Karawanghitz, Karawang — Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi, Departemen Sosial dan Pendidikan (Sospen) BEM UBSI PSDKU Karawang sukses menyelenggarakan program kerja internal bertajuk “Kelas Progresif”. Kegiatan yang mengusung tema inspiratif “Unlocking Your Potential Through Powerful Communication” ini menjadi wadah pengembangan diri baik bagi para pengurus maupun anggota BEM itu sendiri, khususnya dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, public speaking, serta membangun rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan.
Program ini dirancang sebagai salah satu langkah strategis untuk membentuk karakter organisatoris yang tidak hanya aktif dalam menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa komunikasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif.
Fondasi Kepemimpinan Dimulai dari Kemampuan
Berkomunikasi Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (07/05) tersebut resmi dibuka pada pukul 13.15 WIB dengan suasana penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Irfan Sopandi, yang menjelaskan latar belakang serta urgensi diselenggarakannya Kelas Progresif sebagai bentuk pengembangan kapasitas internal pengurus BEM.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan utama bagi seorang organisatoris. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi penentu keberhasilan dalam menyampaikan aspirasi, membangun relasi, hingga menjalankan koordinasi antaranggota organisasi.
“Seorang pengurus organisasi harus mampu menyampaikan ide dan gagasan dengan baik. Public speaking bukan hanya tentang berbicara, tetapi bagaimana pesan dapat dipahami dan diterima oleh audiens,” ujarnya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ketua Umum BEM UBSI PSDKU Karawang, Fahmi Primarezi Abdillah, yang turut memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa seorang organisatoris dituntut untuk mampu berkomunikasi secara efektif, baik dalam forum formal maupun interaksi sehari-hari.
Menurutnya, kemampuan komunikasi yang kuat akan membantu organisasi dalam membangun citra positif, memperluas pengaruh, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak. Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi seluruh anggota kabinet.
Sesi Materi dan Praktik yang Interaktif dan Inspiratif
Memasuki agenda inti kegiatan, peserta mengikuti sesi “Materi dan Praktik” yang menghadirkan Syaira Khobron Jumadila sebagai narasumber utama. Ia merupakan demisioner BEM Angkatan ke-6 dari Departemen Kominfo. Dengan pengalaman organisasinya, ia membagikan berbagai wawasan dan teknik komunikasi yang relevan bagi organisasi mahasiswa.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya membangun kepercayaan diri sebelum berbicara di depan publik. Ia juga membahas berbagai tantangan yang sering dialami seseorang saat melakukan presentasi atau berbicara di forum, seperti rasa gugup, kehilangan fokus, hingga kesulitan menyusun kalimat yang persuasif.
Selain teori, peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik dasar public speaking, mulai dari pengaturan intonasi suara, bahasa tubuh, kontak mata, hingga cara menyusun materi agar lebih menarik dan mudah dipahami audiens. Tidak hanya itu, narasumber juga membagikan tips praktis untuk mengatasi demam panggung serta cara meningkatkan kemampuan komunikasi melalui latihan yang konsisten.
Suasana sesi berlangsung sangat interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi secara pasif, tetapi juga diajak langsung untuk melakukan simulasi praktik komunikasi di depan forum. Dalam sesi ini, peserta diminta untuk mencoba menyampaikan pendapat, memperkenalkan diri, hingga melakukan presentasi singkat sebagai bentuk latihan membangun keberanian berbicara.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika memasuki sesi Tanya Jawab (Q&A). Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kendala komunikasi yang mereka alami selama berorganisasi, baik dalam proses koordinasi internal maupun saat menghadapi audiens formal dalam kegiatan kampus.
Diskusi yang berlangsung aktif tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan kemampuan komunikasi yang baik menjadi perhatian penting bagi setiap individu organisasi. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi sehari-hari.
Membangun Solidaritas dan Kekeluargaan Melalui Sesi Keakraban
Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ISOMA (Istirahat, Salat, dan Makan). Usai beristirahat, suasana kegiatan berubah menjadi lebih santai dan penuh kehangatan saat memasuki sesi “Keakraban”.
Dalam sesi ini, panitia menghadirkan berbagai permainan (games) yang dirancang untuk mempererat hubungan emosional antaranggota kabinet. Permainan yang dilakukan tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga mengandung unsur kerja sama, komunikasi, serta kekompakan tim.
Sesi keakraban menjadi momen penting dalam membangun chemistry antara pengurus dan anggota. Melalui interaksi yang lebih cair dan menyenangkan, peserta dapat saling mengenal lebih dekat tanpa adanya batas formalitas organisasi. Gelak tawa, semangat kompetisi yang sehat, serta kerja sama antaranggota menciptakan suasana penuh kebersamaan sepanjang kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan solidaritas antaranggota BEM UBSI PSDKU Karawang. Dengan hubungan internal yang lebih harmonis, diharapkan koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan program kerja organisasi ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan solid.
Wujud Komitmen untuk Terus Berkembang
Rangkaian acara Kelas Progresif resmi ditutup pada pukul 16.50 WIB dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan soliditas organisasi. Meski kegiatan telah usai, semangat belajar dan pengembangan diri yang dibangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh di setiap individu BEM UBSI PSDKU Karawang.
Melalui program ini, Departemen Sosial dan Pendidikan berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas diri maupun performa organisasi secara keseluruhan. Kemampuan komunikasi yang baik dinilai akan menjadi bekal penting bagi setiap individu dalam menghadapi tantangan organisasi di era yang semakin dinamis.
Dengan hadirnya Kelas Progresif, BEM UBSI PSDKU Karawang menunjukkan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan organisasi yang suportif, progresif, dan berorientasi pada pengembangan potensi anggotanya. Diharapkan, BEM UBSI PSDKU Karawang dapat menjadi representasi organisasi yang kredibel, komunikatif, serta mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas.












