Literasi Sekolah

Gentrasajati SMAN 1 Rengasdengklok Raih Juara 2 Kpop Dance di BSI Flash 2025 Karawang

×

Gentrasajati SMAN 1 Rengasdengklok Raih Juara 2 Kpop Dance di BSI Flash 2025 Karawang

Sebarkan artikel ini
Gentrasajati
Sumber Gambar: K-Pop Dance

Karawang, Karawanghitz — Ajang BSI Flash 2025 kembali menjadi magnet bagi para pelajar dan mahasiswa pecinta seni pertunjukan di Tanah Air. Diselenggarakan pada Minggu, 10 Agustus 2025, di Resinda Park Mall, kompetisi ini mempertemukan talenta-talenta muda yang memiliki kreativitas dan semangat bersaing tinggi. Salah satu sorotan tahun ini datang dari kategori pelajar, di mana tim Kpop dance asal SMAN 1 Rengasdengklok berhasil meraih juara kedua setelah penampilan memukau mereka menghipnotis juri dan penonton.

Kelompok Gentrasajati yang beranggotakan empat siswi berbakat ini terdiri dari Lisda Amalia Zahra, Lutfhi Anastasya, Farroh Fadilla Malik, dan Rara Saputri. Mereka tampil dengan koreografi penuh energi, memadukan ketepatan gerakan, kekompakan, serta ekspresi panggung yang memikat. Meski harus puas di posisi runner-up, capaian ini menjadi bukti kemampuan mereka bersaing di tingkat regional.

Gentrasajati Kompetisi Bergengsi yang Dorong Kreativitas Pelajar

BSI Flash telah dikenal sebagai ajang tahunan yang rutin digelar oleh Universitas BSI untuk menjaring bakat muda dalam berbagai bidang seni, termasuk tari, musik, fotografi, dan olahraga. Pada 2025, kompetisi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat dan sekitarnya.

Kategori Kpop dance menjadi salah satu yang paling menyedot perhatian karena tren musik Korea yang masih sangat digemari di kalangan generasi muda Indonesia. Menurut laporan dari Korean Creative Content Agency (KOCCA), Indonesia termasuk lima besar negara dengan penggemar Kpop terbanyak di dunia, sehingga tidak mengherankan jika ajang seperti BSI Flash selalu mendapat respons positif.

“Acara ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan passion mereka secara positif,” ujar salah satu panitia, ketika ditemui di sela-sela acara. Ia menambahkan, keberhasilan tim-tim seperti Gentrasajati  SMAN 1 Rengasdengklok membuktikan bahwa dukungan sekolah dan komunitas sangat penting dalam mengembangkan bakat siswa.

Gentrasajati Perjalanan Tim SMAN 1 Rengasdengklok Menuju Podium

Persiapan menuju BSI Flash 2025 tidak dilakukan secara instan. Tim SMAN 1 Rengasdengklok mulai berlatih intensif sejak tiga bulan sebelum kompetisi. Mereka mengatur jadwal latihan di luar jam sekolah, bahkan rela mengorbankan waktu libur demi mencapai kesempurnaan.

Lisda Amalia Zahra, selaku kapten tim, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah menyelaraskan visi koreografi dan stamina. “Kami harus berlatih ekstra keras, apalagi karena semua anggota punya kesibukan masing-masing di sekolah. Tapi semangat kami satu: memberikan penampilan terbaik,” ujarnya.

Latihan mereka tak hanya fokus pada hafalan gerakan, tetapi juga detail teknis seperti transisi, formasi, hingga kostum dan tata rias. Bahkan, mereka melakukan riset koreografi dari beberapa grup Kpop ternama, lalu memodifikasi gerakan agar sesuai karakter mereka.

Gentrasajati Penilaian Juri dan Dukungan Penonton

Dalam babak final kategori pelajar, tim SMAN 1 Rengasdengklok bersaing dengan sembilan finalis lainnya. Penampilan mereka dinilai berdasarkan aspek teknik, kreativitas, kekompakan, dan daya tarik panggung. Menurut salah satu juri, Dinda, tim ini menonjol dalam ekspresi wajah dan penguasaan panggung, meski ada sedikit catatan pada sinkronisasi gerakan di bagian akhir.

“Kalau dilihat dari energi dan semangatnya, mereka luar biasa. Kharisma tim ini sangat terasa,” kata Dinda.

Dukungan penonton pun luar biasa. Riuh sorakan terdengar setiap kali tim ini melakukan gerakan klimaks. Banyak penonton yang kemudian memuji mereka di media sosial, membuat nama SMAN 1 Rengasdengklok semakin dikenal di kalangan komunitas Kpop dance Karawang.

Dampak Positif Gentrasajati bagi Sekolah dan Siswa

Kemenangan di ajang BSI Flash 2025 ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi sekolah. Kepala SMAN 1 Rengasdengklok, menyampaikan rasa bangganya. “Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa kami tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki talenta seni yang luar biasa. Kami akan terus mendukung kegiatan ekstrakurikuler seperti ini,” ucapnya.

Bagi para anggota tim, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga. Selain meningkatkan keterampilan menari, mereka juga belajar tentang kerja sama tim, manajemen waktu, dan menghadapi tekanan di bawah sorotan publik.

Gentrasajati Harapan ke Depan

Meski belum berada di posisi puncak, tim SMAN 1 Rengasdengklok bertekad untuk terus berkembang. Mereka berencana mengikuti kompetisi serupa di tingkat provinsi bahkan nasional. Dengan semangat yang sama, mereka yakin mampu membawa pulang gelar juara pertama di masa depan.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Ini baru awal,” tegas Lutfhi Anastasya.

Ajang BSI Flash 2025 telah membuktikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersinar, baik di tingkat lokal maupun internasional. Dan kisah perjuangan tim Kpop dance SMAN 1 Rengasdengklok menjadi inspirasi bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan lingkungan, mimpi besar bisa dicapai.