Pendidikan

Rapat Kerja Kurikulum Berkualitas Sistem Informasi Akuntansi

×

Rapat Kerja Kurikulum Berkualitas Sistem Informasi Akuntansi

Sebarkan artikel ini
Rapat Kerja
Sumber Gambar: Universitas BSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Perubahan kurikulum menjadi langkah penting bagi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Penyusunan Buku Kurikulum Program Studi Sistem Informasi Akuntansi yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Desember 2024, dan Jumat, 13 Desember 2024. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom ini melibatkan Kaprodi dan staf program studi dari pusat maupun PSDKU, dengan menghadirkan narasumber serta moderator yang berkompeten di bidangnya.

Dalam sesi awal, rapat kerja ini menyoroti evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun akademik 2023/2024. Evaluasi ini menjadi fondasi penting untuk melihat sejauh mana capaian pembelajaran telah sesuai dengan target yang direncanakan. Kaprodi Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Pusat, Miwan Kurniawan H, ST., M.Kom., dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi bukan hanya menilai hasil, tetapi juga mencari solusi konkret untuk peningkatan kualitas perkuliahan.

“Evaluasi yang kita lakukan hari ini adalah pijakan bagi langkah berikutnya. Kita harus berani melihat kelemahan sekaligus menguatkan keunggulan, agar kurikulum yang disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja,” ujar Miwan.

Evaluasi yang dilakukan mencakup kualitas penyampaian materi, efektivitas penggunaan teknologi pembelajaran, hingga kesiapan dosen dalam menghadapi dinamika mahasiswa. Data evaluasi yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar untuk menyempurnakan kurikulum dan strategi perkuliahan pada semester berikutnya.

Rapat Kerja Persiapan Perkuliahan Semester Genap 2024/2025

Selain evaluasi, rapat juga difokuskan pada persiapan bahan ajar semester genap tahun akademik 2024/2025. Para dosen dan staf program studi diarahkan untuk memperbarui materi ajar agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan praktik akuntansi terkini.

Moderator acara, Raja Sabaruddin, M.Kom., menegaskan pentingnya inovasi dalam penyusunan bahan ajar. “Perkuliahan tidak bisa stagnan. Mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan terbaru, baik di sisi teknologi maupun praktik akuntansi, agar mereka siap bersaing ketika lulus nanti,” jelasnya.

Persiapan ini mencakup penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan standar Outcome-Based Education (OBE), serta penyesuaian modul praktikum yang berbasis pada penggunaan aplikasi akuntansi digital.

Rapat Kerja Rencana Kegiatan Akademik Tahun 2024/2025

Agenda lain yang tidak kalah penting adalah perencanaan kegiatan akademik untuk tahun akademik 2024/2025. Rencana ini meliputi penyusunan kalender akademik, agenda seminar ilmiah, penguatan penelitian mahasiswa, serta pengembangan kerja sama dengan industri.

Dalam paparannya, Adi Supriyatna, M.Kom., selaku Wakil Rektor II Bidang Non Akademik sekaligus narasumber utama, menyampaikan pentingnya sinergi antara kampus dan dunia industri. “Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang hidup. Artinya, ia harus relevan dengan perkembangan dunia kerja dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif,” tuturnya.

Adi juga menekankan perlunya mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan non-teknis, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu, yang kini menjadi kompetensi utama di pasar kerja.

Rapat Kerja Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE

Puncak dari rapat kerja ini adalah penyusunan buku kurikulum baru berbasis Outcome-Based Education (OBE). Model OBE dipilih karena menitikberatkan pada hasil belajar (learning outcomes) yang jelas dan terukur, sehingga setiap lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui kurikulum ini antara lain memperbaiki struktur kurikulum sesuai kompetensi generik OBE, menyusun capaian pembelajaran yang relevan, serta memperbarui sistem pembelajaran dan penilaian. Selain itu, sarana dan prasarana pembelajaran juga menjadi perhatian utama, agar mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga pengalaman praktik yang mumpuni.

“OBE adalah jawaban atas tantangan pendidikan tinggi saat ini. Dengan pendekatan ini, kita memastikan setiap mata kuliah memberikan kontribusi nyata pada kompetensi akhir yang harus dimiliki mahasiswa,” jelas Adi Supriyatna.

Dengan terselenggaranya rapat kerja ini, diharapkan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi mampu menyajikan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar kerja. Kurikulum berbasis OBE ini juga diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan daya saing lulusan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen institusi untuk selalu berbenah dan menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas. Dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari Kaprodi, staf program studi, hingga pimpinan universitas, proses penyusunan kurikulum dilakukan secara komprehensif dan partisipatif.

Rapat kerja ini menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak pernah berhenti berkembang. Dengan semangat kolaborasi, evaluasi berkelanjutan, dan visi ke depan, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi optimistis dapat melahirkan generasi unggul yang siap menjawab tantangan global.