenai kegiatan yang pernah dilakukan HIMASI. Pengurus dapat memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman organisasi yang telah dijalani, sehingga mahasiswa baru tidak hanya memperoleh informasi melalui materi yang dipajang, tetapi juga dapat berdiskusi secara langsung dengan anggota HIMASI.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain memperkenalkan kegiatan dan karya, HIMASI menjelaskan struktur organisasi yang terdapat dalam kepengurusan. Setiap divisi memiliki fungsi, tanggung jawab, dan jobdesk yang berbeda dalam mendukung pelaksanaan program kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Penjelasan mengenai pembagian tugas tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai sistem kerja yang diterapkan dalam organisasi. Mahasiswa dapat mengetahui bahwa setiap kegiatan membutuhkan pembagian peran agar proses persiapan hingga pelaksanaannya dapat dilakukan oleh anggota sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengenalan divisi juga memberikan informasi mengenai bidang yang dapat dipelajari dan dieksplorasi mahasiswa apabila nantinya tertarik untuk bergabung dengan HIMASI. Dengan memahami tugas setiap divisi, mahasiswa baru dapat mempertimbangkan bidang yang sesuai dengan minat serta kemampuan yang ingin dikembangkan selama menjalani perkuliahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama Ormawa Expo berlangsung, mahasiswa baru terlihat mendapatkan ruang untuk berinteraksi langsung dengan pengurus HIMASI. Mereka dapat melihat karya website yang ditampilkan, memperoleh informasi mengenai program kerja, mengetahui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, serta menanyakan struktur organisasi dan tugas masing-masing divisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan tersebut melengkapi pengenalan yang dilakukan melalui Parade Ormawa. Jika parade memberikan gambaran singkat mengenai keberadaan HIMASI dan organisasi lainnya, stand memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa baru untuk mengenal aktivitas organisasi secara lebih dekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa baru, kegiatan tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk mengetahui kehidupan organisasi di lingkungan kampus sejak awal masa perkuliahan. Informasi yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan nama dan struktur organisasi, tetapi juga mengenai karya, kegiatan, pembagian tugas, serta pengalaman yang dapat diperoleh melalui keterlibatan dalam organisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, keikutsertaan HIMASI dalam Ormawa Expo menjadi ruang bagi pengurus untuk memperkenalkan kegiatan organisasi kepada mahasiswa baru secara langsung. Melalui karya website, dokumentasi kegiatan, program kerja, serta pengenalan divisi dan jobdesk, HIMASI memberikan gambaran mengenai aktivitas yang dijalankan oleh mahasiswa Sistem Informasi di luar kegiatan akademik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berakhirnya rangkaian pengenalan tersebut, mahasiswa baru memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh organisasi dan kegiatan yang tersedia di lingkungan UBSI. Interaksi antara pengurus dan mahasiswa baru selama Ormawa Expo menjadi bagian dari proses pengenalan kehidupan organisasi yang dapat menjadi pilihan kegiatan selama menjalani masa perkuliahan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop Vibe Coding Dorong Dosen Kembangkan Aplikasi Modern</title>
		<link>https://karawanghitz.com/teknologi/workshop-vibe-coding-dorong-dosen-kembangkan-aplikasi-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5488</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Karawang — Program Studi Sistem Informasi Kampus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Karawang</strong> — Program Studi Sistem Informasi Kampus Kabupaten Karawang menggelar Workshop Vibe Coding untuk Membangun Aplikasi Modern bagi para dosen, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang Laboratorium Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan perangkat lunak.</p>
<p style="text-align: justify;">Workshop menghadirkan Alif Rizqi Mulyawan, Dosen Program Studi Sistem Informasi Karawang, sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep Vibe Coding serta penggunaan Antigravity IDE yang didukung teknologi Agentic AI untuk membangun aplikasi modern.</p>
<p style="text-align: justify;">Materi tidak hanya membahas perkembangan AI secara teoritis, tetapi juga diarahkan pada penerapannya dalam proses pengembangan aplikasi. Peserta mendapatkan gambaran mengenai cara memanfaatkan Agentic AI untuk membantu sejumlah tahapan pengembangan, mulai dari menerjemahkan kebutuhan pengguna, menghasilkan kode program, hingga melakukan penyempurnaan terhadap aplikasi yang dibuat.</p>
<blockquote><p><a href="https://www.kompasiana.com/jovan17731/663726c014709339372eb323/tujuan-kuliah-adalah-mengembangkan-pola-pikir-bukan-mencari-uang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam workshop karena perkembangan AI telah memengaruhi cara perangkat lunak dikembangkan. Melalui Vibe Coding, peserta diajak memahami bagaimana interaksi dengan teknologi AI dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses pembuatan aplikasi tanpa mengesampingkan kebutuhan dan tujuan dari produk yang dikembangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Program Studi Sistem Informasi, Abdussomad, mengatakan perkembangan teknologi AI perlu diikuti oleh sivitas akademika, terutama dosen. Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi tersebut diperlukan agar AI dapat dimanfaatkan secara tepat dalam kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Perkembangan AI perlu diikuti oleh dosen agar pemanfaatannya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Abdussomad.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain memperoleh materi, peserta juga mengikuti praktik penggunaan Antigravity IDE dan Agentic AI yang dipandu langsung oleh Alif Rizqi Mulyawan. Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada dosen untuk melihat alur pengembangan aplikasi dengan pendekatan Vibe Coding, termasuk bagaimana AI dapat membantu proses pengerjaan secara lebih efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Alif menjelaskan bahwa pemanfaatan Agentic AI dapat memberikan dukungan pada berbagai tahapan pembuatan aplikasi. Dengan memahami cara kerja teknologi tersebut, dosen memiliki peluang untuk mengembangkan produk digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat.</p>
