
Karawang, Karawanghitz — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kelompok 6 dari Jurusan Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikampek baru-baru ini melaksanakan program implementasi Model Pembelajaran Proyek di SDN 2 Sarimulya. Kegiatan yang berlangsung pada awal November ini bertujuan menjawab tantangan pembelajaran Pancasila yang selama ini cenderung monoton, berpusat pada hafalan, serta kurang membantu siswa mengaitkan nilai-nilai luhur bangsa dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan berbasis proyek yang dimodifikasi dengan unsur permainan dan praktik langsung, Tim PkM menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan. Inisiatif ini berangkat dari kebutuhan untuk menciptakan cara belajar yang relevan bagi siswa sekolah dasar, sehingga nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, dan kemanusiaan dapat dipahami secara konkret, bukan hanya dihafal.
Ketua Tim PkM kelompok 6, Luthfiya Awwaliyah, menjelaskan bahwa pendekatan fun learning bukan sekadar untuk membuat anak senang, tetapi menjadi sarana agar nilai Pancasila dapat terserap lebih kuat.
“Kami percaya, nilai-nilai seperti gotong royong dan kemanusiaan akan tertanam kuat jika anak-anak merasakannya langsung. Daripada ceramah, kami ajak mereka bermain peran, mengadakan kuis, dan simulasi kasus ringan yang mencerminkan tiap sila,” ujarnya.
Game Interaktif dan Role Play Tanamkan Nilai Karakter sejak Dini
Selama rangkaian kegiatan, Tim PkM menghadirkan beberapa aktivitas inti yang dirancang khusus untuk membangun pemahaman anak mengenai Pancasila melalui pengalaman langsung.
- Game Interaktif “Si Panca”.
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberi kartu soal mengenai nilai-nilai Pancasila. Tiap kelompok berlomba menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat, sehingga menciptakan suasana belajar yang kompetitif namun tetap menyenangkan.
- Praktik Lagu Pengenalan Simbol Pancasila.
Seluruh siswa bersama-sama menyanyikan lagu khusus yang dibuat untuk membantu mereka mengenal simbol dan makna lima sila. Aktivitas ini membuat suasana kelas lebih hidup, sekaligus mempermudah siswa mengingat konsep Pancasila melalui metode auditori.
- Role Play Musyawarah.
Pada sesi ini, siswa diminta memperagakan situasi sederhana yang menggambarkan proses musyawarah, seperti menentukan pilihan permainan atau menyelesaikan perbedaan pendapat. Teman-teman mereka kemudian menebak nilai sila keempat berdasarkan adegan yang dimainkan.
Dosen pengampu kegiatan, Silvia Nanda Putri Erito, M.Pd, menyampaikan bahwa pendekatan proyek ini sangat efektif untuk pendidikan karakter. “Anak-anak lebih mudah memahami nilai abstrak ketika mereka mengalaminya langsung. Metode ini memberi ruang bagi siswa untuk berpikir, berinteraksi, dan mengambil keputusan secara mandiri,” tutur Silvia.
Selain fokus pada praktik, Tim PkM juga menyusun template media presentasi yang menarik untuk digunakan guru dalam pembelajaran selanjutnya. Media tersebut dirancang agar guru dapat mengembangkan aktivitas serupa tanpa harus memulai dari awal.
Game yang Mendorong Transformasi Cara Belajar Pancasila
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka berkompetisi, berdiskusi, dan tertawa bersama ketika menjawab pertanyaan dan memainkan peran. Banyak dari mereka yang mampu memberikan contoh nyata penerapan Pancasila di kehidupan sehari-hari setelah mengikuti aktivitas tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa metode berbasis proyek dan permainan mampu memecah kebiasaan belajar hafalan yang selama ini dominan.
Salah satu anggota tim, Shandyka Putra One, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini bukan hanya pada keceriaan siswa, tetapi pada perubahan cara pandang mereka terhadap Pancasila. “Saat mereka bisa menyebutkan contoh sikap saling membantu, antre, atau berbagi tanpa diminta, di situlah kami melihat tujuan kegiatan ini tercapai,” katanya.
Game sebagai Solusi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Kegiatan PkM ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Tim PkM kelompok 6 yang terdiri dari Luthfiya Awwaliyah (ketua), Indri Novia Purwanti, Saiful Anwar, dan Shandyka Putra One berharap metode pembelajaran proyek yang berfokus pada praktik dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh sebagai generasi muda yang memahami nilai Pancasila bukan hanya melalui kata, tetapi melalui tindakan.
Pada bagian akhir kegiatan, guru-guru SDN 2 Sarimulya menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang kreatif dan relevan ini. Mereka melihat peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran karakter di sekolah melalui metode serupa.
Kegiatan ini sekali lagi menunjukkan komitmen UBSI Kampus Cikampek dalam berkontribusi pada pendidikan dasar melalui inovasi pembelajaran yang humanis dan aplikatif. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, UBSI turut menumbuhkan generasi muda yang unggul, kreatif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri digital masa depan.












