<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kecerdasan buatan &#8211; Karawang Hitz</title>
	<atom:link href="https://karawanghitz.com/tag/kecerdasan-buatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://karawanghitz.com</link>
	<description>Karawang Berbicara</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2026 06:46:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://karawanghitz.com/wp-content/uploads/2024/11/Icon-Karawang-Hitz-80x80.png</url>
	<title>kecerdasan buatan &#8211; Karawang Hitz</title>
	<link>https://karawanghitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prodi SIA UBSI Review Draf Kurikulum 2027–2031 dengan Penguatan Materi AI</title>
		<link>https://karawanghitz.com/pendidikan/prodi-sia-ubsi-review-draf-kurikulum-2027-2031-dengan-penguatan-materi-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 06:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum 2027]]></category>
		<category><![CDATA[Outcome-Based Education]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi SIA]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=5896</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Bogor – Program Studi Sistem Informasi Akuntansi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz</a>, Bogor –</strong> Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Diploma Tiga, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menggelar Review Draf Kurikulum 2027–2031 secara hybrid pada Rabu (28/10/2026), pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan ini membahas penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), dengan penekanan pada penguatan muatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Peserta terdiri atas unsur pimpinan fakultas, dosen, dan perwakilan Prodi SIA dari enam kampus UBSI, yakni Bogor, Solo, Tegal, Karawang, Sukabumi, dan Pontianak. Mereka mengikuti kegiatan secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Format hybrid ini memungkinkan perwakilan dari berbagai daerah berpartisipasi dalam satu forum yang sama.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kegiatan mengusung tema “Penguatan dan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Berbasis Kebutuhan Industri, Perkembangan Teknologi, dan Outcome-Based Education (OBE)”. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, Rachmat Adi Purnama, M.Kom. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa kurikulum perlu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan sejalan dengan kebutuhan dunia kerja. “Kurikulum harus bisa mengikuti perubahan teknologi dan tetap sesuai dengan yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujarnya.</p>
<blockquote>
<p dir="ltr"><a href="https://news.bsi.ac.id/berita/edukasi/rekomendasi-kampus-dengan-jurusan-sistem-informasi-terbaik-di-karawang/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Rekomendasi Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Terbaik</strong></a></p>
</blockquote>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Setelah pembukaan, Sri Wasiyanti, M.Kom, mewakili Prodi SIA memaparkan rancangan kurikulum. Materi presentasinya mencakup visi keilmuan, profil lulusan, dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Ia juga menjelaskan struktur kurikulum yang berjumlah 108 SKS dengan 36 mata kuliah, tersebar dari semester 1 hingga semester 6. Selain itu, paparan memuat bahan kajian serta pemetaan mata kuliah dan metode pembelajaran.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Rancangan tersebut kemudian ditinjau oleh Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara Q.N., S.Si., S.Kom., yang hadir sebagai reviewer. Ia memberikan sejumlah masukan strategis. Masukan itu meliputi penguatan muatan AI, penajaman visi keilmuan, serta keselarasan antara visi, mata kuliah, dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). “Visi keilmuan, daftar mata kuliah, dan RPS perlu saling terhubung, termasuk dalam memasukkan materi AI,” kata Achmad Benny.</p>
<figure id="attachment_5901" aria-describedby="caption-attachment-5901" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5901" src="https://karawanghitz.com/wp-content/uploads/2026/11/WhatsApp-Image-2026-11-05-at-18.09.10-e1794033931147.jpeg" alt="" width="1280" height="845" /><figcaption id="caption-attachment-5901" class="wp-caption-text"><em>Sumber gambar: Universitas Bina Sarana Informatika</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dari hasil pembahasan, Prodi SIA menetapkan beberapa tindak lanjut. Pertama, program studi akan meninjau kembali visi keilmuan agar menjawab tantangan digitalisasi akuntansi di era AI. Kedua, tim akan mengaudit sebaran mata kuliah dan RPS untuk memastikan keduanya konsisten dengan visi tersebut.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tindak lanjut berikutnya berkaitan dengan isi materi. Prodi akan mengkaji integrasi sejumlah topik ke dalam kurikulum, yaitu pengantar AI, prompt engineering, AI for Finance, machine learning untuk keuangan, dan business intelligence. Dengan cakupan tersebut, mahasiswa diharapkan mengenal pemanfaatan teknologi pada pekerjaan akuntansi dan keuangan.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di luar materi AI, pembahasan juga menyentuh mata kuliah praktik. Prodi akan meninjau penamaan serta memperkuat mata kuliah pengembangan aplikasi akuntansi dan proyek Sistem Informasi Akuntansi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum secara menyeluruh.</p>