<blockquote><p><a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:</strong></a><br />
<a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Workshop ini juga berkaitan dengan upaya Program Studi Sistem Informasi untuk meningkatkan luaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Teknologi yang diperkenalkan diharapkan dapat digunakan dosen untuk menghasilkan produk yang lebih konkret, terutama aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan atau persoalan yang dihadapi masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, hasil kegiatan PkM tidak hanya berupa penyampaian pengetahuan kepada peserta, tetapi juga dapat berkembang menjadi solusi digital yang bisa digunakan secara langsung. Pemanfaatan AI menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan untuk mendukung proses tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui kegiatan yang berlangsung pada Selasa tersebut, Program Studi Sistem Informasi Kampus Kabupaten Karawang mendorong dosen untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengikuti perkembangan teknologi. Implementasi Vibe Coding, Antigravity IDE, dan Agentic AI selanjutnya diharapkan dapat mendukung pengembangan aplikasi yang relevan serta memperkuat luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jeslyn dari Cibuaya Raih Beasiswa dan Pertahankan IP 4,00</title>
		<link>https://karawanghitz.com/news/jeslyn-dari-cibuaya-raih-beasiswa-dan-pertahankan-ip-400/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 06:25:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Cibuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jeslyn Kristina]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5484</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Karawang – Jeslyn Kristina, 18 tahun, warga Desa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Karawang</strong> – Jeslyn Kristina, 18 tahun, warga Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah melewati berbagai keterbatasan. Kini, mahasiswa S1 Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang tersebut tercatat sebagai penerima beasiswa dan mampu mempertahankan Indeks Prestasi (IP) 4,00 selama dua semester.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Jeslyn, kesempatan menempuh pendidikan tinggi tidak datang dengan mudah. Sebagai anak desa, ia sempat merasa minder dan meragukan kemampuan dirinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Keinginan untuk kuliah bahkan pernah dianggapnya sebagai sesuatu yang sulit diwujudkan karena kondisi yang dimiliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Keraguan tersebut kemudian ia hadapi dengan terus belajar, berdoa, berusaha, serta berani mengambil kesempatan yang datang. Langkah itu akhirnya membawanya menjadi mahasiswa UBSI Kampus Karawang sekaligus memperoleh dukungan melalui program beasiswa.</p>
<blockquote><p><a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:</strong></a><br />
<a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Dulu saya sempat berpikir bahwa kuliah mungkin sulit saya capai. Saya juga pernah merasa minder karena berasal dari desa. Namun, saya belajar bahwa kondisi saat ini tidak menentukan masa depan seseorang,” ujar Jeslyn.</p>
<p style="text-align: justify;">Beasiswa yang diterimanya tidak hanya dipandang sebagai bantuan biaya pendidikan. Jeslyn menganggap kesempatan tersebut sebagai kepercayaan yang harus dijaga dengan kesungguhan dalam menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Keseriusan itu terlihat dari capaian akademiknya. Selama dua semester, Jeslyn berhasil mempertahankan Kartu Hasil Studi (KHS) dengan IP 4,00. Prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya sekaligus mendorongnya untuk terus meningkatkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun kegiatan di luar perkuliahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 2026, Jeslyn juga mendapat kesempatan mengikuti BSI Explore 2026. Kegiatan tersebut memberinya pengalaman untuk belajar bersama masyarakat dan melihat berbagai kondisi kehidupan secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Jeslyn, pengalaman itu memperluas pandangannya mengenai makna pendidikan. Baginya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian pribadi, tetapi juga dapat digunakan untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">“BSI Explore 2026 memberi saya pengalaman yang sangat berarti. Saya bisa belajar langsung bersama masyarakat dan melihat bahwa ilmu serta kesempatan yang kita punya akan lebih bermakna jika bisa dimanfaatkan untuk membantu orang lain,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman tersebut membuat Jeslyn ingin terus mengembangkan diri melalui kegiatan akademik, organisasi, kepemimpinan, hingga pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai berbagai pengalaman tersebut penting untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter sebelum menghadapi dunia setelah lulus kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;">Di balik pencapaiannya, Jeslyn mengakui bahwa tantangan yang paling sering dihadapi justru berasal dari dirinya sendiri. Ia pernah merasa takut gagal, lelah, serta membandingkan pencapaiannya dengan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pernah saya merasa lelah dan takut gagal. Saya juga sempat bertanya apakah saya mampu menjalani semuanya. Tetapi saya kembali mengingat alasan saya memulai dan mengapa saya memilih untuk terus berjuang,” tutur Jeslyn.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat rasa lelah muncul, ia memilih beristirahat dan kembali menata diri sebelum melanjutkan aktivitas. Menurutnya, keberanian untuk bangkit bukan berarti seseorang tidak pernah takut atau lelah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bangkit bukan berarti tidak pernah merasa lelah atau takut. Bangkit berarti tetap memilih berjalan meskipun rasa takut itu masih ada,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ke depan, Jeslyn tidak hanya menargetkan penyelesaian pendidikan tinggi. Ia ingin memiliki kompetensi dan karakter yang dapat digunakan untuk memberi manfaat bagi orang lain. Ia juga berencana memperkuat kemampuan akademik dan nonakademik, menambah pengalaman kepemimpinan, serta terlibat dalam kegiatan pengabdian.</p>
