Literasi Sekolah

Jheisa Manuella Finalis Termuda BSI Star Bikin Takjub Juri BSI Flash 2025

×

Jheisa Manuella Finalis Termuda BSI Star Bikin Takjub Juri BSI Flash 2025

Sebarkan artikel ini
Jheisa
Sumber Gambar: BSI Star

Karawang, Karawanghitz — Ajang pencarian bakat BSI Flash 2025 kembali menjadi sorotan publik, namun perhatian tahun ini tertuju pada satu nama istimewa: Jheisa Manuella, seorang gadis kecil berusia 9 tahun yang berhasil menembus babak final BSI Star, salah satu kompetisi unggulan dalam perhelatan tahunan bergengsi tersebut. Di tengah persaingan ketat para peserta yang sebagian besar merupakan remaja dan dewasa muda, Jheisa tampil memukau dengan suara emasnya yang tak hanya menggetarkan panggung, tetapi juga hati para juri dan penonton.

Saat melantunkan lagu pilihannya dalam babak semifinal, Jheisa berhasil membuat keheningan yang magis di aula utama penyelenggaraan BSI Flash 2025. Beberapa juri bahkan tampak menahan napas saat mendengar kualitas vokal yang mengalir dengan sempurna dari bocah berusia 9 tahun itu. Padahal, di balik kemampuannya tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa Jheisa tidak pernah mengikuti pelatihan vokal formal.

Sang ibu, Inggrid Siburian, menyampaikan bahwa bakat anaknya adalah anugerah yang ia sendiri tak bisa jelaskan secara teknis. “Jheisa tidak pernah saya ikutkan les vokal. Dari kecil dia memang suka menyanyi, dan saya percaya itu adalah berkat dari Tuhan,” ujar Inggrid saat diwawancarai usai pengumuman finalis.

Menurut pengamatan tim BSI Star, suara Jheisa memiliki karakteristik yang jarang dimiliki oleh anak seusianya. Salah satu juri, penyanyi dan pelatih vokal profesional Fadhilah Tahara, mengungkapkan, “Teknik pernapasannya sangat alami, vibratonya stabil, dan dia punya insting musikal yang luar biasa. Ini sangat jarang ditemui, bahkan pada peserta yang sudah bertahun-tahun ikut pelatihan.”

Jheisa Manuella Jadi Inspirasi Baru di BSI Flash 2025

Kehadirannya bukan hanya memperkaya dinamika kompetisi, tetapi juga membuka ruang diskusi publik tentang pentingnya mendeteksi dan mengasah bakat sejak dini. BSI Flash, yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), memang tidak membatasi usia peserta pada kategori tertentu. Namun, belum pernah sebelumnya ada peserta yang semuda Jheisa berhasil lolos hingga tahap final.

Kompetisi ini, yang telah berlangsung sejak tahun 2019, menjadi salah satu ajang pencarian bakat bergengsi yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Tahun 2025 ini, panitia mencatat lebih dari 200 pendaftar dalam kategori seni vokal, menjadikan Jheisa sebagai bagian dari kurang dari 1% peserta yang berhasil menembus panggung final.

“Keberadaan Jheisa memberi warna baru. Dia membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk menunjukkan potensi,” ujar Syamsul Azis, Ketua Panitia BSI Flash 2025. Azis juga menambahkan bahwa tim juri akan memberikan penilaian objektif berdasarkan kualitas dan orisinalitas penampilan peserta, bukan sekadar faktor usia atau popularitas.

Jheisa Manuella dan Dukungan Keluarga yang Luar Biasa

Di balik kemampuannya, tersimpan peran besar dari lingkungan keluarga yang suportif. Inggrid, ibunya, mengaku selalu mendampingi sang anak saat berlatih di rumah. “Kami tidak memaksa dia ikut lomba. Justru dia yang sangat ingin tampil. Saya hanya memfasilitasi dan terus menyemangatinya,” ungkap Inggrid.

Dukungan keluarga seperti ini sangat krusial dalam pengembangan bakat anak. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), anak-anak yang mendapat dukungan penuh dari orang tua dalam kegiatan seni dan budaya cenderung menunjukkan perkembangan lebih pesat dalam hal percaya diri, kreativitas, dan ketahanan mental.

Jheisa Manuella Siap Hadapi Final BSI Star dengan Semangat

Menjelang babak final yang akan digelar bulan depan, Ia terus melakukan persiapan intensif, meskipun tetap menjaga ritme bermain dan belajar sebagaimana anak seusianya. Sang ibu memastikan bahwa keseimbangan ini tetap dijaga agar Jheisa tidak merasa terbebani.

“Saya senang bisa menyanyi di atas panggung besar. Tapi saya juga suka belajar dan main sama teman-teman. Semoga nanti bisa nyanyi lebih bagus lagi,” kata Jheisa dengan polos saat diwawancarai.

BSI Flash 2025 tidak hanya menjadi wadah unjuk bakat, tetapi juga panggung transformasi bagi para peserta muda yang memiliki potensi luar biasa. Kisah Jheisa Manuella menjadi bukti nyata bahwa suara hati dan keberanian untuk bermimpi bisa membuka jalan menuju panggung besar—tanpa perlu sekolah vokal mewah atau pengalaman panggung bertahun-tahun.

Dengan langkah kecilnya di usia 9 tahun, Jheisa telah meninggalkan jejak besar dalam sejarah BSI Flash. Kini, publik dan juri menantikan penampilannya di final, dan siapa tahu, mungkin nama kecil dari Karawang ini akan menjadi bintang besar di masa depan.