
Karawang, Karawanghitz — Kegiatan Pelatihan dan Uji Profisiensi Pasar Modal serta Kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diselenggarakan oleh Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (D3) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menjadi ajang penting dalam meningkatkan literasi finansial mahasiswa. Sebanyak 69 mahasiswa semester dua mengikuti rangkaian acara yang berlangsung dalam dua skema, yakni pelatihan daring pada Senin, 26 Mei 2025, serta kunjungan langsung ke gedung BEI pada Rabu, 4 Juni 2025.
Pelatihan yang digelar secara online melalui Zoom Meeting ini menghadirkan materi komprehensif mengenai instrumen pasar modal, analisis saham, hingga etika profesi yang berlaku di dunia finansial. Mahasiswa dibimbing langsung oleh praktisi berpengalaman dan bersertifikat, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga wawasan praktis yang relevan dengan perkembangan terkini industri pasar modal.
Dede Firmansyah Saefudin, M.Kom., salah satu dosen pendamping, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam memahami dinamika pasar modal. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori akuntansi, tetapi juga mampu membaca peluang dan risiko di pasar modal yang kini menjadi salah satu pilar penting perekonomian nasional,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Muhammad Faittullah Akbar, M.Kom., yang menekankan bahwa kegiatan ini juga mendukung capaian pembelajaran pada mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah dan Praktik. Menurutnya, pemahaman yang diperoleh mahasiswa akan memperkuat keterampilan analitis sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif.
Pelatihan Keterampilan Praktis bagi Mahasiswa
Selain penguasaan teori, kegiatan pelatihan juga menekankan pengembangan keterampilan praktis. Mahasiswa dilatih untuk mengenali instrumen keuangan modern, mengelola portofolio investasi, serta memahami risiko dan peluang yang ada di pasar modal. Pengetahuan ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon profesional di bidang akuntansi dan keuangan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana teknologi finansial bekerja, serta bagaimana instrumen pasar modal dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambah Dede Firmansyah.
Pelatihan Dilanjutkan dengan Kunjungan ke BEI
Puncak kegiatan berlangsung pada 4 Juni 2025, ketika para mahasiswa berkesempatan mengunjungi langsung gedung Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa dapat menyaksikan aktivitas bursa secara nyata, memahami mekanisme transaksi saham, serta berinteraksi langsung dengan pihak yang berkompeten di industri pasar modal.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai fasilitas di BEI, termasuk sistem perdagangan yang digunakan serta peran regulator dalam menjaga stabilitas pasar. Mereka juga mendapatkan sosialisasi mengenai peluang karier di sektor keuangan dan pasar modal.
Salah seorang peserta, Rina Nurmalasari, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kunjungan tersebut. “Ini pertama kalinya saya datang langsung ke Bursa Efek Indonesia. Saya jadi lebih paham bagaimana proses perdagangan saham berlangsung dan termotivasi untuk belajar lebih giat tentang investasi,” katanya.
Pelatihan Wujudkan Tujuan Pembelajaran
Secara keseluruhan, kegiatan ini memiliki tujuan yang jelas, yakni meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang literasi pasar modal sekaligus memfasilitasi keterampilan praktis dalam pengelolaan keuangan. Dengan pengalaman belajar yang menggabungkan teori, praktik, hingga kunjungan lapangan, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dasar hingga teknis investasi secara lebih mendalam.
Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Karawang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Penyelenggaraan pelatihan dan uji profisiensi pasar modal ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja dan industri yang sebenarnya.
“Mahasiswa harus memiliki kompetensi lebih dari sekadar teori. Mereka perlu terjun, melihat langsung, dan mengasah keterampilan yang nantinya akan berguna ketika memasuki dunia kerja,” ujar Muhammad Faittullah Akbar menutup wawancara.
Pelatihan yang Berdampak Jangka Panjang
Kegiatan Pelatihan dan Uji Profisiensi Pasar Modal serta Kunjungan ke BEI bukan hanya sekadar acara rutin akademik, melainkan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia. Dengan membekali mahasiswa keterampilan finansial yang aplikatif, UBSI berharap lulusan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi mampu bersaing di era kompetisi global yang menuntut profesionalisme tinggi.
Dengan total 69 peserta yang terlibat aktif, kegiatan ini membuktikan bahwa literasi pasar modal dapat dikenalkan sejak dini kepada mahasiswa. Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang melek finansial, kritis terhadap perkembangan ekonomi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.