<blockquote><p><a href="https://www.kompasiana.com/jovan17731/663726c014709339372eb323/tujuan-kuliah-adalah-mengembangkan-pola-pikir-bukan-mencari-uang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jeslyn berharap suatu saat dapat membantu orang lain yang memiliki kondisi serupa dengan dirinya. Ia ingin orang-orang dari keluarga sederhana atau daerah pedesaan tetap berani mengejar pendidikan meski menghadapi keterbatasan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya berharap perjalanan saya bisa mengingatkan siapa pun yang berasal dari keluarga sederhana, tinggal di desa, atau merasa memiliki keterbatasan bahwa mereka tetap boleh memiliki mimpi dan berusaha mendapatkan pendidikan,” kata Jeslyn.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan Jeslyn dari Desa Cemara Jaya hingga menjadi mahasiswa penerima beasiswa menjadi bagian dari proses panjang yang masih terus dijalaninya. Setelah mempertahankan IP 4,00 dan mengikuti BSI Explore 2026, ia kini melanjutkan perkuliahan sambil mempersiapkan kemampuan serta pengalaman untuk langkah berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop Canva dan AI Bantu Guru SDN Tunggaljaya Adaptasi Digital</title>
		<link>https://karawanghitz.com/literasi-sekolah/workshop-canva-dan-ai-bantu-guru-sdn-tunggaljaya-adaptasi-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 03:15:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Explore]]></category>
		<category><![CDATA[Canva]]></category>
		<category><![CDATA[Pandeglang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5413</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Pandeglang — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Pandeglang</strong> — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar workshop Canva dan Artificial Intelligence (AI) bagi guru SDN Tunggaljaya 2, Kampung Cipining, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari program GEMILANG (Gerakan Membangun Literasi, Karakter dan Digitalisasi Sekolah) dalam rangkaian BSI Explore 2026.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi digital sebagai alat pendukung pembelajaran. Materi yang diberikan mencakup penggunaan Canva untuk membuat media visual serta pemanfaatan AI dalam membantu berbagai tahap persiapan pembelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkembangan teknologi membuat guru perlu memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan perangkat digital. Pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat membantu guru menyusun materi yang lebih variatif sesuai karakter dan kebutuhan siswa.</p>
<blockquote><p><a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:</strong></a><br />
<a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dalam workshop, para guru diperkenalkan pada Canva sebagai platform desain yang dapat digunakan untuk membuat berbagai kebutuhan pembelajaran. Peserta mempelajari dasar penggunaannya, termasuk membuat bahan ajar visual, presentasi, poster edukasi, lembar aktivitas, dan materi pendukung lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain desain, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai Artificial Intelligence. Teknologi tersebut dijelaskan sebagai alat bantu yang dapat mendukung pekerjaan guru, bukan menggantikan posisi guru sebagai pendidik. AI dapat dimanfaatkan untuk mencari ide kegiatan belajar, menyusun konsep materi, mengembangkan aktivitas siswa, hingga membantu merancang gagasan media pembelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan tersebut diberikan agar para guru dapat melihat penggunaan teknologi dari sisi yang praktis. Dengan memahami fungsi Canva dan AI, guru diharapkan mampu mengintegrasikan keduanya secara bertahap dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Para guru mencoba membuat media pembelajaran menggunakan Canva dengan pendampingan mahasiswa BSI Explore. Mereka juga mengeksplorasi penggunaan AI untuk membantu proses penyusunan konsep materi maupun aktivitas belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Praktik tersebut memungkinkan peserta menyesuaikan hasil pekerjaan dengan mata pelajaran dan kebutuhan siswa SDN Tunggaljaya 2. Dengan demikian, materi workshop tidak berhenti pada penjelasan teori, tetapi diarahkan pada pengalaman yang dapat langsung diterapkan setelah pelatihan berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan praktik juga memberi kesempatan kepada guru untuk mengenali berbagai kemungkinan pemanfaatan teknologi. Pengalaman mencoba secara langsung dinilai penting agar peserta lebih memahami alur penggunaan perangkat digital dan dapat mengembangkannya secara mandiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hasil yang diharapkan dari workshop adalah bertambahnya kemampuan guru dalam memanfaatkan Canva dan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Media yang dibuat selama kegiatan menjadi contoh awal yang dapat dikembangkan kembali sesuai kebutuhan masing-masing pengajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 juga mendorong agar hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan workshop. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat digunakan guru untuk menghasilkan materi belajar yang lebih beragam, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan metode pembelajaran yang kreatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski teknologi digunakan sebagai pendukung, peran guru tetap menjadi bagian utama dalam proses pendidikan. Canva membantu penyajian materi secara visual, sementara AI dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan persiapan. Penggunaan keduanya tetap membutuhkan pertimbangan guru agar materi yang dihasilkan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Program GEMILANG sendiri tidak hanya menyasar kemampuan siswa, tetapi juga lingkungan sekolah secara lebih luas. Keterlibatan tenaga pendidik menjadi bagian dari upaya Kelompok Tunggaljaya dalam mendukung pengembangan literasi dan digitalisasi di SDN Tunggaljaya 2.</p>
