
Karawang, Karawanghitz — Program Studi Sistem Informasi menyelenggarakan kegiatan Persamaan Persepsi Matakuliah yang diikuti oleh para dosen pengampu enam matakuliah inti, yaitu Metodologi Penelitian, Fundamental Data Analyst, Statistika dan Probabilitas, Sistem Informasi Manajemen, Algoritma Data Science, serta Tata Kelola IT. Acara yang digelar pada Kamis, 18 September 2025, melalui platform Zoom Meeting ini bertujuan menyatukan pemahaman para dosen dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), metode pengajaran, sistem penilaian, hingga strategi praktikum untuk perkuliahan semester berjalan.
Acara dibuka oleh Kaprodi Sistem Informasi, Sriyadi, M.Kom, yang menegaskan pentingnya koordinasi antar-dosen dalam menjaga mutu pendidikan. “Kegiatan persamaan persepsi bukan hanya formalitas, tetapi menjadi sarana bagi kita sebagai dosen pengampu untuk menyelaraskan strategi pengajaran. Dengan adanya keseragaman, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan,” ujar Sriyadi dalam sambutannya (18/9).
Persamaan Persepsi sebagai Pilar Kualitas Akademik
Kegiatan persamaan persepsi menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa seluruh dosen memiliki acuan yang sama. Hal ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang menekankan pentingnya standardisasi capaian pembelajaran di perguruan tinggi. Berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, setiap program studi diwajibkan merancang kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.
Diskusi yang berlangsung interaktif selama kegiatan membahas berbagai aspek teknis perkuliahan. Para dosen berdialog mengenai pendekatan terbaik untuk menyampaikan materi yang bersifat konseptual maupun aplikatif. Misalnya, dalam matakuliah Fundamental Data Analyst, dosen menyepakati penggunaan perangkat lunak analisis data populer seperti Python dan R, agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kolaborasi Dosen dalam Persamaan Persepsi
Selain itu, matakuliah Statistika dan Probabilitas menjadi perhatian khusus karena menjadi fondasi bagi analisis data lanjutan. Para dosen menekankan perlunya integrasi konsep dengan studi kasus nyata, sehingga mahasiswa dapat melihat langsung relevansi teori dalam memecahkan persoalan bisnis maupun penelitian. Pada sesi diskusi matakuliah Tata Kelola IT, dosen pengampu menekankan pentingnya mengaitkan materi dengan kerangka kerja internasional seperti COBIT dan ITIL, agar lulusan siap menghadapi standar global tata kelola teknologi informasi.
Kolaborasi ini menghasilkan kesepakatan yang diharapkan mampu memperkuat konsistensi pembelajaran di kelas. Menurut Sriyadi, koordinasi antar-dosen bukan hanya menjaga kualitas akademik, tetapi juga meminimalisasi perbedaan pemahaman yang dapat membingungkan mahasiswa. “Dengan adanya persamaan persepsi, kita memastikan bahwa mahasiswa tidak mendapatkan pendekatan yang berbeda-beda untuk kompetensi yang sama. Hal ini penting agar capaian pembelajaran sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkapnya.
Persamaan Persepsi untuk Mendukung Kompetensi Mahasiswa
Hasil riset World Economic Forum tahun 2023 menyebutkan bahwa kemampuan analisis data, pemikiran kritis, dan literasi digital termasuk dalam sepuluh keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja hingga 2030. Melalui kegiatan persamaan persepsi, Program Studi Sistem Informasi berupaya menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Salah satu peserta kegiatan, dosen Algoritma Data Science, menegaskan bahwa mahasiswa perlu dilatih untuk berpikir logis sekaligus kreatif dalam menyelesaikan masalah berbasis data. “Kita sepakat bahwa materi algoritma harus diarahkan tidak hanya pada pemahaman teknis, tetapi juga penerapan pada kasus nyata, misalnya dalam bidang kesehatan, keuangan, atau industri kreatif. Dengan begitu, mahasiswa terbiasa menghadapi persoalan kompleks sejak di bangku kuliah,” jelasnya.
Meneguhkan Komitmen melalui Persamaan Persepsi
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sistem Informasi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi antar-dosen menjadi kunci agar setiap matakuliah dapat disampaikan secara konsisten, inovatif, dan relevan dengan tantangan era digital. Koordinasi berkelanjutan diyakini mampu memperkuat daya saing lulusan, baik dalam dunia kerja maupun penelitian.
Dengan adanya persamaan persepsi, pembelajaran tidak hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi juga proses strategis dalam mencetak generasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Program Studi Sistem Informasi pun berharap kegiatan ini dapat menjadi budaya akademik yang terus dipertahankan di setiap semester, sehingga mutu pendidikan semakin terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas lulusan semakin meningkat.