<blockquote>
<p dir="ltr"><a href="https://news.bsi.ac.id/berita/edukasi/kampus-dengan-jurusan-sistem-informasi-akuntansi-terbaik-di-karawang/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga:<br />
Mau Kuliah di Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Akuntansi Terbaik? Ini 4 Pilihannya</strong></a></p>
</blockquote>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perwakilan Prodi SIA dari berbagai kampus UBSI menilai keterlibatan lintas kampus dalam forum ini penting untuk menjaga kesamaan arah kurikulum. “Dengan melibatkan banyak kampus, kami berharap kurikulum yang dihasilkan relevan, mudah beradaptasi, dan sesuai kebutuhan industri,” ujar salah satu perwakilan prodi.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Review ini ditujukan agar Kurikulum 2027–2031 dapat memperkuat kompetensi lulusan di bidang akuntansi dan sistem informasi. Selain itu, kurikulum diharapkan membekali mahasiswa dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tantangan dunia kerja di era AI.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hasil review beserta masukan dari reviewer akan menjadi bahan penyempurnaan draf. Prodi SIA akan menindaklanjuti setiap poin tersebut sebelum kurikulum diberlakukan pada periode 2027–2031.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Era AI Dorong Pentingnya Penguatan Kemampuan Dasar</title>
		<link>https://karawanghitz.com/teknologi/era-ai-dorong-pentingnya-penguatan-kemampuan-dasar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Revalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 07:41:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Fundamental Skill]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=4291</guid>

					<description><![CDATA[Karawanghitz, Karawang &#8212; Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" data-start="54" data-end="503"><strong><a href="http://karawanghitz.com">Karawanghitz,</a> Karawang &#8212; </strong>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Teknologi ini kini digunakan untuk membantu berbagai aktivitas, mulai dari pembuatan konten, pengolahan data, pencarian informasi, hingga mendukung proses pembelajaran. Meski menawarkan kemudahan dan efisiensi, kehadiran AI tidak serta-merta mengurangi pentingnya kemampuan dasar yang dimiliki manusia.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="505" data-end="926">Pemanfaatan AI yang semakin luas memunculkan berbagai pandangan di masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa teknologi tersebut dapat menggantikan banyak peran manusia sehingga penguasaan fundamental atau konsep dasar dianggap tidak lagi menjadi prioritas. Padahal, para pengamat teknologi menilai bahwa kemampuan dasar justru semakin penting untuk memastikan teknologi digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="928" data-end="1277">Dalam praktiknya, AI dirancang untuk membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat. Sistem ini mampu menganalisis data dalam jumlah besar, menghasilkan rekomendasi, hingga membantu menyusun berbagai jenis informasi. Namun, hasil yang diberikan AI tetap memerlukan pemahaman dan penilaian manusia agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan.</p>
<blockquote>
<p data-start="928" data-end="1277"><a href="https://milenianews.com/mata-akademisi/dampak-artificial-intelligence-terhadap-pendidikan-islam-peluang-ancaman-dan-perspektif-epistemologis/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga: Dampak Artificial Intelligence terhadap Pendidikan Islam: Peluang, Ancaman, dan Perspektif Epistemologis</strong></a></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;" data-start="1279" data-end="1602">Pemahaman fundamental menjadi faktor utama yang menentukan efektivitas penggunaan teknologi tersebut. Seseorang yang memiliki dasar pengetahuan yang kuat akan lebih mudah memahami cara kerja AI, menilai kualitas informasi yang dihasilkan, serta mengidentifikasi kemungkinan kesalahan yang muncul dalam proses penggunaannya.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1604" data-end="1979">Sebaliknya, ketergantungan pada AI tanpa dibarengi pemahaman konsep dasar berisiko menimbulkan berbagai persoalan. Pengguna dapat menerima informasi atau solusi yang diberikan teknologi tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan, terutama ketika AI digunakan dalam bidang yang membutuhkan akurasi tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="1981" data-end="2298">Di sektor teknologi informasi, misalnya, AI kini banyak dimanfaatkan untuk membantu proses pemrograman, analisis data, dan pengembangan perangkat lunak. Meskipun demikian, pengetahuan mengenai logika pemrograman, algoritma, struktur data, serta cara kerja sistem komputer tetap menjadi kompetensi yang harus dimiliki.