<blockquote><p><a href="https://www.kompasiana.com/jovan17731/663726c014709339372eb323/tujuan-kuliah-adalah-mengembangkan-pola-pikir-bukan-mencari-uang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Melalui pelatihan tersebut, guru memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mencoba teknologi yang dapat digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Hasil praktik yang dibuat selama workshop selanjutnya dapat menjadi bahan pengembangan media pembelajaran di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa BSI Explore 2026, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan dalam mendukung pendidikan di Desa Tunggaljaya. Setelah workshop selesai, penerapan teknologi tersebut tetap bergantung pada kebutuhan sekolah dan keberlanjutan penggunaan oleh para guru dalam kegiatan belajar mengajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bertambahnya pengalaman dalam menggunakan Canva dan AI, guru SDN Tunggaljaya 2 memiliki pilihan tambahan untuk menyiapkan materi pembelajaran. Pemanfaatan teknologi itu selanjutnya dapat disesuaikan secara bertahap dengan kegiatan sekolah dan kebutuhan peserta didik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BSI Explore Bantu SDN Tunggaljaya 2 Miliki Website Sekolah</title>
		<link>https://karawanghitz.com/literasi-sekolah/bsi-explore-bantu-sdn-tunggaljaya-2-miliki-website-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 03:12:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Explore]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Pandeglang]]></category>
		<category><![CDATA[Website Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5410</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Pandeglang — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Pandeglang</strong> — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membuat website resmi SDN Tunggaljaya 2 di Kampung Cipining, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 23 Agustus 2026. Pembuatan platform digital tersebut menjadi bagian dari program GEMILANG (Gerakan Membangun Literasi, Karakter dan Digitalisasi Sekolah) untuk mendukung proses digitalisasi informasi di lingkungan sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Website tersebut disiapkan sebagai media resmi yang dapat digunakan SDN Tunggaljaya 2 untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas. Kehadiran platform digital ini juga menjadi salah satu kontribusi mahasiswa dalam rangkaian BSI Explore 2026 yang mengusung semangat “Inspirasi Membangun Negeri”.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui website, identitas dan aktivitas sekolah dapat diperkenalkan dalam satu ruang digital yang lebih terstruktur. Orang tua, siswa, masyarakat, serta pihak lain yang berkepentingan dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan sekolah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penyampaian informasi secara langsung.</p>
<blockquote><p><a href="https://www.kompasiana.com/jovan17731/663726c014709339372eb323/tujuan-kuliah-adalah-mengembangkan-pola-pikir-bukan-mencari-uang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran situs resmi juga memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mulai membangun identitas digital. Berbagai kegiatan pendidikan, program sekolah, serta capaian siswa dan guru dapat didokumentasikan secara daring sehingga informasi tersebut memiliki ruang penyimpanan dan publikasi yang lebih mudah diakses.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pengembangannya, website disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan informasi sekolah dan kemudahan penggunaan. Sejumlah informasi yang dapat ditampilkan mencakup profil sekolah, data tenaga pendidik, kegiatan, dokumentasi program, berita sekolah, serta berbagai informasi lain yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan susunan tersebut, website tidak hanya berfungsi sebagai halaman pengumuman. Platform ini juga dapat menjadi pusat dokumentasi digital yang membantu sekolah mengelola informasi secara lebih teratur. Dokumentasi kegiatan yang sebelumnya tersimpan secara internal dapat dikembangkan menjadi informasi yang dapat diketahui masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 menjadikan pembuatan website sebagai salah satu output utama program GEMILANG. Platform tersebut diserahkan sebagai sarana yang dapat digunakan sekolah untuk menyampaikan informasi sekaligus memperkenalkan berbagai aktivitas kepada publik.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain menghasilkan produk digital, proses ini diarahkan untuk mengenalkan pola pengelolaan informasi berbasis teknologi kepada pihak sekolah. Penggunaan media digital diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan pengelolaan komunikasi sekolah, terutama ketika kebutuhan penyampaian informasi kepada orang tua dan masyarakat terus berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Digitalisasi tersebut menjadi relevan karena sekolah tidak hanya membutuhkan fasilitas pembelajaran, tetapi juga sarana komunikasi yang dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi. Website dapat membantu mempertemukan kebutuhan sekolah untuk menyampaikan informasi dengan kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi yang mudah ditemukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, keberlanjutan manfaat website sangat bergantung pada pengelolaan setelah program BSI Explore selesai. Pembaruan berita, dokumentasi kegiatan, informasi tenaga pendidik, serta konten lain perlu dilakukan secara berkala agar platform tetap relevan dan dapat digunakan sebagai sumber informasi sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran website juga menjadi bagian dari pengembangan program GEMILANG yang memiliki cakupan lebih luas. Program tersebut tidak hanya mengarahkan perhatian pada literasi siswa dan pembentukan karakter, tetapi juga mendorong lingkungan sekolah agar lebih siap memanfaatkan teknologi dalam aktivitas pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi SDN Tunggaljaya 2, ruang digital ini dapat digunakan untuk memperkenalkan kegiatan sekolah sekaligus menyimpan rekam aktivitas pendidikan. Guru dan siswa dapat memiliki ruang untuk menampilkan kegiatan yang dilakukan di lingkungan sekolah, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap informasi yang sebelumnya mungkin hanya diketahui oleh warga sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembuatan website juga menunjukkan bahwa pengembangan digitalisasi sekolah dapat dimulai melalui kebutuhan yang sederhana dan dekat dengan aktivitas sehari-hari. Tidak semua proses harus dilakukan sekaligus, tetapi dapat dikembangkan secara bertahap berdasarkan kemampuan dan kebutuhan sekolah.</p>
