
Karawang, Karawanghitz — Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) 2025 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas BSI Kampus Karawang resmi berakhir meriah pada Minggu, 7 September 2025 di Delonk Sport Center. Dengan mengusung tema “Move & Match: Play the Game, Feel the Vibe!”, ajang ini menghadirkan semangat kompetisi sehat sekaligus menjadi wadah kolaborasi mahasiswa lintas program studi.
Ketua BEM UBSI Karawang, Reza Maulidin Zikri, menegaskan bahwa POM tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang lomba. “Kami ingin wadah yang memupuk sportivitas dan solidaritas. POM adalah proses belajar bersama, menang atau kalah tetap bernilai,” ujarnya dalam sesi penutupan.
Antusiasme mahasiswa sejak awal acara membuktikan pentingnya olahraga dalam kehidupan kampus. Suporter yang memadati tribun menghadirkan suasana meriah, sementara para pemain menunjukkan determinasi tinggi di lapangan. Menurut data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kegiatan olahraga mahasiswa terbukti mampu meningkatkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. Fakta ini selaras dengan tujuan utama POM 2025.
Pekan Olahraga Futsal Jadi Magnet Penonton
Cabang futsal menjadi pusat perhatian berkat intensitas permainan yang tinggi. Transisi cepat, pressing ketat, serta eksekusi peluang yang efektif membuat setiap laga berjalan sengit. Dukungan suporter turut memberi energi tambahan bagi para pemain.
Tim BSI Cikampek/BSI All Star akhirnya keluar sebagai juara futsal setelah tampil konsisten sejak babak awal. Salah satu pilar kemenangan adalah Faiz Aditia Herawan. Ia dinobatkan sebagai Best Player Futsal berkat ketenangannya mengatur serangan, agresivitas di lini tengah, serta ketajaman di depan gawang. “Kami bermain untuk menikmati proses. Gelar juara hanyalah bonus dari kerja tim,” kata Faiz usai menerima penghargaan.
Menurut catatan Asosiasi Futsal Indonesia (AFI), futsal merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari kalangan mahasiswa. POM 2025 menjadi bukti nyata tren tersebut, sekaligus membuka ruang bagi talenta muda yang berpotensi melangkah ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
Pekan Olahraga Badminton Suguhkan Pertarungan Menegangkan
Tak kalah seru, cabang badminton menghadirkan pertarungan penuh strategi dan mental baja. Reli panjang, variasi dropshot, hingga smash terukur mewarnai setiap pertandingan. Tim BEM akhirnya berhasil mengunci gelar juara setelah mampu memanfaatkan rotasi pemain secara efisien dan menjaga fokus hingga akhir laga.
Performa menawan ditunjukkan oleh Amelia Putri Faturachman yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Stabil dalam bertahan dan cermat membaca arah shuttlecock, Amelia akhirnya terpilih sebagai Best Player Badminton. “Saya belajar banyak dari setiap gim. Menahan emosi, menjaga fokus, dan percaya pada strategi menjadi kunci,” ungkapnya.
Data dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyebutkan, jumlah atlet muda yang lahir dari jalur kampus meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. POM 2025 turut berkontribusi memperluas basis pembinaan atlet di Karawang, sekaligus memperkuat posisi olahraga badminton sebagai salah satu cabang populer di kalangan mahasiswa.
Pekan Olahraga Wadah Pembentukan Karakter
Lebih dari sekadar ajang perebutan medali, POM 2025 menjadi ruang pembentukan karakter. Peserta belajar banyak hal di luar skor akhir, mulai dari kerja sama tim, komunikasi, hingga resiliensi menghadapi tekanan. Ketua Panitia, Angga Pradita, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. “Antusiasme peserta luar biasa. Terima kasih panitia, wasit, dan seluruh sivitas yang mendukung. Semoga tradisi baik ini terus hidup dari angkatan ke angkatan,” ucapnya.
Menurut riset UNESCO tahun 2023, partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga terbukti mampu meningkatkan keterampilan sosial dan emosional mahasiswa hingga 30 persen. Hal itu menjelaskan mengapa event seperti POM bukan hanya penting untuk prestasi, tetapi juga untuk pengembangan soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Pekan Olahraga Tradisi Positif yang Perlu Dijaga
BEM UBSI Karawang berharap POM dapat terus menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu. Selain memperkuat ekosistem olahraga kampus, kegiatan ini juga memberi nilai tambah bagi mahasiswa. Survei LinkedIn Global Talent Trends 2024 bahkan menunjukkan bahwa soft skill seperti kolaborasi, kepemimpinan, dan ketahanan mental lebih dihargai perusahaan dibandingkan sekadar pencapaian akademis.
Melalui POM, mahasiswa berkesempatan memperkaya portofolio sekaligus menyiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. “Partisipasi bukan hanya menambah pengalaman, tetapi juga membentuk karakter yang relevan untuk dunia kerja,” tambah Reza.
Keberhasilan Tim BSI Cikampek/BSI All Star di futsal Pekan Olahraga, kejayaan Tim BEM di badminton, serta penghargaan individu untuk Faiz Aditia Herawan dan Amelia Putri Faturachman menjadi catatan manis POM 2025. Namun di atas segalanya, kemenangan terbesar adalah tumbuhnya rasa kebersamaan, solidaritas, dan keberanian mahasiswa untuk terus melangkah maju.
Dengan semangat “Move & Match”, POM 2025 telah membuktikan bahwa olahraga adalah jembatan antara prestasi, karakter, dan persahabatan. Kampus yang sehat adalah kampus yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk bergerak, bertanding, dan berkolaborasi. POM berikutnya diharapkan hadir lebih seru, lebih tertib, dan tentu lebih sportif.












