Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Cibalongsari IV, Karawang, pada 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di kelas 5C tersebut mengangkat tema “Tangan Bersatu Membangun Negeri Bersama” sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila.
Program ini dipimpin oleh ketua kelompok Saipul Nurhadi bersama anggota Affie Faturrachman, Ahmad Bahari Al Izzy, Chintia Nurul Qolbi, Fahry Satriani Dedy, Grace Karina Br Tarigan, Haidar Ammar Arhab, Sartika Dwiyanti, dan Silvia Meylani Putri. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya mengenalkan pentingnya nilai gotong royong kepada siswa sekolah dasar melalui aktivitas langsung di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai makna gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa menjelaskan bahwa kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam kehidupan di sekolah maupun masyarakat.
Baca juga: Pengabdian Masyarakat di Kawasan Wisata Papuma Bantu UMKM Melek Media Sosial
Tidak hanya memberikan penjelasan secara teori, mahasiswa juga mengajak siswa melakukan berbagai kegiatan bersama. Salah satu aktivitas utama yang dilakukan ialah penanaman pohon di area sekolah sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, siswa diajak membersihkan ruang kelas dan halaman depan sekolah secara bersama-sama.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas individu tertentu. Aktivitas praktik ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran agar siswa dapat memahami konsep gotong royong secara langsung.
Materi disampaikan oleh Ahmad dan Silvia dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami siswa sekolah dasar. Untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif, mahasiswa juga mengadakan sesi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan.
Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Cara tersebut membuat suasana belajar berlangsung lebih aktif dan mendorong siswa untuk berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.
Selain berinteraksi dengan siswa, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan salah satu guru SDN Cibalongsari IV, Miss Emma, mengenai penerapan budaya gotong royong di lingkungan sekolah. Menurutnya, kesadaran siswa terkait kerja sama dan tanggung jawab bersama masih perlu ditingkatkan.
“Selama ini anak-anak masih kurang menerapkan gotong royong secara mandiri. Bahkan untuk piket kelas, mereka sering harus diingatkan terlebih dahulu. Setelah adanya kegiatan dari mahasiswa UBSI, anak-anak terlihat lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan bekerja sama,” ujar Miss Emma.
Ia menilai kegiatan tersebut membantu siswa memahami pentingnya kerja sama dalam kehidupan sehari-hari melalui cara yang lebih dekat dengan aktivitas mereka di sekolah.
Respons positif juga datang dari para siswa yang mengikuti kegiatan. Salah satu siswa mengaku senang dapat belajar sambil mengikuti aktivitas praktik bersama mahasiswa.
“Saya senang ikut kegiatan ini karena jadi tahu apa itu gotong royong dan bagaimana melakukannya. Kakak-kakak mahasiswa juga membuat kegiatannya seru, apalagi ada hadiah,” ujar seorang siswa saat diwawancarai oleh Sartika Dwiyanti.
Baca juga: 7 Tempat Nugas Favorit Mahasiswa Bekasi, Biar Deadline Kelar Tanpa Drama
Menurut siswa tersebut, kegiatan seperti ini membuat suasana belajar terasa lebih menyenangkan karena tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung melakukan aktivitas bersama teman-temannya.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah maupun siswa. Mahasiswa UBSI mencoba mengintegrasikan nilai gotong royong ke dalam aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Melalui tema “Tangan Bersatu Membangun Negeri Bersama”, mahasiswa berharap siswa dapat menerapkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.