<blockquote><p><a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:</strong></a><br />
<a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setelah platform tersedia, pihak sekolah memiliki kesempatan untuk mengembangkan isinya sesuai perkembangan kegiatan. Informasi yang diperbarui secara rutin dapat membuat website berfungsi lebih optimal sebagai media komunikasi sekaligus dokumentasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Tunggaljaya berharap sarana tersebut dapat terus dimanfaatkan setelah seluruh rangkaian BSI Explore 2026 berakhir. Pengelolaan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar website tidak berhenti sebagai hasil kegiatan, melainkan berkembang menjadi salah satu fasilitas digital sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan tersedianya website resmi, SDN Tunggaljaya 2 kini memiliki ruang digital untuk memperkenalkan profil, menyampaikan informasi, serta mendokumentasikan aktivitas pendidikan. Pengembangan berikutnya dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan sekolah dan kemampuan pengelolanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa SIA UBSI Ikuti Sosialisasi Persiapan PKL</title>
		<link>https://karawanghitz.com/pendidikan/mahasiswa-sia-ubsi-ikuti-sosialisasi-persiapan-pkl/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 08:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI Karawang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5256</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Karawang — Program Studi Sistem Informasi Akuntansi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Karawang</strong> — Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Kampus Kabupaten Karawang menyelenggarakan Sosialisasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa semester IV pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom tersebut menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman kerja di lingkungan profesional.</p>
<p style="text-align: justify;">Sosialisasi tidak hanya diikuti mahasiswa SIA dari Kampus Kabupaten Karawang. Kegiatan berlangsung secara gabungan dengan mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi di enam kampus, yakni Kampus Kabupaten Karawang, Kampus Kota Sukabumi, Kampus Kota Bogor, Kampus Kota Pontianak, Kampus Kota Tegal, dan Kampus Kota Surakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan kegiatan ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai tahapan dan hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti PKL. Materi yang diberikan mencakup gambaran pelaksanaan kegiatan, persiapan akademik dan teknis, hingga kesiapan mahasiswa ketika berhadapan langsung dengan lingkungan kerja.</p>
<blockquote><p><strong><a href="https://news.bsi.ac.id/berita/bem-dan-himasi-ubsi-kampus-karawang-ajak-mahasiswa-peduli-kesehatan-mental-lewat-talkshow-inspiratif/" target="_blank" rel="noopener">Baca juga:</a><br />
<a href="https://news.bsi.ac.id/berita/bem-dan-himasi-ubsi-kampus-karawang-ajak-mahasiswa-peduli-kesehatan-mental-lewat-talkshow-inspiratif/" target="_blank" rel="noopener">BEM dan HIMASI UBSI Kampus Karawang Ajak Mahasiswa Peduli Kesehatan Mental Lewat Talkshow Inspiratif</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan diawali dengan sambutan Candra Agustina, M.Kom., selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Kota Surakarta. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya persiapan mahasiswa sebelum memasuki masa PKL. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal situasi kerja secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">“PKL perlu dipersiapkan dengan baik karena mahasiswa akan berhadapan dengan lingkungan kerja yang berbeda dari suasana perkuliahan. Kesiapan sejak awal akan membantu mahasiswa menjalankan kegiatan sekaligus mengembangkan kompetensi yang mereka miliki,” ujar Candra.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dede Firmansyah Saefudin, M.Kom., selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Kampus Kabupaten Karawang. Materi yang disampaikan berfokus pada pelaksanaan PKL serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan mahasiswa sebelum memulai kegiatan di tempat kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dede menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memahami ketentuan dan tahapan PKL agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai tujuan akademik. Selain kesiapan administrasi, mahasiswa juga perlu mempersiapkan kemampuan yang berkaitan dengan bidang yang akan dijalani selama berada di lingkungan kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mahasiswa perlu mengetahui apa yang harus dipersiapkan sebelum PKL, baik dari sisi akademik maupun teknis. Dengan memahami tahapan dan tanggung jawab sejak awal, mahasiswa dapat lebih siap menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan,” kata Dede.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Dini Nurlaela, M.Kom., dari BCC (BSI Entrepreneur Center). Kehadiran BCC memberikan tambahan perspektif mengenai kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional. Mahasiswa diarahkan untuk melihat pengalaman PKL sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal pola kerja yang berlaku di lingkungan industri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman selama PKL juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan materi perkuliahan dengan persoalan yang ditemui dalam pekerjaan. Interaksi dengan lingkungan profesional memungkinkan mahasiswa belajar mengenai komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan tugas dan budaya kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, seluruh rangkaian sosialisasi dipandu oleh Nadiyah Hidayati, M.Kom., sebagai moderator. Kegiatan dilakukan secara daring sehingga mahasiswa dari berbagai kampus dapat mengikuti pembekalan dalam satu forum yang sama. Format tersebut memungkinkan penyampaian informasi PKL dilakukan secara terkoordinasi kepada peserta dari beberapa wilayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain menyimak materi, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai pelaksanaan PKL. Interaksi selama kegiatan menjadi bagian dari proses pembekalan agar peserta dapat memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani kegiatan di tempat kerja.</p>
