Pendidikan

Edukasi Pengelolaan Keuangan Menumbuhkan Generasi Melek Finansial di SMA Negeri 1 Telagasari

×

Edukasi Pengelolaan Keuangan Menumbuhkan Generasi Melek Finansial di SMA Negeri 1 Telagasari

Sebarkan artikel ini
Edukasi
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang
Edukasi
Sumber Gambar: Mahasiswa UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Suasana ruang kelas SMA Negeri 1 Telagasari tampak berbeda pada Senin pagi, 27 Oktober 2025. Di hadapan puluhan siswa kelas X, beberapa mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Karawang tampak mempersiapkan berbagai alat peraga edukasi dan bahan presentasi. Mereka bukan sekadar datang untuk memberi ceramah, melainkan membawa semangat baru: menanamkan kesadaran pentingnya mengelola keuangan sejak dini melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Membangun Generasi Melek Finansial Melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan.”

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia kampus dan sekolah menengah dalam menciptakan generasi yang cerdas finansial dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Mahasiswa UBSI Karawang, khususnya dari Prodi Akuntansi semester 5, turun langsung menjadi fasilitator dan mentor bagi para siswa. Mereka mengemas materi literasi keuangan dengan cara yang ringan, aplikatif, dan mudah dipahami.

“Bukan sekadar teori, kami ingin siswa benar-benar merasakan bagaimana rasanya mengatur uang mereka sendiri,” ujar Jennieka Salsabila, ketua pelaksana kegiatan, dengan antusias.

Edukasi Tentang Pentingnya Mengatur Keuangan Sejak Dini

Dalam sesi pembukaan, Jennieka memperkenalkan konsep dasar literasi keuangan: bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, serta cara menyusun perencanaan keuangan pribadi. Para siswa yang hadir tampak menyimak dengan serius. Namun, suasana tak dibiarkan kaku. Mahasiswa UBSI menggunakan pendekatan interaktif melibatkan siswa dalam diskusi dan kuis singkat untuk memastikan mereka memahami konsep yang dijelaskan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin peserta memahami bahwa mengatur keuangan bukan hanya urusan orang dewasa. Justru sejak remaja, mereka harus belajar memprioritaskan kebutuhan agar tidak boros,” tutur Jennieka.

Kegiatan yang diikuti oleh 41 siswa kelas X-2 ini berlangsung hangat dan penuh semangat. Banyak siswa yang awalnya tampak canggung akhirnya berani berbagi pengalaman pribadi, mulai dari bagaimana mereka menggunakan uang saku hingga cara mereka menabung. Dari sana, mahasiswa UBSI membantu peserta mengevaluasi kebiasaan keuangan mereka.

Edukasi Melalui Simulasi dan Pengalaman Nyata

Sesi paling menarik datang ketika para siswa diajak melakukan simulasi budgeting menggunakan media spreadsheet. Setiap kelompok diberi “anggaran” sebesar Rp200.000 dan ditantang untuk membuat rencana pengeluaran selama seminggu. Mereka harus memutuskan apa yang menjadi prioritas dan apa yang bisa ditunda.

Suasana pun berubah menjadi ramai dan seru. Siswa saling berdiskusi, menimbang pilihan antara jajan, transportasi, hingga menabung. Ternyata, banyak dari mereka baru pertama kali merasakan bagaimana sulitnya menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan dengan jumlah uang yang terbatas.

“Selama ini saya belum pernah mengatur uang saku. Kegiatan ini jadi pengalaman baru yang bikin saya sadar pentingnya mengatur pengeluaran dengan baik, dan saya akan mencoba praktiknya langsung,” ungkap Dzilky, salah satu peserta dengan wajah antusias.

Kegiatan ini bukan hanya memberikan ilmu, tapi juga pengalaman langsung yang menempel di ingatan. Pendekatan praktik seperti ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa literasi finansial bukan sekadar teori, melainkan keterampilan hidup yang penting untuk masa depan.

Edukasi dari Kampus untuk Membangun Generasi Cerdas Finansial

Program Studi Akuntansi UBSI Karawang memang dikenal aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan sosial dan kepemimpinan. Dosen pembimbing turut memantau jalannya kegiatan dan memberikan arahan agar mahasiswa mampu menyampaikan materi dengan cara yang edukatif dan menyenangkan.

Kolaborasi antara UBSI Karawang dan SMA Negeri 1 Telagasari ini menjadi contoh baik bagaimana perguruan tinggi berperan dalam mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran finansial sejak dini. Di era digital dan ekonomi kreatif saat ini, kemampuan mengelola keuangan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui simulasi pengelolaan keuangan, kami berharap siswa dapat membentuk kebiasaan mengatur keuangan secara lebih bijak. Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata dan menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan,” tambah Jennieka di akhir kegiatan.

Edukasi yang Meninggalkan Jejak Inspiratif

Ketika kegiatan usai, terlihat jelas wajah-wajah puas dari para siswa. Beberapa di antaranya masih berdiskusi kecil, membicarakan rencana mereka untuk menabung dan mengatur uang saku lebih baik. Dari kegiatan sederhana ini, semangat perubahan mulai tumbuh sebuah langkah kecil yang berpotensi memberi dampak besar di masa depan.

Melalui program Edukasi Pengelolaan Keuangan ini, UBSI Karawang kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang bukan hanya berfokus pada teori, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat. Dari ruang kelas sederhana di Telagasari, lahirlah kesadaran baru: bahwa melek finansial adalah awal dari kemandirian dan masa depan yang lebih cerah.