Literasi SekolahPendidikan

Mahasiswa UBSI Gelar Edukasi Moral di Madrasah

×

Mahasiswa UBSI Gelar Edukasi Moral di Madrasah

Sebarkan artikel ini

Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengadakan sosialisasi bertema “Cerdas Beragama, Santun Berperilaku: Panduan Penguatan Moral bagi Siswa Madrasah Aliyah” di MA Ghoyatuljihad, Karawang, pada 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan karakter, etika komunikasi, dan pemahaman nilai-nilai agama bagi pelajar di era digital.

Sosialisasi ini digelar sebagai upaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga perilaku santun dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa UBSI mengajak peserta memahami bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi serta menjaga etika komunikasi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membahas konsep “cerdas beragama” sebagai kemampuan memahami ajaran agama secara mendalam dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, siswa juga diajak menerapkan sikap “santun berperilaku”, baik dalam interaksi langsung maupun di ruang digital.

Wakil Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Excel Mutaki, mengatakan kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Menurut dia, pembahasan mengenai moral dan etika digital menjadi penting karena remaja saat ini sangat dekat dengan media sosial.

“Kami ingin siswa memahami bahwa belajar agama bukan hanya soal teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berkomunikasi di media sosial,” ujar Excel di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, media sosial saat ini menjadi ruang yang sering digunakan generasi muda untuk menyampaikan pendapat dan berinteraksi. Namun, tanpa pemahaman etika yang baik, penggunaan media sosial berpotensi memicu penyebaran ujaran negatif, konflik, hingga informasi yang tidak terverifikasi.

Karena itu, dalam sosialisasi tersebut mahasiswa UBSI turut mengenalkan konsep tabayyun atau klarifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Para siswa diberikan contoh sederhana mengenai pentingnya memeriksa sumber informasi agar tidak mudah terpengaruh berita palsu maupun konten provokatif.

Selain membahas literasi digital, kegiatan juga mengangkat pentingnya menjaga tutur kata dan sikap terhadap sesama. Siswa diajak memahami bahwa perilaku santun merupakan bagian dari nilai moral yang perlu diterapkan dalam kehidupan sosial.

Mahasiswa UBSI juga mendorong peserta untuk menjadikan guru dan sumber ilmu terpercaya sebagai rujukan utama dalam memahami ajaran agama. Hal itu dinilai penting agar siswa memperoleh pemahaman yang tepat dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Diskusi berlangsung aktif dengan melibatkan pengalaman para siswa terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta mengaku sering menemukan perdebatan di internet yang berkembang menjadi saling menghina karena kurangnya kontrol dalam berkomunikasi.

Menurut Excel, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan karakter dan etika digital sejak usia sekolah agar siswa mampu menggunakan media sosial secara lebih bijak.

“Kami berharap siswa dapat menjadi pribadi yang lebih santun dalam berbicara, lebih hati-hati sebelum membagikan informasi, dan mampu membawa pengaruh positif di lingkungannya,” katanya.

Pihak MA Ghoyatuljihad menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi pelajar saat ini. Sekolah menilai pendidikan karakter dan etika digital perlu berjalan seiring dengan pembelajaran akademik.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya nilai moral dan agama, tetapi juga belajar bagaimana menerapkan sikap toleran, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berinteraksi di media sosial.

Sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa UBSI dan para siswa. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa penggunaan teknologi digital dapat memberikan manfaat positif apabila digunakan dengan etika dan tanggung jawab yang baik.