Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang menggelar kegiatan edukasi mengenai toleransi dan etika bermedia sosial di SMPN 5 Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut mengangkat tema toleransi berbasis nilai-nilai Islam sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya komunikasi yang sehat di ruang digital.
Program edukasi dipimpin oleh Kohar Hanapi bersama anggota kelompok Varsha Sylvia Rani, Indah Amelia Putri, Alifa Nirwana Khalussa, dan Mohammad Rizky Pratama. Kehadiran mahasiswa disambut pihak sekolah, termasuk Wakil Kepala Kurikulum SMPN 5 Klari, Lani, yang menilai materi tersebut relevan dengan kondisi pelajar saat ini.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa membahas perkembangan media sosial yang kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari generasi muda. Selain memberikan kemudahan akses informasi, media sosial juga dinilai membawa tantangan baru seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga konflik akibat perbedaan pendapat.
Para siswa diajak memahami bahwa sikap toleransi tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat, tetapi juga perlu diterapkan saat berinteraksi di dunia digital. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan dikemas melalui diskusi interaktif agar mudah dipahami peserta.
Ketua kelompok, Kohar Hanapi, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan media sosial yang sehat dan lebih bertanggung jawab.
“Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, penting untuk memahami cara menggunakan media sosial secara bijak, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Kohar saat menyampaikan materi.
Selain membahas etika komunikasi digital, mahasiswa juga mengaitkan materi dengan nilai-nilai Islam yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga ucapan, menghindari fitnah, serta menerapkan sikap tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Mahasiswa menjelaskan bahwa kebiasaan memverifikasi informasi menjadi bagian penting dari literasi digital di tengah cepatnya arus penyebaran konten di media sosial.
Untuk membuat suasana lebih interaktif, kegiatan juga diisi simulasi komunikasi digital. Dalam sesi tersebut, siswa diminta menanggapi contoh unggahan media sosial yang berpotensi menimbulkan konflik. Dari simulasi itu, peserta belajar menyampaikan pendapat dengan santun tanpa menyerang pihak lain.
Varsha Sylvia Rani mengatakan pendidikan mengenai toleransi dan penggunaan media sosial yang bijak perlu diperkenalkan sejak dini karena remaja saat ini tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital.
“Kami ingin siswa memahami bahwa media sosial bisa menjadi ruang yang positif jika digunakan dengan baik. Banyak hal bermanfaat yang bisa dibagikan melalui media sosial, mulai dari informasi, motivasi, hingga konten edukatif,” ujarnya.
Diskusi berlangsung aktif ketika siswa mulai berbagi pengalaman mengenai interaksi di media sosial. Beberapa peserta mengaku pernah melihat perdebatan di internet yang berkembang menjadi saling menghina karena perbedaan pandangan.
Dari pembahasan tersebut, siswa mulai memahami bahwa komentar di media sosial dapat berdampak terhadap hubungan sosial dan perasaan orang lain. Kesadaran mengenai pentingnya menjaga cara berbicara di ruang digital juga menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam kegiatan.
Wakil Kepala Kurikulum SMPN 5 Klari, Lani, menilai edukasi terkait toleransi dan etika digital penting diberikan kepada pelajar karena tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja.
“Kegiatan ini membantu siswa memahami penggunaan teknologi sekaligus pentingnya sikap toleransi dan komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” kata Lani.
Selain mengingatkan siswa untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, mahasiswa juga mengajak peserta melihat media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan pengaruh positif melalui konten edukatif, inspiratif, dan kreatif.
Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UBSI Karawang dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran sosial di lingkungan pendidikan, khususnya terkait penggunaan media sosial secara bertanggung jawab di kalangan pelajar.












