PendidikanNewsTeknologi

Mahasiswa UBSI Karawang Ikuti Seminar Digitalisasi Akuntansi

×

Mahasiswa UBSI Karawang Ikuti Seminar Digitalisasi Akuntansi

Sebarkan artikel ini
Karawang

Karawanghitz, Karawang — Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang mengadakan seminar bertema “Digitalisasi Akuntansi: Akuntansi Digital di Era Artificial Intelligence, Perkembangan, Peluang, dan Tantangan Profesi Masa Depan” pada Selasa (23/6) di Ruang Kelas 303 UBSI Kampus Karawang. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa semester 2 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi yang ingin memperdalam pemahaman mengenai perkembangan teknologi digital dan dampaknya terhadap profesi akuntansi.

Seminar menghadirkan Yusuf Ricky Carel, CEO & Founder Digital Optima Integral, sebagai narasumber utama. Acara tersebut dipandu oleh M. Faitullah Akbar, M.Kom yang bertindak sebagai moderator. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami perubahan yang terjadi dalam dunia akuntansi seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dalam pemaparannya, Yusuf Ricky Carel menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah berbagai proses bisnis, termasuk di bidang akuntansi dan keuangan. Berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dibantu oleh sistem digital yang mampu meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan akurasi pengolahan data.

Baca juga: 10 Tempat Beli Saham untuk Pemula yang Aman, Praktis, dan Mudah

Menurutnya, perkembangan tersebut membuat profesi akuntan mengalami perubahan peran. Jika sebelumnya fokus pekerjaan banyak berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan keuangan, kini akuntan juga dituntut memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis.

“Digitalisasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Mahasiswa perlu mulai mengenal dan membiasakan diri menggunakan teknologi yang banyak diterapkan di dunia kerja agar lebih siap menghadapi perubahan,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan bahwa AI dapat membantu menyederhanakan berbagai proses yang bersifat administratif dan berulang. Namun, kemampuan analisis, pemahaman bisnis, serta pengambilan keputusan tetap menjadi aspek penting yang memerlukan peran manusia.

Selama seminar berlangsung, peserta memperoleh materi yang mencakup perkembangan akuntansi digital, implementasi AI dalam proses bisnis, peluang karier di bidang akuntansi berbasis teknologi, hingga tantangan yang berpotensi muncul seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Pembahasan juga menyoroti keterampilan yang perlu dimiliki calon profesional akuntansi agar tetap relevan di era digital. Penguasaan teknologi, kemampuan analisis data, pemecahan masalah, dan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis menjadi beberapa kompetensi yang dinilai semakin penting bagi lulusan akuntansi.

Moderator seminar, M. Faitullah Akbar, M.Kom., yang juga bertugas sebagai dosen UBSI Kampus Karawang mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi industri yang terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa dunia kerja saat ini menuntut kombinasi antara kemampuan akademik dan keterampilan teknologi.

“Melalui seminar ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori akuntansi yang diperoleh di perkuliahan, tetapi juga memahami bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi profesi akuntan dan kebutuhan industri saat ini,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait pemanfaatan AI dalam pekerjaan akuntansi, peluang karier di era digital, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan selama masa kuliah untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Salah seorang peserta, Suci Ramadhani (19), mahasiswa semester 2 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perubahan yang sedang terjadi dalam profesi akuntansi.

“Seminar ini membuat saya memahami bahwa kemampuan teknologi menjadi nilai tambah yang penting bagi seorang akuntan. Materi yang dibahas juga sangat sesuai dengan perkembangan dunia kerja saat ini,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Karawang dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri. Melalui seminar ini, peserta diharapkan dapat lebih memahami hubungan antara akuntansi dan teknologi, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan profesi yang terus berkembang seiring kemajuan digitalisasi dan kecerdasan buatan.