Literasi SekolahPendidikan

Mahasiswa UBSI Bahas Perilaku Belanja Online

×

Mahasiswa UBSI Bahas Perilaku Belanja Online

Sebarkan artikel ini

Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertema “Analisis Perilaku Konsumen dalam Belanja Online: Transformasi Data Menjadi Wawasan Digital” di MA Ghoyatuljihad, Karawang. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengenalkan pemahaman mengenai perilaku konsumen dan pola belanja digital kepada kalangan pelajar.

Sosialisasi yang menyasar generasi Z itu membahas bagaimana data perilaku konsumen dapat digunakan untuk memahami tren belanja online yang berkembang di masyarakat. Melalui studi kasus Customer Shopping Behavior Dataset, para siswa diperkenalkan pada cara membaca pola keputusan pembelian di platform e-commerce.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi perilaku konsumen saat berbelanja secara daring, mulai dari ulasan produk, strategi diskon, rekomendasi algoritma, hingga kebiasaan pengguna dalam memilih barang.

Materi disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami peserta. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka menggunakan platform belanja online dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Excel Mutaki, mengatakan tujuan utama sosialisasi adalah membantu siswa memahami bahwa aktivitas belanja digital memiliki pola yang dapat dianalisis melalui data.

“Kami ingin siswa memahami bahwa setiap aktivitas belanja online sebenarnya memiliki pola perilaku tertentu. Dari data tersebut, kita bisa melihat bagaimana keputusan pembelian terbentuk dan apa saja faktor yang memengaruhinya,” ujar Excel.

Menurut dia, perkembangan e-commerce membuat masyarakat semakin dekat dengan transaksi digital. Karena itu, generasi muda dinilai perlu memahami bagaimana sistem belanja online bekerja, termasuk cara platform digital memengaruhi keputusan konsumen.

Dalam pemaparannya, mahasiswa UBSI menjelaskan bagaimana data konsumen dapat diolah menjadi informasi yang membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar. Siswa diperlihatkan contoh pola perilaku pembeli, seperti kecenderungan memilih produk berdasarkan rating, potongan harga, atau ulasan pengguna lain.

Selain itu, peserta juga diajak melihat bahwa data digital tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar, tetapi juga memiliki peran penting dalam pengembangan strategi pemasaran di berbagai sektor usaha.

Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para siswa. Beberapa peserta mengaku baru memahami bahwa kebiasaan sederhana saat berbelanja online, seperti memberikan ulasan atau mencari promo, ternyata menjadi bagian dari data perilaku konsumen yang dianalisis perusahaan.

Excel menilai antusiasme peserta cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Ia mengatakan banyak siswa aktif menyampaikan pendapat dan pertanyaan mengenai tren digital yang mereka temui sehari-hari.

“Diskusi berjalan aktif karena siswa cukup dekat dengan dunia digital dan belanja online. Mereka juga kritis melihat bagaimana media sosial dan e-commerce memengaruhi pola konsumsi saat ini,” katanya.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut karena materi yang dibahas dinilai relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Penggunaan media digital yang semakin luas membuat siswa perlu memahami cara kerja ekosistem digital, termasuk perilaku konsumen di dalamnya.

Salah satu siswi MA Ghoyatuljihad, Farida, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurut dia, materi yang disampaikan mudah dipahami karena dekat dengan aktivitas sehari-hari para siswa.

“Sosialisasi ini menambah pengetahuan kami tentang cara kerja belanja online dan bagaimana perilaku konsumen bisa dipelajari melalui data. Jadi sekarang kami lebih paham bagaimana platform digital bekerja,” ujar Farida.

Selain memberikan pemahaman mengenai perilaku konsumen, kegiatan ini juga memperkenalkan pentingnya literasi data bagi generasi muda. Mahasiswa UBSI menjelaskan bahwa kemampuan membaca data menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di era digital.

Melalui sosialisasi tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna aktif platform digital, tetapi juga mampu memahami bagaimana data dan teknologi memengaruhi pola konsumsi masyarakat modern.