
Karawang, Karawanghitz — Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggelar kegiatan Persamaan Persepsi Mata Kuliah Semester Ganjil 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Jumat, 19 September 2025, pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah inti, baik dari kampus utama maupun seluruh PSDKU, sebagai bentuk sinergi akademik yang berkesinambungan.
Dalam kegiatan ini, para dosen yang hadir diberikan pengarahan terkait mata kuliah yang menjadi inti di Program Studi SIA. Mata kuliah tersebut meliputi Dasar Pemrograman, Pemrograman Akuntansi, Sistem Informasi Akuntansi, serta Aplikasi Komputer Akuntansi. Pengarahan disampaikan secara langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, yakni Rizal Amegia Saputra, M.Kom, Candra Agustina, M.Kom, Lila Dini Utami, M.Kom, dan Dede Firmansyah Saefudin, M.Kom.
Mereka tidak hanya memaparkan rancangan pembelajaran, tetapi juga memberikan arahan tentang penggunaan modul, slide, Rencana Tugas Mahasiswa (RTM), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga proyek akhir yang akan menjadi bagian penting dalam penilaian mahasiswa. Dengan begitu, diharapkan tidak ada perbedaan persepsi dalam penyampaian materi, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih seragam dan terarah.
Persamaan Persepsi dalam Tujuan Kegiatan
Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Miwan Kurniawan Hidayat, S.T., M.T., M.Kom, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana konsolidasi akademik. “Kita ingin memastikan bahwa setiap dosen memiliki pemahaman yang sama, tidak hanya terhadap kurikulum, tetapi juga dalam metode penyampaian dan evaluasi pembelajaran. Dengan begitu, mahasiswa bisa merasakan kualitas perkuliahan yang merata di seluruh kampus,” ujarnya.
Tujuan kegiatan ini mencakup lima aspek utama. Pertama, menjalin silaturahmi sesama dosen pengampu mata kuliah sehingga terbangun komunikasi yang lebih erat. Kedua, menumbuhkan rasa percaya diri bagi dosen untuk menyampaikan pendapat maupun gagasan akademik. Ketiga, menyamakan persepsi terhadap mata kuliah inti agar tidak terjadi perbedaan standar pengajaran. Keempat, memberikan wawasan mengenai pemahaman kurikulum yang telah dirancang sesuai kebutuhan kompetensi mahasiswa. Kelima, memperkuat pemahaman dosen dalam mengaplikasikan materi perkuliahan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia industri.
Persamaan Persepsi dalam Penyusunan Materi
Selama kegiatan berlangsung, diskusi interaktif terjadi antara para dosen. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah perlunya penyesuaian materi dengan kebutuhan mahasiswa yang kini semakin dekat dengan dunia kerja berbasis digital. Misalnya, dalam mata kuliah Dasar Pemrograman, pembahasan tidak hanya difokuskan pada teori dasar algoritma, tetapi juga pada praktik pemrograman yang bisa diterapkan dalam konteks akuntansi.
Begitu pula pada mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi, para dosen menyepakati perlunya menambahkan studi kasus terkini mengenai penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan laporan keuangan. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikan sistem yang sesuai dengan kebutuhan industri akuntansi modern,” jelas Lila Dini Utami, M.Kom.
Sementara itu, dalam mata kuliah Aplikasi Komputer Akuntansi, dosen pengampu bersepakat untuk menggunakan perangkat lunak akuntansi yang umum dipakai di perusahaan, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dengan aplikasi yang nantinya akan mereka jumpai di dunia kerja.
Persamaan Persepsi sebagai Strategi Peningkatan Kualitas
Kegiatan persamaan persepsi ini menjadi strategi penting bagi Program Studi SIA dalam menjaga mutu pembelajaran. Dengan adanya forum seperti ini, dosen dapat saling bertukar pandangan, menyamakan rencana, sekaligus menyelesaikan perbedaan pendekatan yang mungkin muncul. Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang mendorong setiap program studi untuk melakukan evaluasi dan sinkronisasi internal secara berkala.
Data dari Higher Education Statistics Indonesia menunjukkan bahwa konsistensi kurikulum dan keseragaman standar pembelajaran berpengaruh besar terhadap kepuasan mahasiswa. Mahasiswa yang mendapatkan pengalaman belajar yang seragam cenderung lebih siap menghadapi dunia kerja. Inilah yang menjadi salah satu landasan bagi Prodi Sistem Informasi Akuntansi untuk terus memperkuat sinergi antar-dosen pengampu.
Persamaan Persepsi Menuju Semester Ganjil yang Lebih Optimal
Menutup kegiatan, Ketua Prodi kembali menekankan pentingnya implementasi hasil persamaan persepsi ini di ruang kelas. “Kami berharap, apa yang telah dibicarakan hari ini benar-benar dijalankan. Semester Ganjil 2025/2026 harus menjadi momentum untuk memperlihatkan kualitas yang lebih baik, baik bagi dosen maupun mahasiswa,” kata Miwan.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para dosen dalam mengajar serta memberi pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi mahasiswa. Sinergi antara pengajar dan keseragaman metode pembelajaran menjadi modal utama bagi Prodi Sistem Informasi Akuntansi untuk melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja yang dinamis.












