Karawanghitz, Karawang – Sebanyak 49 mahasiswa mengikuti Workshop Zahir bertema Building Professional Accounting Skills Through Zahir Accounting Applications yang diselenggarakan di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 13.00–16.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan penggunaan aplikasi Zahir Accounting sebagai salah satu perangkat lunak yang banyak digunakan dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Workshop menghadirkan Surtika Ayumida, M.Kom. sebagai narasumber. Kegiatan dipimpin oleh Amelia Zahra Syafitri selaku ketua pelaksana, sementara Naliska Elpidia Yushitaninda sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi (HIMSIA) turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan acara. Workshop menjadi salah satu program yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang akuntansi digital melalui perpaduan materi dan praktik langsung.
Kegiatan berlangsung selama tiga jam dengan fokus pada pemanfaatan teknologi dalam proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep penggunaan aplikasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk memahami alur kerja perangkat lunak yang umum digunakan di lingkungan bisnis.
Baca juga:
Febrie Adriansyah Mangkir dari Panggilan Kejagung Terkait Kasus TPPU
Dalam pemaparannya, Surtika Ayumida menjelaskan bahwa perkembangan dunia kerja menuntut lulusan memiliki kemampuan yang tidak hanya terbatas pada teori akuntansi, tetapi juga penguasaan aplikasi pendukung yang digunakan perusahaan dalam mengelola data keuangan.
“Penguasaan software akuntansi menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor. Melalui workshop ini, kami ingin peserta memahami bagaimana teknologi dapat membantu proses pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan secara lebih efektif dan efisien,” ujar Surtika Ayumida.
Menurutnya, penggunaan aplikasi akuntansi mampu mempercepat proses administrasi sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam pengolahan data keuangan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai membiasakan diri menggunakan perangkat lunak yang relevan dengan kebutuhan industri sejak masih berada di bangku kuliah.
Selama sesi workshop, peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur dasar Zahir Accounting, mulai dari pembuatan data perusahaan, pencatatan transaksi penjualan dan pembelian, pengelolaan kas, hingga penyusunan laporan keuangan secara otomatis. Materi disampaikan secara bertahap agar mahasiswa dapat memahami setiap proses sebelum menerapkannya dalam simulasi.
Selain penyampaian teori, narasumber juga mengajak peserta melakukan praktik langsung menggunakan aplikasi. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa dapat melihat bagaimana transaksi yang dimasukkan ke dalam sistem akan diolah menjadi laporan keuangan yang tersusun secara sistematis.
Pendekatan praktik dipilih agar peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep akuntansi secara akademis, tetapi juga memiliki gambaran mengenai penerapan teknologi dalam aktivitas operasional perusahaan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai fitur-fitur pada aplikasi, proses pencatatan transaksi, hingga penerapan Zahir Accounting dalam mendukung pekerjaan seorang staf administrasi maupun akuntan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan berbagai studi kasus sederhana yang sering dijumpai di dunia usaha. Narasumber memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah penyelesaian setiap kasus sehingga peserta dapat memahami cara penggunaan aplikasi secara lebih komprehensif.
Ketua Pelaksana, Amelia Zahra Syafitri, mengatakan bahwa workshop ini diselenggarakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengembangkan kemampuan menggunakan software akuntansi. Pengalaman praktik seperti ini diharapkan menjadi bekal saat menjalani perkuliahan maupun ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum HIMSIA Naliska Elpidia Yushitaninda menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperluas kompetensi mahasiswa di luar materi perkuliahan.
Menurutnya, perkembangan teknologi di bidang akuntansi terus berlangsung sehingga mahasiswa perlu mengenal berbagai aplikasi yang digunakan perusahaan agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia profesional.
Workshop ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan literasi digital peserta pada bidang akuntansi. Melalui pemanfaatan Zahir Accounting, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses digitalisasi pencatatan transaksi, pengelolaan data keuangan, hingga penyusunan laporan yang lebih cepat dan terstruktur.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, peserta membawa pulang pengalaman belajar yang menggabungkan teori dan praktik secara seimbang. Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dalam bidang akuntansi berbasis teknologi sekaligus menjadi salah satu modal untuk menghadapi perkembangan kebutuhan dunia kerja yang semakin mengandalkan kemampuan digital.












