
Karawang, Karawanghitz — Dalam upaya memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan industri teknologi informasi yang semakin kompetitif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan kegiatan pembekalan Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Jumat, 19 Desember 2025.
Melalui Zoom Meeting, dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dari UBSI PSDKU Karawang serta UBSI Kampus Jakarta. Pembekalan ini menjadi bagian penting dari strategi institusi dalam memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang terstandar dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sertifikasi Kompetensi sebagai Jembatan Akademik dan Industri
Kegiatan pembekalan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai proses dan substansi Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer yang berada di bawah naungan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI. Sertifikasi tersebut diakui secara nasional dan menjadi salah satu instrumen penilaian objektif terhadap kemampuan teknis serta profesionalisme calon tenaga kerja di bidang pemrograman.
Melalui forum ini, mahasiswa diperkenalkan pada ruang lingkup kompetensi yang akan diuji, mulai dari pengembangan perangkat lunak, pengelolaan basis data, hingga penerapan standar kerja profesional. Tidak hanya aspek teknis, sertifikasi juga menekankan kedisiplinan kerja, ketepatan dokumentasi, dan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku di industri.
Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer Dibedah oleh Asesor LSP
Sebagai narasumber utama, UBSI menghadirkan Abdussomad, M.Kom., asesor tersertifikasi dari LSP BSI yang telah berpengalaman dalam pendampingan sertifikasi kompetensi mahasiswa. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci unit-unit kompetensi yang akan diasesmen serta mekanisme penilaian yang harus dipahami peserta sejak awal.
“Sertifikasi Programmer bukan sekadar ujian teknis menulis kode, tetapi proses pembuktian kemampuan kerja secara menyeluruh. Di dalamnya ada aspek perencanaan, implementasi, hingga evaluasi hasil kerja sesuai standar industri,” ujar Abdussomad dalam sesi pemaparan (19/12).
Ia menambahkan bahwa sertifikasi memberikan nilai tambah yang signifikan bagi lulusan perguruan tinggi. “Melalui sertifikasi ini, mahasiswa dapat menunjukkan kompetensinya secara objektif dan terukur. Ini menjadi bekal penting ketika mereka memasuki pasar kerja yang semakin selektif,” katanya.
Proses Pembekalan Sertifikasi Kompetensi yang Interaktif
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan teknis terkait alur pendaftaran sertifikasi, tahapan pra-asesmen, serta teknik penyusunan dan pengunggahan portofolio melalui sistem LSP BSI. Sesi ini dirancang interaktif, dengan ruang diskusi yang memungkinkan mahasiswa dari dua kampus saling bertukar pengalaman dan pertanyaan.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait persiapan portofolio dan strategi menghadapi asesmen. Diskusi yang berlangsung mencerminkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya sertifikasi sebagai bagian dari kesiapan profesional mereka.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang standar kompetensi yang diharapkan industri. “Pembekalan ini membuat kami lebih percaya diri karena tahu apa saja yang harus dipersiapkan sebelum uji kompetensi,” ungkapnya.
Dampak Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Kegiatan pembekalan lintas kampus ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan sumber daya manusia yang kompeten bagi masyarakat dan industri. Lulusan yang tersertifikasi diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat di lingkungan kerja serta memberikan solusi teknologi yang berkualitas.
Melalui sertifikasi, mahasiswa juga didorong untuk membangun budaya belajar berkelanjutan dan menjunjung tinggi standar profesionalisme. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri digital yang menuntut tenaga kerja tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja dan tanggung jawab profesional.
Penegasan Peran UBSI dalam Mencetak Talenta Unggul
Melalui kegiatan pembekalan Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer ini, UBSI Kampus Karawang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan industri. Kolaborasi lintas kampus serta keterlibatan asesor profesional menjadi wujud nyata upaya institusi dalam menjembatani dunia akademik dan dunia kerja.
Dengan pembekalan yang terarah dan sertifikasi yang diakui secara nasional, UBSI terus berupaya mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di sektor teknologi dan industri digital yang terus berkembang.












