News

Dishub Karawang Blokade Bundaran Ramayana untuk Kurangi Kemacetan

×

Dishub Karawang Blokade Bundaran Ramayana untuk Kurangi Kemacetan

Sebarkan artikel ini
Karawang

KarawangHitz, Karawang — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang melakukan penutupan akses di Bundaran Ramayana Karawang sebagai upaya mengurangi kemacetan dan mencegah pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi saat jam pulang kerja. Kebijakan tersebut diterapkan setelah lokasi itu dinilai menjadi salah satu titik yang sering memicu kepadatan kendaraan dan konflik antarpengendara.

Langkah tersebut dilakukan Dishub Karawang bersama Satuan Lalu Lintas Polres Karawang. Fokus utamanya adalah menekan praktik melawan arus yang selama ini banyak dilakukan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor yang datang dari arah Jalan Tuparev menuju kawasan bundaran.

Baca juga: Polres Karawang Siagakan 785 Personel Hadapi Puncak Arus Balik

Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan, dan Pengembangan Keselamatan Dishub Karawang, Yunus Kusriwanto, mengatakan kemacetan masih menjadi persoalan yang sering muncul di sejumlah ruas jalan Kabupaten Karawang, terutama pada jam sibuk ketika masyarakat pulang bekerja. Tingginya volume kendaraan ditambah pelanggaran lalu lintas menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut.

Menurut Yunus, Bundaran Ramayana termasuk salah satu lokasi yang cukup sering ditemukan pengendara yang tidak mengikuti jalur yang semestinya. Banyak pengendara dari arah Tuparev memilih langsung memotong jalur menuju bundaran tanpa terlebih dahulu melakukan putar arah sesuai aturan lalu lintas.

Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut berdampak pada terganggunya arus kendaraan dari arah Johar menuju kompleks Pemerintah Kabupaten Karawang. Ketika sejumlah pengendara memotong jalur secara bersamaan, kendaraan dari arah lain terpaksa mengurangi kecepatan atau berhenti sehingga menimbulkan antrean yang semakin panjang.

“Jumlah pengendara yang memotong jalur cukup banyak. Kondisi itu menyebabkan arus kendaraan dari arah Johar tertahan dan akhirnya terjadi penumpukan,” ujar Yunus, Rabu (4/6).

Selain menyebabkan kemacetan, pelanggaran tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Yunus menuturkan kendaraan yang melintas di area bundaran umumnya melaju dengan kecepatan yang relatif tinggi ketika kondisi jalan sedang lengang. Situasi menjadi berisiko ketika tiba-tiba ada pengendara yang menyeberang atau memotong jalur dari arah lain.

Karena itu, Dishub bersama Satlantas memilih melakukan blokade di area bundaran sebagai langkah pengaturan lalu lintas. Dengan penutupan akses tersebut, pengendara diharapkan mengikuti jalur yang telah ditentukan sehingga pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib dan aman.

Sementara itu, seorang pegawai toko pakaian yang berlokasi di sekitar bundaran, Sitorus (32), menilai kemacetan di kawasan tersebut tidak hanya disebabkan oleh perilaku pengendara. Menurutnya, keberadaan perlintasan kereta api di Jalan Tuparev juga turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas karena sering menyebabkan kendaraan menumpuk saat palang pintu ditutup.

Meski demikian, ia menilai kebijakan penutupan akses di Bundaran Ramayana merupakan langkah yang cukup tepat. Selain membantu mengatur pergerakan kendaraan, kebijakan tersebut juga berpotensi mengurangi perselisihan antarpengendara yang kerap terjadi akibat tabrakan maupun senggolan di sekitar lokasi.

Baca juga: Dishub Karawang Siapkan 15 Bus Mudik Gratis Lebaran 2026, Layani 13 Daerah Tujuan

Menurut Sitorus, insiden adu mulut antara pengguna jalan bukan hal yang jarang terjadi di kawasan tersebut. Karena itu, pengaturan lalu lintas yang lebih tertib dinilai dapat menciptakan kondisi jalan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dishub Karawang berharap kebijakan blokade Bundaran Ramayana dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus meningkatkan disiplin berlalu lintas. Evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat efektivitas langkah tersebut dalam mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan itu.