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2300" data-end="2586">AI memang dapat menghasilkan kode program atau memberikan rekomendasi teknis dalam waktu singkat. Namun, manusia tetap berperan dalam menentukan kebutuhan sistem, mengevaluasi hasil yang dihasilkan teknologi, serta memastikan solusi yang dipilih sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2588" data-end="2960">Selain kemampuan teknis, sejumlah keterampilan dasar lain juga dinilai semakin relevan pada era AI. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah menjadi aspek yang sulit digantikan oleh teknologi. AI dapat menyediakan berbagai alternatif jawaban, tetapi manusia tetap diperlukan untuk memahami konteks dan menentukan pilihan yang paling tepat.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="2962" data-end="3319">Kemampuan berpikir kritis, misalnya, membantu seseorang menganalisis informasi yang diperoleh sebelum mengambil keputusan. Sementara itu, kreativitas memungkinkan manusia menciptakan ide-ide baru yang tidak hanya bergantung pada data yang telah tersedia sebelumnya. Kombinasi kedua kemampuan tersebut menjadi nilai tambah yang membedakan manusia dari mesin.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="3321" data-end="3702">Perkembangan AI juga mendorong perubahan kebutuhan kompetensi di dunia pendidikan dan dunia kerja. Banyak institusi kini mulai menekankan pentingnya penguasaan dasar ilmu pengetahuan bersamaan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital. Pendekatan ini dianggap penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan mengembangkannya.</p>
<blockquote>
<p data-start="3321" data-end="3702"><a href="https://milenianews.com/news/independence-day-artificial-intelligence-conference25-buktikan-ai-bukan-ancaman-tapi-mitra-produktivitas/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Baca juga: Independence Day: Artificial Intelligence Conference’25 Buktikan AI Bukan Ancaman, Tapi Mitra Produktivitas</strong></a></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;" data-start="3704" data-end="3995">Seiring dengan pesatnya inovasi digital, teknologi akan terus mengalami perubahan. Perangkat dan aplikasi yang digunakan saat ini bisa saja berganti dalam beberapa tahun ke depan. Namun, kemampuan dasar yang kuat akan tetap menjadi modal utama untuk beradaptasi dengan perkembangan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="3997" data-end="4257">Karena itu, kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman terhadap peran manusia. Sebaliknya, teknologi ini dapat menjadi alat yang membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi ketika digunakan oleh individu yang memiliki pemahaman yang memadai.</p>
<p style="text-align: justify;" data-start="4259" data-end="4596">Pada akhirnya, perkembangan AI menunjukkan bahwa hubungan antara manusia dan teknologi bersifat saling melengkapi. AI berfungsi sebagai alat pendukung yang dapat mempercepat berbagai proses, sedangkan kemampuan berpikir, memahami, menilai, dan menciptakan tetap menjadi peran utama yang dimiliki manusia dalam menghadapi perubahan zaman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop Beyond AI Outlook 2026 Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Era Digital</title>
		<link>https://karawanghitz.com/teknologi/workshop-beyond-ai-outlook-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 06:15:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI dan karier]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[UBSI Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop Beyond AI]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop Beyond AI Outlook 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://karawanghitz.com/?p=3331</guid>

					<description><![CDATA[Karawang, Karawanghitz &#8212; Workshop Beyond AI Outlook 2026...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3332" aria-describedby="caption-attachment-3332" style="width: 2070px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-3332 size-full" src="https://karawanghitz.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_0961-scaled-e1765956345560.jpg" alt="Workshop" width="2070" height="1278" srcset="https://karawanghitz.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_0961-scaled-e1765956345560.jpg 2070w, https://karawanghitz.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_0961-scaled-e1765956345560-1536x948.jpg 1536w, https://karawanghitz.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_0961-scaled-e1765956345560-2048x1264.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2070px) 100vw, 2070px" /><figcaption id="caption-attachment-3332" class="wp-caption-text"><a href="https://www.instagram.com/bsi_karawang?igsh=MWQ2d21sa2h2cXFsdw==" target="_blank" rel="noopener"><em>Sumber Gambar: UBSI Karawang</em></a></figcaption></figure>
