
Karawang, KarawangHitz — Sejumlah generasi muda di Karawang mengaku mengalami kelelahan fisik dan mental akibat beban tugas dan pekerjaan yang menumpuk dalam beberapa waktu terakhir. Tekanan untuk tetap produktif dinilai berdampak pada kesehatan mental, terutama ketika waktu istirahat tidak terpenuhi.
Aulia Dika Pramesti (19) menjadi salah satu yang merasakan kondisi tersebut. Ia mengaku tidak menyadari dirinya telah mengalami kelelahan ekstrem hingga kondisi fisiknya menurun saat harus menyelesaikan tugas kuliah dan pekerjaan dalam waktu bersamaan dengan tenggat yang berdekatan.
“Terakhir kali saya merasa benar-benar kelelahan adalah saat harus mengerjakan tugas dan pekerjaan secara bersamaan dengan waktu yang terbatas serta deadline yang berdekatan,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (25/2).
Ia menyebut kelelahan tersebut membuat jam tidurnya berkurang dan berdampak pada penurunan performa keesokan harinya. Fokus menurun dan hasil pekerjaan menjadi kurang maksimal.
Selain beban tugas, Aulia juga menilai paparan media sosial turut memengaruhi tekanan produktivitas di kalangan generasi muda. Banyaknya pencapaian yang terlihat di ruang digital mendorong perbandingan sosial yang berujung pada menurunnya rasa percaya diri.
Baca Juga: PLN Icon Plus Raih Dua Penghargaan Asian Telecom Awards 2026 di Singapura
“Banyaknya orang berprestasi dan pencapaian yang terlihat di sekitar kita membuat seseorang terdorong untuk terus berusaha agar tidak merasa tertinggal,” katanya.
Menurut Aulia, tekanan untuk selalu produktif tidak hanya datang dari lingkungan, tetapi juga dari standar pribadi yang tinggi. Ia juga menyebut banyak orang memaksakan diri untuk terus bekerja karena tuntutan hidup yang nyata serta rasa takut dinilai negatif oleh lingkungan sekitar.
“Banyak orang memaksakan diri untuk terus bekerja karena tuntutan hidup yang nyata. Selain itu, ada rasa takut tertinggal dan takut dinilai negatif oleh lingkungan sekitar,” tuturnya.
Aulia menilai persoalan kesehatan mental akibat tekanan produktivitas perlu mendapat perhatian lebih serius. Menurut Aulia, tekanan produktivitas tidak hanya berasal dari diri sendiri, tetapi juga dari lingkungan sosial dan media digital.
Ia berharap generasi muda dapat lebih menghargai proses dan tidak hanya berfokus pada hasil agar kesehatan mental tetap terjaga.












