
Karawang, Karawanghitz — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang sukses menyelenggarakan Seminar Kemerdekaan Digital pada Rabu, 3 September 2025. Acara yang berlangsung di Aula UBSI Karawang ini menjadi wadah diskusi penting mengenai peran generasi muda dalam menghadapi tantangan sekaligus peluang di era digital.
Seminar ini dihadiri oleh puluhan siswa dan guru se kabupaten Karawang. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap isu transformasi digital, terutama dalam kaitannya dengan kemerdekaan berekspresi, literasi digital, serta keamanan siber.
Seminar Kemerdekaan Digital dan Pentingnya Literasi Teknologi
Dalam sambutannya, Kepala Kampus Universitas BSI Kampus Karawang, Hasan Basri, M.Kom., menyampaikan bahwa kemerdekaan digital bukan hanya soal kebebasan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami dan memanfaatkannya secara cerdas.
“Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu membekali diri dengan literasi digital yang kuat. Tanpa itu, kemerdekaan di ruang digital bisa menjadi bumerang, mulai dari penyalahgunaan data hingga terjebak dalam informasi palsu,” ujarnya.
Pernyataan ini sejalan dengan data terbaru dari We Are Social dan Meltwater (2025) yang mencatat lebih dari 220 juta penduduk Indonesia kini aktif menggunakan internet, dengan rata-rata penggunaan harian mencapai lebih dari 7 jam. Fakta ini menunjukkan betapa pentingnya membangun kesadaran digital sejak dini, terutama di kalangan mahasiswa.
Seminar Kemerdekaan Digital Menjadi Ruang Diskusi Interaktif
Selain menghadirkan pemaparan materi, Seminar Kemerdekaan Digital juga dirancang interaktif dengan sesi tanya jawab. Para peserta dapat langsung berdialog dengan narasumber, membahas isu-isu aktual seperti keamanan privasi di media sosial, peluang karier di industri digital, hingga fenomena maraknya hoaks menjelang Pemilu 2024 yang lalu.
Salah satu narasumber, AI enthusiast sekaligus dosen UBSI, Moch. Syamsul Azis, M.Kom., menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. “Jangan sampai kita merasa merdeka di dunia digital, tetapi sebenarnya sedang diawasi atau bahkan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Literasi digital harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak sembarangan membagikan informasi pribadi,” jelasnya (03/09).
Generasi Muda dan Tantangan Kemerdekaan Digital
Para peserta seminar juga diajak memahami bahwa kemerdekaan digital berarti memiliki kebebasan sekaligus tanggung jawab. Kebebasan untuk berkarya dan berekspresi harus diimbangi dengan etika berinternet yang baik.
Dalam sesi diskusi panel, salah satu siswa mengungkapkan pandangannya. “Banyak anak muda yang salah paham tentang kebebasan digital. Mereka menganggap bebas berarti boleh melakukan apa saja di media sosial. Padahal, ada batasan hukum dan etika yang harus kita patuhi,” katanya (03/09).
Pendapat ini relevan dengan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo, 2024) yang mencatat lebih dari 11 ribu kasus penyebaran konten negatif di Indonesia sepanjang tahun lalu, termasuk hoaks, ujaran kebencian, dan penipuan online. Angka tersebut menjadi peringatan bahwa literasi digital harus terus diperkuat.
Seminar Kemerdekaan Digital Jadi Momentum Refleksi
Acara yang berlangsung selama hampir lima jam ini tidak hanya membekali peserta dengan ilmu, tetapi juga memberikan refleksi mendalam tentang makna kemerdekaan di era digital. Seminar ditutup dengan pernyataan Moch. Syamsul Azis, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam mencetak generasi yang melek digital.
“Seminar ini adalah bagian dari upaya UBSI membangun karakter mahasiswa yang kritis, kreatif, dan bijak dalam menggunakan teknologi. Kita ingin mereka tidak hanya menjadi konsumen digital, tetapi juga produsen konten positif yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya (03/09).
Dampak dan Harapan dari Seminar Kemerdekaan Digital
Bagi mahasiswa UBSI Karawang, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk lebih aktif dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi. Antusiasme peserta yang tinggi juga menjadi sinyal positif bahwa generasi muda siap menyongsong masa depan digital dengan sikap bijak dan bertanggung jawab.
Dengan kesuksesan penyelenggaraan Seminar Kemerdekaan Digital ini, UBSI Karawang menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan literasi digital. Harapannya, semangat kemerdekaan digital bisa menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif, aman, dan berdaya saing di tengah derasnya arus globalisasi teknologi.












