Literasi SekolahNewsPendidikan

Mahasiswa UBSI Karawang Kenalkan Hak Asasi Manusia kepada Santri

×

Mahasiswa UBSI Karawang Kenalkan Hak Asasi Manusia kepada Santri

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa

Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Karawang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Edukasi Hak Asasi Manusia Sejak Dini Bagi Siswa/i Pondok Pesantren Babussalam” pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Babussalam, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri mengenai hak asasi manusia (HAM) serta pentingnya menghormati hak sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut merupakan implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang dibimbing oleh dosen pengampu, Lukman Hakim, S.Sos., M.M. Sebanyak 40 santri dan santriwati mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB.

Tim pelaksana terdiri atas lima mahasiswa, yaitu Sahwa Novita Putri Syaripudin, Yanti Susanti, Maulidinna Nursyifa Dewi, Eva Dania, dan Syadzwina Regina Ramadhani. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai konsep dasar hak asasi manusia dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan lingkungan peserta.

Baca juga: DPR Pastikan Revisi UU HAM Fokus Perkuat Perlindungan Hak Warga Negara

Materi yang diberikan mencakup pengertian HAM, hak anak, hak memperoleh pendidikan, serta pentingnya menghargai hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Penyampaian materi juga dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman yang akrab dengan keseharian para santri sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Perwakilan tim mahasiswa, Sahwa Novita Putri Syaripudin, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai hak asasi manusia perlu dikenalkan sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan bahwa setiap individu memiliki hak yang harus dihormati. Pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak dini agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sahwa, pendidikan mengenai hak asasi manusia tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teori, tetapi juga bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Karena itu, peserta diajak memahami pentingnya menghormati perbedaan, menjaga keadilan, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Setelah sesi pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, para santri diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait penerapan nilai-nilai kemanusiaan dalam berbagai situasi yang mereka temui.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Beberapa santri menanyakan cara menerapkan sikap saling menghormati di lingkungan sekolah dan pesantren, sementara yang lain ingin mengetahui hubungan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membahas hak asasi manusia, tim mahasiswa juga menyampaikan materi mengenai pembinaan karakter dan akhlak. Materi tersebut menyoroti pentingnya disiplin, tanggung jawab, kejujuran, toleransi, serta penghormatan terhadap hak orang lain sebagai bagian dari pembentukan pribadi yang baik.

Para mahasiswa menjelaskan bahwa pemahaman tentang HAM perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami hak yang dimiliki, tetapi juga menyadari tanggung jawab yang harus dijalankan sebagai anggota masyarakat.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami karena disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Saya jadi lebih mengerti bahwa setiap orang memiliki hak yang harus dihormati. Penjelasannya juga mudah dipahami karena menggunakan contoh yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah seorang santri.

Baca juga: Bagaimana Nasib Aktivis Muda Indonesia? Refleksi Hari HAM Sedunia

Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa juga melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Berdasarkan hasil pengamatan, para santri menunjukkan partisipasi aktif dan mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Melalui program ini, mahasiswa UBSI Karawang berharap pemahaman mengenai hak asasi manusia dapat menjadi bekal bagi para santri dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Nilai-nilai kemanusiaan yang diperkenalkan juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya sikap saling menghormati, toleransi, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa dan seluruh peserta sebagai bagian dari rangkaian akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Pondok Pesantren Babussalam.