Pendidikan

Implementasi Nilai Gotong Royong melalui Kegiatan Pembuatan Kerajinan Tempat Pensil dari Botol Bekas pada Siswa SDIT Permata Ilmu

×

Implementasi Nilai Gotong Royong melalui Kegiatan Pembuatan Kerajinan Tempat Pensil dari Botol Bekas pada Siswa SDIT Permata Ilmu

Sebarkan artikel ini
Gotong Royong

Disusun oleh:
Nadila, Ainnaya Putri, Syakirah Widad Awaliyah, Muhammad Tiko Arfa’i, Nusan Sabilani, Fahmi Primarezi Abdillah, dan Aldian Ihsan Hakim
Program Studi Sistem Informasi Akuntansi
Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang

Pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada kontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai sosial dalam kehidupan nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDIT Permata Ilmu, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Implementasi Nilai Gotong Royong melalui Kegiatan Pembuatan Kerajinan Tempat Pensil dari Botol Bekas pada Siswa SDIT Permata Ilmu”. Tema ini dipilih sebagai upaya menanamkan nilai gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter gotong royong sejak usia dini. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mahasiswa, proses pembelajaran di sekolah masih lebih banyak dilakukan secara individu sehingga interaksi sosial dan kerja sama antar siswa belum berkembang secara optimal. Selain itu, masih terdapat botol plastik bekas di lingkungan sekolah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang mampu menggabungkan pembelajaran karakter dengan kreativitas berbasis daur ulang.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya gotong royong, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diberikan pemahaman bahwa barang bekas seperti botol plastik dapat diolah kembali menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai estetika. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami manfaat kegiatan yang akan dilakukan.

Setelah sesi penyampaian materi, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk membuat kerajinan tempat pensil dari botol bekas. Setiap kelompok bekerja sama dalam membagi tugas, mulai dari memotong botol, menghias, hingga menyusun hasil kerajinan agar terlihat menarik. Mahasiswa turut mendampingi siswa selama proses kegiatan berlangsung untuk memastikan setiap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan aman.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Siswa terlihat saling membantu, berdiskusi, serta bekerja sama dalam menyelesaikan kerajinan kelompoknya. Tidak hanya meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi dan tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan tugas bersama. Melalui praktik langsung, siswa menjadi lebih mudah memahami pentingnya kerja sama dibandingkan hanya melalui teori di dalam kelas.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setiap kelompok mampu menghasilkan tempat pensil dengan bentuk dan desain yang berbeda sesuai kreativitas masing-masing. Variasi hasil kerajinan tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan kreativitas yang baik ketika diberikan ruang untuk berekspresi dan bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, siswa juga terlihat lebih percaya diri dalam menyampaikan ide dan hasil karya mereka di depan teman-temannya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga bagi pihak sekolah. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. Dukungan dari pihak SDIT Permata Ilmu turut membantu kelancaran kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang berharap nilai gotong royong, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dapat terus diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan sederhana seperti pemanfaatan botol bekas menjadi kerajinan diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama dengan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.