<blockquote><p><a href="https://news.bsi.ac.id/berita/workshop-zahir-tingkatkan-kompetensi-akuntansi-mahasiswa-ubsi-kampus-karawang/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Workshop Zahir Tingkatkan Kompetensi Akuntansi Mahasiswa UBSI Kampus Karawang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa semester IV, persiapan tersebut menjadi penting karena PKL merupakan salah satu tahap pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi perkuliahan, tetapi juga perlu mampu menerapkannya sesuai kebutuhan dan situasi yang dihadapi selama kegiatan berlangsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui sosialisasi ini, mahasiswa SIA dari berbagai kampus diharapkan memiliki pemahaman yang lebih terarah mengenai PKL sebelum memasuki tahap pelaksanaan. Pembekalan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyiapkan kemampuan, sikap, dan kebutuhan teknis yang diperlukan selama berada di lingkungan profesional.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan Sosialisasi Praktik Kerja Lapangan pada 26 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan akademik mahasiswa SIA sebelum melaksanakan PKL. Setelah pembekalan, mahasiswa dapat melanjutkan persiapan sesuai ketentuan yang telah disampaikan untuk menghadapi tahap praktik di dunia kerja.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BSI Explore 2026 Karang Indah Tutup Pengabdian dengan Perpisahan</title>
		<link>https://karawanghitz.com/literasi-sekolah/bsi-explore-2026-karang-indah-tutup-pengabdian-dengan-perpisahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 06:14:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Explore]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Karang Indah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5481</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Bekasi — Tim BSI Explore 2026 Desa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Bekasi</strong> — Tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah mengakhiri rangkaian pengabdian kepada masyarakat setelah lebih dari dua pekan menjalankan berbagai program bersama warga. Penutupan kegiatan pada akhir masa penugasan Agustus 2026 berlangsung dalam suasana haru, ketika mahasiswa berpamitan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Perpisahan digelar secara sederhana, tetapi kedekatan yang terbentuk selama kegiatan membuat momen tersebut terasa emosional bagi mahasiswa maupun warga. Interaksi yang berlangsung hampir setiap hari membuat hubungan keduanya berkembang dari sebatas kegiatan pengabdian menjadi relasi yang lebih akrab.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu warga yang memiliki kedekatan dengan mahasiswa adalah Bah Engkus bersama istrinya, Nek Nemah. Keduanya cukup sering berinteraksi dengan tim selama mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan di desa. Pertemuan yang semula berlangsung dalam konteks program pengabdian kemudian berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat melalui percakapan dan aktivitas sehari-hari.</p>
<blockquote><p><a href="https://www.kompasiana.com/jovan17731/663726c014709339372eb323/tujuan-kuliah-adalah-mengembangkan-pola-pikir-bukan-mencari-uang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bah Engkus mengatakan keberadaan mahasiswa memberikan suasana berbeda bagi masyarakat selama masa penugasan. Ia mengaku kepergian tim terasa seperti berpisah dengan anggota keluarga yang telah menjadi bagian dari keseharian warga selama beberapa waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Awalnya kami melihat mahasiswa BSI Explore datang untuk menjalankan kegiatan. Namun, lama-kelamaan mereka terasa seperti keluarga sendiri karena sering bertemu, berbincang, dan bercanda. Jadi, ketika harus berpamitan, tentu ada rasa sedih,” ujar Bah Engkus.</p>
<p style="text-align: justify;">Nek Nemah juga mengungkapkan kesan serupa. Menurutnya, kebersamaan dalam aktivitas sehari-hari justru menjadi bagian yang membuat kehadiran mahasiswa terasa dekat dengan warga. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin tetap terjaga meskipun mahasiswa telah kembali dari Desa Karang Indah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami senang bisa mengenal mereka. Anak-anaknya baik dan mau berbaur dengan warga. Semoga setelah kembali nanti mereka tetap mengingat Desa Karang Indah dan silaturahmi tetap berjalan,” kata Nek Nemah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa, momen perpisahan menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan pengabdian yang telah dilalui. Selama berada di desa, tim tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memahami kondisi sosial, kebiasaan, serta potensi yang dimiliki lingkungan setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, Kohar Hanapi, mengatakan pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang berbeda dari proses perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang dimiliki melalui berbagai kegiatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami datang dengan membawa sejumlah program, tetapi selama berada di sini justru banyak hal yang kami pelajari dari masyarakat. Kebersamaan ini menjadi pengalaman yang akan kami bawa pulang. Kami berterima kasih kepada warga yang telah menerima dan membantu kami selama berada di Desa Karang Indah,” ujar Kohar.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama masa pengabdian, tim BSI Explore 2026 menjalankan sejumlah kegiatan yang mencakup pendidikan, kesehatan, literasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengenalan potensi ekonomi lokal. Program-program tersebut disusun sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan warga sekaligus menyesuaikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan di lapangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan pendidikan dilakukan melalui berbagai aktivitas bersama siswa sekolah dasar. Pada bidang kesehatan, mahasiswa mengenalkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak. Sementara dalam pemberdayaan masyarakat, mahasiswa turut memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dan potensi usaha lokal.</p>
<blockquote><p><a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:</strong></a><br />