<p style="text-align: justify"><a href="http://karawanghitz.com">Karawang,</a> Karawanghitz &#8212; Workshop Beyond AI Outlook 2026 bertajuk <em>“Boost Your Career with AI: The Key to Success in The Digital Era”</em> digelar oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang belajar terbuka yang mempertemukan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum untuk memahami peran kecerdasan buatan dalam membentuk masa depan karier dan industri digital. Acara yang berlangsung di Karawang tersebut diinisiasi oleh mahasiswa penerima beasiswa jalur undangan yang tergabung dalam tim panitia, sebagai wujud kontribusi nyata generasi muda dalam mendorong literasi teknologi di lingkungan sekitar.</p>
<p style="text-align: justify">Workshop Beyond AI Outlook 2026 dirancang sebagai forum edukatif yang membahas perkembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan secara praktis dan kontekstual. Kegiatan ini menghadirkan Alex Suhardi, S.Sos., M.M., Partner of DICO (Digital Creative Community), sebagai narasumber utama yang mengulas tren AI global dan dampaknya terhadap dunia kerja. Turut hadir Salman Alfarizi, M.Kom., Ketua Program Studi Teknologi Informasi UBSI Karawang, yang memberikan perspektif akademik mengenai kesiapan sumber daya manusia di era digital.</p>
<p style="text-align: justify">Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kampus UBSI Karawang, Hasan Basri, M.Kom. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, komunitas, dan masyarakat untuk menjawab tantangan transformasi digital. “Perkembangan AI tidak bisa dihindari. Yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif,” ujarnya.</p>
<h3 style="text-align: justify"><strong>Workshop Beyond AI dan Tantangan Dunia Kerja Masa Depan</strong></h3>
<p style="text-align: justify">Dalam pemaparannya, Alex Suhardi menyoroti perubahan lanskap pekerjaan akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan. Ia menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat teknologi, melainkan katalis perubahan yang menuntut peningkatan keterampilan manusia. “AI tidak menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu bekerja berdampingan dengan AI-lah yang akan bertahan. Kunci suksesnya ada pada kemampuan belajar ulang, kreativitas, dan pemahaman data,” kata Alex di hadapan peserta.</p>
<p style="text-align: justify">Sementara itu, Salman Alfarizi menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, integrasi materi AI dalam kurikulum harus dibarengi dengan penguatan soft skills. “Mahasiswa perlu dibekali tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga etika digital, komunikasi, dan problem solving. Workshop seperti ini menjadi jembatan antara teori dan praktik,” tuturnya.</p>
<h3 style="text-align: justify"><strong>Antusiasme Peserta dan Peran Mahasiswa Inisiator</strong></h3>
<p style="text-align: justify">Workshop Beyond AI Outlook 2026 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa lintas program studi, siswa SMA/SMK, hingga masyarakat umum yang tertarik pada isu teknologi. Diskusi berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang menggambarkan tingginya rasa ingin tahu peserta terhadap peluang dan tantangan AI.</p>
<p style="text-align: justify">Menariknya, kegiatan ini diinisiasi dan dikelola oleh mahasiswa penerima beasiswa jalur undangan UBSI Karawang. Irfan Sopandi, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa workshop ini lahir dari kesadaran mahasiswa akan pentingnya berbagi pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify">“Kami ingin menghadirkan acara yang relevan dan bermanfaat, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk masyarakat luas. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami sebagai penerima manfaat pendidikan,” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify">Selain memperluas wawasan, Workshop Beyond AI Outlook 2026 memberikan gambaran konkret mengenai peluang karier di era digital, mulai dari bidang kreatif, analisis data, hingga pengembangan teknologi. Peserta diajak memahami bahwa kesiapan menghadapi masa depan tidak cukup dengan menguasai satu keahlian, melainkan membutuhkan sikap adaptif dan pembelajaran berkelanjutan.</p>
<p style="text-align: justify">Kegiatan ini menegaskan komitmen Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang dalam menghadirkan pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman. Melalui kolaborasi antara sivitas akademika dan mahasiswa, UBSI Karawang terus berupaya mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta industri digital yang terus berkembang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
