Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang menggelar kegiatan penyuluhan bertema toleransi beragama bagi santri di DKM Masjid Jamie Roudhothul Iman, Desa Pasir Mukti, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan menanamkan nilai saling menghargai dan hidup berdampingan dalam keberagaman sejak usia dini.
Penyuluhan yang berlangsung secara tatap muka tersebut diikuti oleh 20 santri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan pemahaman mengenai pentingnya toleransi beragama sebagai bekal dalam kehidupan sosial, baik di lingkungan sekolah, tempat bermain, maupun masyarakat.
Pemilihan DKM Masjid Jamie Roudhothul Iman sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada perannya sebagai salah satu pusat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak-anak di wilayah tersebut. Mahasiswa UBSI bekerja sama dengan pengurus DKM untuk menghadirkan materi yang disesuaikan dengan usia peserta agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa menjelaskan bahwa toleransi beragama merupakan sikap menghormati dan menghargai keberadaan pemeluk agama lain tanpa harus meninggalkan keyakinan yang dianut. Peserta diberikan pemahaman bahwa setiap individu dapat menjalankan ajaran agamanya masing-masing sekaligus menjaga hubungan baik dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting mengenai toleransi. Di antaranya pengertian toleransi beragama, alasan pentingnya menghargai perbedaan, tujuan mempelajari nilai toleransi, hingga langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan anak-anak untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa juga memberikan contoh konkret yang dekat dengan pengalaman peserta, seperti menunggu teman menyelesaikan ibadah sebelum mengajaknya bermain, tidak mengganggu saat orang lain berdoa, menghindari ejekan terhadap perbedaan keyakinan, serta membantu teman yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang agama.
Selain itu, peserta diajak memahami bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang perlu dijaga bersama. Perbedaan agama, suku, dan budaya dipaparkan sebagai kekayaan sosial yang dapat mempererat hubungan antarsesama apabila disikapi dengan sikap saling menghormati.
Dalam sesi interaktif, mahasiswa turut membahas tantangan yang sering muncul dalam penerapan toleransi. Salah satunya adalah kecenderungan mempercayai informasi yang belum terverifikasi atau hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman. Karena itu, peserta diajak membiasakan diri mencari informasi yang benar serta mengedepankan sikap tabayun atau klarifikasi sebelum mempercayai suatu informasi.
Salah seorang mahasiswa penyelenggara menjelaskan bahwa edukasi toleransi perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak memahami bahwa menghargai orang lain tidak akan mengurangi keyakinan yang dimiliki. Justru sikap saling menghormati dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan harmonis,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti penyuluhan. Mereka mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan terlibat dalam diskusi mengenai cara menghadapi perbedaan di lingkungan sekitar.
Penyuluhan juga menekankan pentingnya membangun empati sosial. Anak-anak diajak untuk berani membantu teman yang mengalami kesulitan, menghindari perilaku perundungan, serta membangun pertemanan tanpa membedakan latar belakang.
Pengurus DKM menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan yang relevan bagi peserta. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, materi yang diberikan juga membantu membentuk karakter sosial anak-anak dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat yang beragam.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi, dokumentasi bersama, dan refleksi singkat mengenai materi yang telah disampaikan. Melalui program ini, mahasiswa UBSI Karawang berharap nilai-nilai toleransi dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga tercipta lingkungan yang saling menghargai, damai, dan harmonis dalam kehidupan sehari-hari.












