News

Tingkat Gemar Membaca Karawang Turun ke Peringkat 15 Jabar

×

Tingkat Gemar Membaca Karawang Turun ke Peringkat 15 Jabar

Sebarkan artikel ini
Karawang

Karawanghitz, Karawang — Tingkat gemar membaca masyarakat Kabupaten Karawang mengalami penurunan berdasarkan hasil survei terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat. Dalam data tahun 2025 yang diperbarui pada 26 Februari 2026, Karawang berada di peringkat ke-15 se-Jawa Barat dengan skor 59,13.

Posisi tersebut turun dibanding hasil survei sebelumnya pada 2024 yang diperbarui per 24 Februari 2025. Saat itu, Karawang mencatat skor 80,30 dan menempati posisi tujuh besar tingkat kegemaran membaca tertinggi di Jawa Barat.

Berdasarkan data terbaru, Karawang juga berada sedikit di bawah rata-rata provinsi Jawa Barat yang tercatat sebesar 59,19. Sementara posisi tertinggi tingkat gemar membaca tahun 2025 ditempati Kabupaten Subang dengan skor 63,62, disusul Sukabumi 63,41 dan Kota Tasikmalaya 63,36.

Baca juga: Perpusda Karawang Jadi Pilihan Masyarakat untuk Ngabuburit Selama Ramadan

Penurunan posisi tersebut memunculkan perhatian terhadap kondisi budaya literasi masyarakat di Karawang. Jika pada tahun sebelumnya daerah itu masih berada di kelompok atas, kini Karawang tertinggal dari sejumlah kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.

Menanggapi hasil survei tersebut, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Karawang, Wahidin, mengatakan penurunan skor tidak bisa langsung diartikan sebagai penurunan minat baca masyarakat secara mutlak. Menurut dia, terdapat perubahan dalam sistem pengukuran yang digunakan pada survei terbaru.

“Berdasarkan ketentuan dari Perpustakaan Nasional, pengukuran terbaru menggunakan instrumen yang berbeda. Karena itu, data tahun 2025 ini menjadi baseline atau data awal, bukan kelanjutan langsung dari tahun sebelumnya,” ujar Wahidin, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, perubahan metode tersebut mengacu pada regulasi baru dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dengan instrumen yang berbeda, hasil survei tahun 2025 dinilai lebih menggambarkan kondisi aktual di lapangan.

Karena itu, kata dia, data tahun 2024 dan 2025 tidak dapat dibandingkan secara langsung. Perbandingan baru dinilai relevan jika pengukuran pada tahun-tahun berikutnya tetap menggunakan instrumen yang sama seperti saat ini.

Meski skor Karawang mengalami penurunan dibanding hasil survei sebelumnya, Wahidin menyebut capaian tahun 2025 sebenarnya melampaui target indikator kinerja utama (IKU) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Menurut dia, target tingkat kegemaran membaca Karawang pada 2025 berada di angka 55,48. Namun hasil survei menunjukkan capaian sebesar 59,13 atau lebih tinggi dari target yang ditentukan.

“Kalau melihat target IKU, capaian Karawang tahun ini sebenarnya sudah melampaui sasaran yang ditetapkan,” katanya.

Pada survei tahun 2024, Karawang berada di bawah sejumlah daerah dengan skor literasi tinggi seperti Kota Bogor yang mencatat angka 91,79, Kota Bandung 87,14, dan Kota Depok 86,19. Saat itu, Karawang masih termasuk daerah dengan tingkat kegemaran membaca relatif tinggi di Jawa Barat.

Baca juga: Atasi Rasa Jenuh Hidup di Rutan Cipinang, Fariz RM Lampiaskan dengan Menulis dan Baca Buku

Sementara pada survei terbaru, perbedaan metode pengukuran membuat skor antarwilayah cenderung lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut juga terlihat dari skor daerah peringkat teratas yang berada pada kisaran 63 poin.

Dinas Arsip dan Perpustakaan Karawang menyatakan evaluasi terhadap program literasi tetap akan dilakukan. Sejumlah upaya yang berkaitan dengan peningkatan akses bacaan, pengembangan perpustakaan, serta kegiatan literasi masyarakat disebut masih menjadi bagian dari program pemerintah daerah.

Data tingkat gemar membaca sendiri digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat kebiasaan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan bahan bacaan, baik melalui media cetak, digital, maupun fasilitas perpustakaan.