<a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan itu membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Tidak semua proses berjalan hanya melalui agenda resmi. Percakapan informal, kegiatan bersama, serta interaksi sehari-hari turut membantu mahasiswa memahami karakter warga dan kondisi Desa Karang Indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa juga memberikan kesempatan untuk mengikuti sejumlah kegiatan edukatif dan memperoleh pengalaman baru. Hubungan yang terbentuk selama penugasan kemudian menjadi bagian yang menyertai penutupan program.</p>
<p style="text-align: justify;">Perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa penugasan mahasiswa di Desa Karang Indah, tetapi hubungan yang telah terjalin tidak harus berhenti bersamaan dengan selesainya program. Bagi warga dan mahasiswa, pengalaman selama lebih dari dua pekan meninggalkan cerita yang terbentuk dari kegiatan, percakapan, dan kebersamaan sehari-hari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa BSI Explore Berpamitan, Tinggalkan Kesan di SDN Karangindah 01</title>
		<link>https://karawanghitz.com/literasi-sekolah/mahasiswa-bsi-explore-berpamitan-tinggalkan-kesan-di-sdn-karangindah-01/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 06:12:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Explore]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Karangindah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5478</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Bekasi &#8212; Pertemuan terakhir menjadi penanda berakhirnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Bekasi &#8212; </strong>Pertemuan terakhir menjadi penanda berakhirnya kebersamaan yang terjalin selama masa pengabdian. Bagi mahasiswa, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menjalankan program kerja, tetapi juga ruang belajar untuk mengenal kehidupan masyarakat dan lingkungan pendidikan secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara bagi guru dan siswa, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman berbeda dalam aktivitas sekolah. Berbagai kegiatan yang dilakukan bersama menciptakan interaksi yang membuat hubungan antara mahasiswa, guru, dan siswa berkembang dalam waktu relatif singkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah siswa tampak antusias saat bertemu mahasiswa pada kegiatan perpisahan. Meski suasana terasa berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya, kedekatan yang terbentuk selama pengabdian membuat momen tersebut berlangsung emosional. Percakapan di kelas, kegiatan edukasi, serta aktivitas bersama menjadi bagian dari kenangan yang terbawa hingga masa pengabdian berakhir.</p>
<blockquote><p><a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:</strong></a><br />
<a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Salah satu pihak sekolah, Abdul Gopur, mengaku merasakan kesedihan ketika mahasiswa harus meninggalkan SDN Karangindah 01. Menurutnya, waktu kebersamaan yang berlangsung relatif singkat membuat siswa belum lama mengenal dan merasa nyaman dengan para mahasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pastinya ada rasa sedih. Waktu kebersamaannya terasa singkat, sementara anak-anak sudah mulai dekat dan nyaman dengan kakak-kakak mahasiswa. Rasanya sayang jika harus selesai secepat ini,” ujar Abdul Gopur.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menilai keberadaan mahasiswa tidak hanya memberikan tambahan kegiatan bagi siswa, tetapi juga menghadirkan suasana baru dalam lingkungan sekolah. Program yang dijalankan menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar melalui pendekatan yang berbeda dari kegiatan pembelajaran rutin.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Abdul, pengabdian tersebut juga memberikan manfaat bagi mahasiswa. Interaksi dengan warga sekolah memungkinkan mahasiswa memahami kondisi pendidikan serta kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Hubungan yang terbangun selama kegiatan diharapkan tetap meninggalkan pengalaman positif setelah mahasiswa kembali dari lokasi pengabdian.</p>
<p style="text-align: justify;">Perasaan haru juga dirasakan Laura Syahnanda Zulfia, Humas kelompok BSI Explore Desa Karang Indah. Ia mengatakan perpisahan menjadi salah satu bagian paling emosional setelah mahasiswa menjalani berbagai aktivitas bersama guru dan siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ketika pertama datang, kami hanya berpikir untuk menjalankan program. Namun, selama berada di sini, kami merasa seperti bagian dari keluarga sekolah. Anak-anak juga memberikan banyak cerita dan pengalaman yang akan kami ingat,” kata Laura.</p>
<p style="text-align: justify;">Laura menuturkan keterbatasan waktu justru membuat setiap kegiatan bersama terasa lebih berarti. Ia berharap berbagai kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi siswa dan tetap dilanjutkan oleh pihak sekolah setelah mahasiswa tidak lagi berada di lokasi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami berharap kegiatan yang sudah dilakukan tidak berhenti begitu saja. Semoga anak-anak dan guru dapat melanjutkan kebiasaan baik, seperti semangat belajar, menjaga kebersihan, dan saling membantu,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Momen perpisahan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat kembali proses yang telah dilalui selama berada di Desa Karang Indah. Selain menjalankan program kerja, mahasiswa berhadapan langsung dengan beragam karakter siswa, berkomunikasi dengan guru, serta beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar ruang kuliah. Mahasiswa dituntut tidak hanya menyampaikan materi atau menjalankan kegiatan yang telah dirancang, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat melalui interaksi langsung.</p>
<blockquote><p><a href="https://www.kompasiana.com/jovan17731/663726c014709339372eb323/tujuan-kuliah-adalah-mengembangkan-pola-pikir-bukan-mencari-uang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selama pengabdian, komunikasi dengan warga sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan program. Mahasiswa perlu menyesuaikan pendekatan agar kegiatan dapat diterima siswa dan memberikan manfaat sesuai kondisi sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi siswa, berakhirnya masa pengabdian berarti tidak lagi bertemu mahasiswa dalam rutinitas yang sebelumnya mereka jalani bersama. Namun, kegiatan yang telah dilakukan meninggalkan pengalaman baru dalam proses belajar dan interaksi sosial di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa, perpisahan tersebut menjadi bagian akhir dari perjalanan pengabdian di SDN Karangindah 01. Setelah rangkaian kegiatan selesai, pengalaman bersama guru, siswa, dan masyarakat Desa Karang Indah menjadi bagian dari pembelajaran yang mereka bawa kembali ke lingkungan perkuliahan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa BSI Explore Berbaur dengan Warga Karang Indah</title>
