Olah Raga

Gol Kessié Ukir Rekor Baru Liga Arab Saudi

×

Gol Kessié Ukir Rekor Baru Liga Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Liga

Karawanghitz, Karawang — Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan catatan menarik, kali ini melalui kontribusi para pemain yang berkarier di Liga Profesional Arab Saudi (Liga Roshen). Meski Pantai Gading harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor 1-2 pada laga kedua fase grup, gol yang dicetak gelandang Al-Ahli, Frank Kessié, melahirkan rekor baru dalam sejarah turnamen berdasarkan data statistik yang dirilis Opta.

Gol Kessié pada menit ke-30 bukan sekadar membawa Pantai Gading unggul sementara dalam pertandingan tersebut. Menurut Opta, gol itu menjadikan pemain-pemain yang bermain di Liga Arab Saudi berhasil mencetak gol untuk tiga tim nasional berbeda yang berasal dari tiga konfederasi berbeda dalam satu edisi Piala Dunia. Catatan tersebut menjadi yang pertama sejak turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu digelar.

Rekor tersebut menunjukkan kontribusi pemain-pemain Liga Roshen tidak hanya dirasakan oleh satu negara atau satu kawasan sepak bola. Mereka mampu memberikan pengaruh bagi tim nasional yang berasal dari Asia, Afrika, dan Amerika Utara sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Baca juga: 12 Skill Bermain Sepak Bola yang Wajib Dikuasai Pemula

Sebelum Kessié mencatatkan namanya di papan skor, dua pemain Liga Arab Saudi lebih dahulu menyumbangkan gol bagi negara masing-masing. Penyerang Al-Qadisiyah, Julián Quiñones, menjadi pemain pertama yang membuka catatan tersebut saat mencetak gol untuk Meksiko dalam pertandingan menghadapi Afrika Selatan. Gol itu mewakili kontribusi pemain Liga Roshen bagi negara anggota Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).

Kontribusi berikutnya datang dari Abdulelah Al-Amri, bek Al-Ittihad, yang mencetak gol saat membela Arab Saudi menghadapi Uruguay. Gol tersebut menjadi representasi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sementara itu, gol Frank Kessié ke gawang Jerman melengkapi daftar tersebut sebagai wakil dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Dengan demikian, tiga pemain dari kompetisi Liga Arab Saudi berhasil mencetak gol untuk tiga negara berbeda yang berasal dari tiga konfederasi dalam satu putaran Piala Dunia.

Opta juga memberikan penjelasan mengenai statistik tersebut. Istilah “tiga gol” yang menjadi sorotan bukan berarti Kessié mencetak tiga gol dalam satu pertandingan. Angka tersebut merupakan akumulasi kontribusi tiga pemain berbeda yang sama-sama bermain di Liga Roshen untuk tiga tim nasional berbeda sepanjang turnamen.

Dalam pertandingan melawan Jerman, Pantai Gading sempat tampil menjanjikan pada babak pertama. Gol Kessié pada menit ke-30 membuka peluang bagi tim Afrika tersebut untuk meraih hasil positif sekaligus menjaga asa lolos dari fase grup.

Namun, memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas permainan dan berhasil membalikkan keadaan. Dua gol balasan membuat tim berjuluk Der Panzer mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Hasil tersebut memastikan Jerman mengamankan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Pantai Gading harus menerima kekalahan meski sempat memberikan perlawanan sepanjang pertandingan.

Terlepas dari hasil laga, rekor yang tercipta melalui gol Kessié menjadi perhatian tersendiri. Statistik tersebut menunjukkan semakin luasnya kontribusi pemain-pemain yang berkompetisi di Liga Arab Saudi terhadap performa tim nasional masing-masing pada ajang internasional.

Baca juga: Meniru jejak Al-Nasr dan mengalahkan Al-Qahira… Al-Ittihad mencapai kesepakatan dengan pelatih barunya

Dalam beberapa tahun terakhir, Liga Roshen memang menarik perhatian dunia setelah mendatangkan sejumlah pemain internasional. Kehadiran para pemain tersebut dinilai meningkatkan kualitas kompetisi domestik sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap tampil kompetitif sebelum memperkuat tim nasional di berbagai turnamen.

Catatan yang dirilis Opta juga menggambarkan bahwa pemain-pemain Liga Arab Saudi mampu memberikan kontribusi bagi negara dari kawasan Asia, Afrika, maupun Amerika Utara. Pencapaian itu menjadi bagian dari perkembangan kompetisi yang kini semakin diperhitungkan dalam peta sepak bola internasional.

Seiring berlanjutnya pertandingan fase grup Piala Dunia 2026, peluang pemain-pemain Liga Roshen untuk kembali mencatatkan kontribusi masih terbuka. Statistik yang telah tercipta berpotensi bertambah apabila pemain lain yang berkarier di kompetisi tersebut kembali mencetak gol atau memberikan peran penting bagi tim nasional masing-masing pada pertandingan berikutnya.