PendidikanTeknologi

Kreativitas Menyatu di UBSI Karawang Buka Imajinasi Lewat Visual Digital

×

Kreativitas Menyatu di UBSI Karawang Buka Imajinasi Lewat Visual Digital

Sebarkan artikel ini

Kreativitas

Karawang, Karawanghitz — Dalam dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang memilih jalur berbeda. Bukan hanya mengejar angka akreditasi atau seberapa cepat lulusan diterima kerja, kampus ini justru memulai segalanya dari satu hal esensial: Kreativitas membangun ruang tumbuh bagi kreativitas.

Hal ini terlihat dalam kegiatan bertajuk Workshop Digital Kreatif: Evaluasi Kreasi Visual Character Building, yang digelar Sabtu, 5 Juli 2025, di ruang 303 UBSI Karawang. Bukan sekadar workshop, acara ini menjadi momen penting di mana kampus menunjukkan jati dirinya: tempat di mana kreativitas bukan hanya dipelajari, tapi dialami, dihidupi, dan dirayakan.

“Kami percaya kreativitas bukan hanya alat, tapi juga cara berpikir,” ujar Hasan Basri, M.Kom., Kepala Kampus UBSI Karawang. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa baru merasakan sejak awal bahwa kampus ini bukan tempat mengejar nilai, tapi tempat melatih imajinasi.”

Kreativitas dan Imajinasi: Energi Baru Mahasiswa Baru

Berbeda dari kegiatan kampus kebanyakan yang kaku dan formal, Visual Digital justru mengajak calon mahasiswa untuk mengekspresikan diri melalui media visual. Mulai dari sketsa digital, kolase imajinatif, hingga video pendek, para peserta ditantang menjawab satu pertanyaan sederhana namun mendalam: “Siapa kamu, dan ingin jadi apa di masa depan?”

Pertanyaan itu bukan untuk dinilai dengan rubrik angka, tapi untuk memicu refleksi dan ekspresi diri. Hasilnya? Ratusan karya lahir dari tangan-tangan yang bahkan belum resmi menyandang status mahasiswa. Ada yang menggambar robot masa depan, ada pula yang membuat video tentang harapan menjadi desainer grafis.

“Baru pertama kali saya ikut kegiatan kampus yang justru minta saya jadi diri sendiri,” kata Husni, peserta dari MAN 4 Karawang. “Biasanya kegiatan penyambutan itu seragam. Tapi ini beda. Saya disuruh menggambar masa depan versi saya.”

Kreativitas sebagai DNA Kampus Digital

Dalam sambutannya, narasumber sekaligus alumni UBSI yang kini aktif sebagai kreator digital, Mochammad Ferdy Alfarizy, menyampaikan bahwa kreativitas adalah “soft power” mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja saat ini.

“Orang kreatif tidak pernah kehabisan peluang,” ujarnya. “Kalau kita bisa menyampaikan ide dengan gaya unik, entah lewat gambar, video, atau kata-kata, kita sudah satu langkah di depan. Dunia digital butuh narasi orisinal.”

Ferdy juga menekankan bahwa UBSI adalah tempat ia pertama kali belajar mengenal potensi dirinya. Ia tidak hanya belajar teknis desain, tetapi juga cara melihat dunia dengan perspektif berbeda. Menurutnya, kampus harus berfungsi sebagai laboratorium gagasan, bukan sekadar tempat kuliah.

Kreativitas dalam Data dan Riset

Bukan hanya bicara gagasan, fakta juga menunjukkan betapa pentingnya kreativitas dalam dunia kerja masa depan. Menurut laporan World Economic Forum 2025, kreativitas berada di posisi ketiga dari 10 keterampilan paling dibutuhkan di pasar kerja global, setelah pemikiran analitis dan pembelajaran aktif.

Baca Juga: UBSI Karawang Gelar Seminar Parenting: Tips Raih Beasiswa Kuliah, Perkuat Sinergi Keluarga dan Pendidikan 

Sementara itu, laporan UNESCO tahun 2023 menyebut bahwa sektor ekonomi kreatif menyumbang lebih dari 3% terhadap PDB global, dan menjadi ladang kerja bagi lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia.

UBSI Karawang tak ingin mahasiswanya hanya jadi konsumen tren kreatif, tapi menjadi bagian dari produsen ide-ide besar. Itulah sebabnya, kegiatan Visual Digital dirancang bukan hanya untuk menghibur atau mengisi waktu orientasi, melainkan sebagai langkah pertama menuju perjalanan kreatif yang lebih panjang.

Kreativitas yang Membentuk Budaya Kampus

Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti saat acara selesai. Hasil karya peserta akan dipajang di laman Sosial Media UBSI Karawang, menjadi penanda bahwa imajinasi mereka dihargai dan disambut. Ini bukan sekadar dekorasi, tapi simbol budaya kampus yang memberi ruang bagi ekspresi.

“Buat kami, ini bukan acara sekali selesai,” ujar Hasan. “Ini adalah awal dari budaya yang kami bangun. Mahasiswa harus tahu bahwa ide mereka penting, bahkan sebelum mereka duduk di bangku kuliah.”

Kegiatan ini bukan hanya membuat mahasiswa baru merasa diterima, tapi juga membuat mereka merasa dibutuhkan: dibutuhkan untuk berpikir, bermimpi, dan berkarya.

Dengan pendekatan seperti ini, UBSI Karawang tidak hanya melahirkan lulusan siap kerja. Ia melahirkan generasi pencipta — orang-orang yang berani membayangkan dunia baru, dan tahu bagaimana cara mewujudkannya.