Literasi SekolahPendidikan

Mahasiswa UBSI Bahas Identitas Nasional di SMAN 4 Karawang

×

Mahasiswa UBSI Bahas Identitas Nasional di SMAN 4 Karawang

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa

Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang menggelar sosialisasi bertema “Lost Identity: Masih Bangga Jadi Anak Bangsa Indonesia?” di kelas X.9 SMAN 4 Karawang, 6 Mei 2026. Kegiatan tersebut membahas pentingnya menjaga identitas nasional di kalangan generasi muda di tengah perkembangan budaya global dan penggunaan media sosial yang semakin luas.

Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencintai budaya Indonesia, menjaga rasa nasionalisme, dan memahami identitas bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan diskusi, sesi tanya jawab, hingga ice breaking yang membuat suasana kelas lebih aktif.

Dalam pemaparannya, mahasiswa UBSI menjelaskan bahwa identitas nasional tidak hanya berkaitan dengan simbol negara, tetapi juga mencakup bahasa, budaya, sikap toleransi, serta rasa bangga terhadap bangsa sendiri. Mereka menilai perkembangan teknologi digital membuat generasi muda semakin dekat dengan budaya luar, sementara budaya lokal mulai kurang dikenal.

Ketua pelaksana kegiatan, Wilda Bidayatil Parohah, mengatakan tema identitas nasional dipilih karena relevan dengan kondisi remaja saat ini yang tidak lepas dari media sosial dan pengaruh globalisasi.

“Sekarang budaya luar sangat mudah masuk melalui media sosial dan memengaruhi gaya hidup generasi muda. Karena itu, penting untuk mengingatkan kembali bahwa identitas bangsa juga perlu dijaga,” ujar Wilda saat menyampaikan materi.

Menurut dia, banyak anak muda mulai lebih akrab dengan tren luar negeri dibandingkan budaya lokal Indonesia. Padahal, kata Wilda, rasa bangga terhadap identitas bangsa menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan jati diri nasional.

Mahasiswa UBSI juga mengajak siswa melihat contoh sederhana penerapan nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, menghargai keberagaman budaya, serta mendukung karya lokal.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat mengenai kondisi generasi muda saat ini. Beberapa peserta mengaku penggunaan media sosial membuat mereka lebih sering terpapar budaya asing dibandingkan budaya daerah sendiri.

Diskusi semakin hidup ketika mahasiswa memberikan contoh fenomena yang dekat dengan kehidupan pelajar, mulai dari tren bahasa asing di media sosial hingga perubahan gaya hidup yang dipengaruhi budaya populer luar negeri.

Wilda mengatakan kegiatan tersebut tidak bertujuan membatasi generasi muda mengenal budaya luar, tetapi mengajak siswa tetap memiliki kesadaran terhadap identitas nasional.

“Kami tidak melarang siswa mengenal budaya luar. Namun, penting juga untuk tetap memahami dan menghargai budaya sendiri agar identitas bangsa tidak hilang,” katanya.

Selain membahas nasionalisme, mahasiswa UBSI juga menekankan pentingnya toleransi dan sikap saling menghargai sebagai bagian dari identitas Indonesia yang dikenal memiliki keberagaman budaya dan suku.

Salah satu siswa peserta kegiatan mengaku diskusi tersebut membuatnya lebih memahami bahwa nasionalisme dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami jadi sadar kalau menjaga identitas bangsa bukan hanya lewat upacara atau hafalan, tetapi juga lewat sikap dan cara menghargai budaya sendiri,” ujar salah satu siswa saat sesi diskusi.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada siswa yang aktif selama sosialisasi berlangsung. Setelah itu, mahasiswa UBSI dan siswa kelas X.9 SMAN 4 Karawang melakukan sesi foto bersama.

Momen tersebut menjadi penutup kegiatan yang membahas peran generasi muda dalam menjaga identitas nasional di tengah perkembangan teknologi dan arus budaya global yang terus berkembang.