Pendidikan

Pemanfaatan AI untuk Bisnis di Era Digital Diungkap Mochammad Rizky Kusumayudha

×

Pemanfaatan AI untuk Bisnis di Era Digital Diungkap Mochammad Rizky Kusumayudha

Sebarkan artikel ini
AI untuk Bisnis
Sumber Gambar: Universitas BSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Karawang kembali menghadirkan narasumber inspiratif dalam rangkaian Seminar Kemerdekaan Digital yang digelar pada Rabu, 3 September 2025. Salah satu pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Mochammad Rizky Kusumayudha, M.Kom, seorang akademisi sekaligus praktisi teknologi yang menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk pengembangan bisnis di era digital.

Dalam paparannya, Rizky menjelaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi berbagai sektor industri. Menurutnya, AI menjadi motor penggerak utama yang mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal, sekaligus membuka peluang inovasi produk dan layanan.

“AI kini sudah masuk ke berbagai lini kehidupan, termasuk dunia bisnis. Mulai dari sistem rekomendasi di e-commerce, chatbot layanan pelanggan, hingga analisis data untuk menentukan strategi pemasaran. Jika perusahaan tidak segera beradaptasi, mereka bisa tertinggal dari kompetitor,” ujar Rizky di hadapan ratusan peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga perwakilan sekolah se-Kabupaten Karawang.

Fakta ini sejalan dengan laporan PwC Global Artificial Intelligence Study yang memperkirakan kontribusi AI terhadap perekonomian global akan mencapai 15,7 triliun dolar AS pada tahun 2030. Angka fantastis tersebut menjadi bukti nyata bahwa AI bukan sekadar konsep teknologi, melainkan instrumen bisnis yang menentukan daya saing di masa depan.

Pemanfaatan AI untuk Bisnis dan Dampaknya pada UMKM

Selain perusahaan besar, Rizky menekankan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga dapat memanfaatkan AI untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan dukungan teknologi analisis data, pelaku UMKM bisa memahami tren konsumen secara lebih akurat.

“Banyak UMKM yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi kurang memahami perilaku pasar. Melalui AI, mereka bisa mendapatkan insight penting seperti waktu terbaik promosi, preferensi pelanggan, hingga prediksi produk yang akan laris,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan hasil riset McKinsey Global Institute yang menemukan bahwa perusahaan yang mengadopsi AI dapat meningkatkan profitabilitas hingga 20 persen lebih tinggi dibanding yang belum menerapkannya. Bagi UMKM, peluang ini bisa menjadi jalan keluar untuk menghadapi tantangan persaingan di era digital.

Pemanfaatan AI untuk Bisnis dalam Perspektif Etika dan Regulasi

Meski menawarkan banyak peluang, Rizky juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI perlu disertai dengan kesadaran etika dan kepatuhan regulasi. Ia menegaskan bahwa AI hanyalah alat, sementara keputusan bisnis tetap berada di tangan manusia.

“Kita tidak bisa menyerahkan seluruh kendali kepada mesin. Masih ada aspek etika, keadilan, dan tanggung jawab yang tidak bisa digantikan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk bekerja sama menyusun regulasi yang jelas terkait penggunaan AI,” tegasnya.

Pandangan ini juga tercermin dalam laporan UNESCO tahun 2021 yang menekankan pentingnya pengembangan AI yang berpusat pada manusia (human-centered AI). Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak hanya mendorong keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan nilai kemanusiaan.

Antusiasme Peserta Seminar Kemerdekaan Digital

Seminar yang berlangsung di Aula Universitas BSI Karawang ini disambut antusias oleh peserta. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan seputar implementasi AI untuk bisnis dalam dunia nyata.

Salah satu peserta, siswi SMA di Karawang, mengaku terinspirasi dengan penjelasan Rizky. “Saya jadi lebih paham kalau AI bukan hanya soal robot canggih, tapi bisa dipakai untuk hal-hal praktis, bahkan oleh pelaku usaha kecil. Ini membuka wawasan saya tentang peluang kerja dan AI untuk bisnis di masa depan,” tuturnya.

Pihak penyelenggara berharap seminar ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memicu semangat generasi muda Karawang untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital.

Pemanfaatan AI untuk Bisnis sebagai Langkah Strategis Masa Depan

Menutup sesi presentasinya, Rizky mengajak peserta untuk memandang AI untuk bisnis bukan sebagai ancaman, melainkan peluang. “Masa depan bisnis akan sangat dipengaruhi oleh teknologi. Kuncinya adalah bagaimana kita memanfaatkannya secara cerdas, etis, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Seminar Kemerdekaan Digital di UBSI Karawang pun menjadi momentum penting bagi para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk memahami bahwa teknologi, khususnya AI untuk bisnis, bukan hanya urusan para ahli komputer, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus dikuasai demi kemandirian bangsa di era global.