Karawanghitz, Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang menyiapkan ratusan ribu ton beras untuk kebutuhan ekspor ke Arab Saudi dan Malaysia. Persiapan tersebut dilakukan setelah ditunjuk menjadi salah satu daerah pendukung kebijakan ekspor beras nasional oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, mengatakan penunjukan itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian saat melakukan kunjungan ke gudang penyimpanan beras beberapa waktu lalu.
“Karawang sudah ditunjuk Pak Menteri Pertanian ketika berkunjung ke gudang penyimpanan beras. Saat itu beliau meminta Karawang melakukan ekspor karena daerah ini dinilai sudah swasembada beras,” kata Rohman, Rabu (6/5/2026), seperti dikutip dari Antara.
Menurut Rohman, beras yang dipersiapkan untuk ekspor berasal dari hasil panen di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kutawaluya dan Kecamatan Rawamerta. Hasil penggilingan beras dari wilayah tersebut sebelumnya telah diserap oleh Perum Bulog melalui gudang penyimpanan setempat.
Ia menyebut Karawang mendapat kepercayaan untuk mendukung ekspor beras dalam jumlah besar. Pemerintah pusat bahkan menjadikan Karawang sebagai salah satu titik awal kebijakan ekspor beras nasional.
“Karawang dipercaya untuk ekspor beras sebanyak 200 ribu ton. Saat itu Pak Menteri meminta Karawang menjadi titik awal kebijakan ekspor nasional,” ujar Rohman.
Rencana ekspor dilakukan setelah pemerintah menilai kondisi cadangan beras nasional berada dalam posisi aman. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5 juta ton.
Sebagian cadangan tersebut berasal dari daerah sentra produksi padi, termasuk Kabupaten Karawang yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Tingginya produksi padi di wilayah tersebut dinilai mendukung kesiapan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus pasar ekspor.
Meski demikian, Rohman menegaskan bahwa pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan beras hasil produksi dari Karawang. Sementara proses lanjutan terkait kebijakan ekspor menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Kami hanya mempersiapkan beras yang berasal dari Karawang. Selanjutnya menjadi kewenangan kementerian,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Karawang termasuk salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Produksi gabah kering giling di daerah tersebut tercatat mencapai lebih dari 1 juta ton setiap tahun.
Baca juga: Berantas Hama Tikus, Dinas Pertanian Karawang Kerahkan Burung Hantu ke Areal Persawahan
Selain volume produksi yang tinggi, tingkat produktivitas pertanian di Karawang juga tergolong stabil. Rata-rata produktivitas padi di wilayah itu berada pada kisaran 6,5 hingga 7 ton gabah per hektare.
Kondisi tersebut membuat Karawang selama bertahun-tahun menjadi salah satu daerah penopang kebutuhan pangan nasional, khususnya beras. Areal persawahan yang luas serta sistem irigasi yang mendukung menjadi faktor utama tingginya produksi pertanian di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Bulog masih terus dilakukan terkait mekanisme penyaluran beras untuk kebutuhan ekspor. Sementara itu, penyerapan hasil panen petani di sejumlah wilayah sentra padi juga tetap berjalan melalui gudang penyimpanan yang telah ditunjuk.