		<link>https://karawanghitz.com/literasi-sekolah/mahasiswa-bsi-explore-berbaur-dengan-warga-karang-indah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 06:08:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[BSI Explore]]></category>
		<category><![CDATA[Karang Indah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5475</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Bekasi — Interaksi antara mahasiswa dan warga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Bekasi</strong> — Interaksi antara mahasiswa dan warga menjadi bagian dari kegiatan pengabdian BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, selama masa penugasan pada Agustus 2026. Kohar Hanapi, salah satu mahasiswa yang bertugas di desa tersebut, berinteraksi dengan Keluarga Nenek melalui percakapan santai, berbagi pengalaman, hingga makan bersama untuk mengenal kehidupan masyarakat dari dekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial warga berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Dalam percakapan yang berlangsung informal, Kohar mendengarkan cerita mengenai kehidupan sehari-hari, kondisi lingkungan, serta pandangan warga terhadap kehadiran mahasiswa dan program pengabdian yang dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Kohar, komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengabdian. Ia menilai mahasiswa perlu memahami kehidupan warga sebelum menentukan cara berinteraksi maupun menjalankan kegiatan di lingkungan desa.</p>
<blockquote><p><a href="https://www.kompasiana.com/jovan17731/663726c014709339372eb323/tujuan-kuliah-adalah-mengembangkan-pola-pikir-bukan-mencari-uang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">“Selama tinggal dan berkegiatan di sini, saya belajar bahwa pengabdian bukan hanya menjalankan program yang sudah disusun. Kami juga perlu mendengar cerita warga dan memahami bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Kohar.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan pengamatan dari luar. Percakapan langsung memungkinkan mahasiswa mengetahui persoalan dan kebiasaan warga secara lebih konkret, termasuk hal-hal sederhana yang mungkin tidak terlihat ketika kegiatan hanya berfokus pada program kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Nenek menyambut baik kehadiran mahasiswa selama berada di Desa Karang Indah. Ia mengatakan interaksi yang dilakukan secara langsung membuat hubungan antara mahasiswa dan warga terasa lebih dekat. Kehadiran mahasiswa juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk saling bertukar cerita dan pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami senang mahasiswa mau datang dan berbaur dengan warga. Mereka tidak hanya menjalankan kegiatan, tetapi juga bersedia mengobrol dan mendengarkan cerita masyarakat,” kata Nenek.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan makan bersama turut menciptakan suasana yang lebih cair. Dalam situasi informal tersebut, mahasiswa dan warga dapat berbicara tanpa batasan suasana kegiatan resmi. Pembicaraan mengenai aktivitas harian kemudian berkembang menjadi berbagai cerita tentang kondisi lingkungan dan pengalaman warga.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa, komunikasi seperti itu menjadi salah satu cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mereka perlu memahami kebiasaan masyarakat, mengenali karakter warga, serta membangun komunikasi dengan berbagai kelompok yang memiliki latar belakang dan kebutuhan berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Nenek berharap hubungan yang terbentuk selama mahasiswa menjalankan tugas di desa dapat memberikan pengalaman positif bagi kedua pihak. Menurutnya, sikap saling menghargai dan membantu merupakan bagian penting ketika mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bagi kami, yang penting adalah kebersamaannya. Selama mahasiswa dan warga bisa saling menghargai serta membantu, kegiatan seperti ini akan meninggalkan pengalaman yang baik,” tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa komunikasi informal dapat menjadi bagian dari proses pengabdian masyarakat. Obrolan sederhana mengenai rutinitas sehari-hari dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi mengenai kondisi warga secara lebih alami. Dari interaksi itu, mahasiswa dapat melihat persoalan masyarakat tidak hanya berdasarkan data atau pengamatan, tetapi melalui cerita orang yang mengalaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Kohar dan timnya, pengalaman berinteraksi dengan warga menjadi pembelajaran sosial yang melengkapi kegiatan yang telah dirancang selama program berlangsung. Mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi, mendengarkan, serta menyampaikan gagasan dengan cara yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.</p>
<blockquote><p><a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:</strong></a><br />
<a href="https://mojok.co/terminal/kata-deddy-corbuzier-kuliah-itu-nggak-penting-dan-bikin-milenial-mengalami-postponing-reality/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’</strong></a></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tim BSI Explore 2026 yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Selama berada di desa, tim tersebut menjalankan sejumlah kegiatan pengabdian sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran mahasiswa di Desa Karang Indah tidak hanya diarahkan pada penyelesaian program kerja. Interaksi dengan warga menjadi bagian dari proses mahasiswa memahami lingkungan sosial secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa belajar bahwa setiap masyarakat memiliki karakter, kebiasaan, serta kebutuhan yang perlu dipahami sebelum sebuah kegiatan dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama masa penugasan, hubungan antara mahasiswa dan warga kemudian berkembang melalui berbagai pertemuan dan aktivitas sehari-hari. Percakapan, makan bersama, dan saling bertukar pengalaman menjadi bagian dari keseharian yang mempertemukan mahasiswa dengan kehidupan masyarakat Desa Karang Indah secara lebih dekat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
