
Karawang, Karawanghitz — Orientasi akademik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang pada Rabu, 17 September 2025, menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk menata langkah awal perjalanan pendidikan tinggi mereka. Kegiatan yang berlangsung di aula kampus ini menghadirkan Hasan Basri, M.Kom., sebagai narasumber akademik yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia digital yang kian berkembang pesat.
Setiap awal tahun ajaran, orientasi akademik selalu menjadi agenda yang ditunggu mahasiswa baru. Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wahana pengenalan budaya akademik, sistem perkuliahan, hingga strategi menghadapi dinamika dunia kerja. UBSI Karawang menjadikan momen ini sebagai sarana membangun kesadaran mahasiswa bahwa kuliah bukan hanya soal nilai, tetapi juga kesiapan diri menghadapi perubahan zaman.
Dalam sambutannya, Hasan Basri menyampaikan bahwa era digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Pendidikan tinggi pun tak bisa lepas dari perubahan ini. “Mahasiswa harus menyadari bahwa digitalisasi bukan hanya tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Dunia kerja menuntut keterampilan yang berbasis teknologi, komunikasi digital, serta kemampuan adaptasi yang tinggi,” ujarnya.
Orientasi Akademik dan Pentingnya Literasi Digital
Literasi digital menjadi salah satu fokus utama yang dibahas dalam orientasi akademik ini. Hasan Basri mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya menggunakan teknologi sebatas hiburan, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kompetensi. Menurut laporan UNESCO tahun 2024, literasi digital kini masuk dalam kategori keterampilan dasar abad ke-21 yang wajib dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing global.
“Banyak lulusan yang masih kesulitan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri karena minim literasi digital. UBSI ingin mahasiswa sejak awal terbiasa menggunakan teknologi untuk riset, kolaborasi, dan inovasi,” jelas Hasan Basri.
Orientasi Akademik Dorong Mahasiswa Siapkan Soft Skills
Selain literasi digital, orientasi akademik ini juga menekankan pentingnya soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. Dunia kerja modern, menurut World Economic Forum (WEF) dalam laporan Future of Jobs 2025, menempatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas sebagai dua kompetensi utama yang dibutuhkan dalam lima tahun ke depan.
Hasan Basri menambahkan, mahasiswa UBSI Karawang harus mampu menyeimbangkan kemampuan akademik dengan soft skills. “Kuliah memang membekali kita dengan ilmu, tetapi tanpa kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan mengelola diri, ilmu itu akan sulit diterapkan secara maksimal,” katanya.
Orientasi Akademik UBSI Karawang dan Transformasi Pendidikan
UBSI Karawang sendiri telah melakukan berbagai langkah untuk beradaptasi dengan era digital. Mulai dari penerapan sistem perkuliahan berbasis Learning Management System (LMS), penggunaan perangkat lunak pendukung kolaborasi, hingga integrasi materi pembelajaran berbasis industri digital.
Orientasi akademik kali ini menjadi ajang bagi mahasiswa baru untuk memahami transformasi tersebut. Mereka diperkenalkan pada platform e-learning, tata cara mengakses materi kuliah secara online, serta prosedur akademik yang sudah terdigitalisasi. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mendorong implementasi Kampus Merdeka berbasis teknologi.
Orientasi Akademik Bentuk Karakter Mahasiswa Adaptif
Kegiatan yang dipandu oleh Suhardi, M.M., sebagai master of ceremony ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang aktif. Mahasiswa tampak antusias menanyakan strategi sukses kuliah di era digital, mulai dari cara mengatur waktu hingga tips memilih sumber belajar online yang kredibel.
Di akhir sesi, Hasan Basri menekankan bahwa orientasi akademik bukan sekadar pengenalan kampus, tetapi pembekalan mental dan intelektual. “Kalian akan menghadapi dunia yang serba cepat, serba digital. Jangan takut, tetapi hadapi dengan kesiapan, keterampilan, dan mental yang kuat,” tutupnya.
Orientasi Akademik sebagai Investasi Masa Depan
Orientasi akademik UBSI Karawang 2025 membuktikan bahwa pendidikan tinggi kini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi realitas dunia digital. Dengan menekankan literasi digital, soft skills, dan transformasi pembelajaran, UBSI berupaya mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa baru UBSI Karawang untuk meraih prestasi, sekaligus investasi masa depan mereka di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Orientasi akademik pun akhirnya menjadi kunci penting dalam menyiapkan generasi muda agar tak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta inovasi di era digital.












