Pendidikan

Soft Skill Jadi Bekal Penting Mahasiswa Baru UBSI Karawang untuk Masa Depan

×

Soft Skill Jadi Bekal Penting Mahasiswa Baru UBSI Karawang untuk Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Soft

Soft

Karawang, Karawanghitz — Memasuki dunia perkuliahan bukan hanya soal mengejar prestasi akademik, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu membentuk soft skill yang kuat serta memiliki keterampilan non-teknis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Hal ini ditegaskan oleh Salman Alfarizi, M.Kom., yang menjadi narasumber non-akademik dalam kegiatan orientasi akademik mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang pada Rabu, 17 September 2025. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa baru untuk sejak dini menanamkan karakter positif sekaligus mengasah soft skill yang akan menjadi bekal penting di dunia kerja maupun kehidupan sosial.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru yang memenuhi aula UBSI Karawang, Salman menekankan bahwa era digital saat ini menuntut lebih dari sekadar kecerdasan intelektual. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, etika kerja, kepemimpinan, serta daya adaptasi yang tinggi agar dapat bertahan di tengah perubahan global.

“Banyak penelitian menyebutkan bahwa soft skill berperan hingga 75 persen dalam menentukan kesuksesan karier seseorang, sementara hard skill hanya sekitar 25 persen. Artinya, kalian bisa jadi sangat pintar, tetapi tanpa kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi, sulit untuk berkembang,” ujar Salman (17/9).

Data dari World Economic Forum (WEF) dalam laporan Future of Jobs tahun 2023 juga memperkuat pernyataan ini. Laporan tersebut menyebutkan keterampilan yang paling dibutuhkan di dunia kerja lima tahun ke depan bukan hanya penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, kepemimpinan, dan manajemen diri. Hal ini sejalan dengan misi UBSI untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara personal dan sosial.

Soft Skill Sebagai Pondasi Mental yang Tangguh

Salman juga menyoroti pentingnya mahasiswa membangun mental yang kuat sejak awal. Ia menekankan bahwa masa perkuliahan sering kali penuh tantangan, mulai dari beban tugas, tuntutan organisasi, hingga persaingan di dunia kerja setelah lulus. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki daya tahan mental yang baik agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Karakter dan mental yang kuat itu ibarat pondasi rumah. Kalau pondasinya rapuh, rumah akan mudah roboh. Begitu pula kalian, jika sejak awal tidak melatih ketangguhan diri, maka akan sulit bersaing di era yang serba cepat ini,” jelasnya.

Baca Juga: Dapat Ilmu, Dapat Motivasi! UBSI Gelar ORMIK-SEMOT Spesial Mahasiswa Baru Periode Maret ’25

Ia mengajak mahasiswa baru untuk aktif mengikuti kegiatan organisasi, seminar, hingga kegiatan sosial yang diselenggarakan kampus maupun komunitas luar. Aktivitas tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk melatih kepercayaan diri, kemampuan memimpin, serta memperluas jaringan pertemanan.

Soft Skill dan Tantangan Generasi Z

Generasi Z yang saat ini mendominasi bangku kuliah dikenal akrab dengan teknologi digital, tetapi sering dianggap kurang terampil dalam aspek interpersonal. Berdasarkan riset McKinsey & Company tahun 2022, perusahaan-perusahaan global kini lebih banyak menilai calon karyawan dari sikap kerja, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi, bukan hanya ijazah atau nilai akademik.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru UBSI Karawang. Salman berharap mereka tidak hanya sibuk dengan dunia virtual, tetapi juga mampu membangun relasi nyata dengan lingkungan sekitar. “Jangan hanya jadi generasi yang jago di layar, tetapi gagap ketika harus bicara di depan orang. Kalian harus berani melatih diri sejak dini,” tegasnya.

Menjadi Mahasiswa Unggul dengan Soft Skill yang Kuat

Orientasi akademik di UBSI Karawang tahun ini tidak hanya berfokus pada pengenalan sistem perkuliahan dan kurikulum, tetapi juga pembekalan mental dan soft skill bagi mahasiswa baru. Kehadiran narasumber seperti Salman menjadi penting untuk memberikan sudut pandang non-akademik tentang bagaimana mahasiswa harus menyiapkan diri menghadapi realitas kampus dan dunia kerja.

Dengan menekankan pentingnya kepribadian, integritas, serta keterampilan komunikasi, orientasi ini diharapkan menjadi titik awal mahasiswa untuk menata langkah mereka. UBSI Karawang ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana di atas kertas, tetapi juga pribadi yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

“Mulai sekarang, bentuklah karakter yang baik, latih soft skill kalian, dan jangan takut gagal. Ingat, dunia kerja lebih menghargai orang yang bisa bekerja sama, beradaptasi, dan punya etika, dibandingkan hanya sekadar pintar,” pungkas Salman di akhir sesi.

Dengan pesan ini, orientasi akademik UBSI Karawang menjadi momen berharga bagi mahasiswa baru untuk menyadari bahwa kesuksesan bukanlah tujuan instan. Melainkan proses panjang yang menuntut keseimbangan antara kecerdasan akademik dan soft skill yang matang.