Karawanghitz, Bekasi – SDN Karang Indah 01, Desa Karang Indah, Kabupaten Bekasi, menggelar kegiatan Rebo Wakasan pada Agustus 2026 sebagai sarana doa bersama, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa syukur di lingkungan sekolah. Kegiatan yang dibimbing Pak Abdul Gofur tersebut diikuti warga sekolah dalam suasana sederhana dan khidmat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan penyampaian pesan keagamaan dan doa bersama. Peserta mengikuti setiap tahapan yang diarahkan Pak Abdul Gofur hingga memasuki sesi doa. Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak berhenti sejenak dari aktivitas sehari-hari untuk mengingat berbagai nikmat yang telah diterima selama satu tahun terakhir.
Pak Abdul Gofur menyampaikan bahwa Rebo Wakasan dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur sekaligus menjaga hubungan baik antarsesama. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perilaku yang mencerminkan kepedulian dan penghargaan terhadap orang lain.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
“Alhamdulillah, selama satu tahun ini kita masih diberikan kesehatan dan berbagai nikmat. Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk bersyukur dan mengingat kembali semua yang telah Allah berikan kepada kita,” ujar Pak Abdul Gofur.
Selain mengajak peserta bersyukur, ia juga mengarahkan warga sekolah untuk memanjatkan doa bagi kehidupan yang akan dijalani ke depan. Doa bersama diharapkan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekolah.
“Mari kita berdoa bersama agar diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani hari-hari mendatang. Semoga kebersamaan seperti ini tetap terjaga,” katanya.
Bagi SDN Karang Indah 01, pelaksanaan Rebo Wakasan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Acara tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai nilai syukur, kepedulian, ketenangan, dan sikap saling menghormati.
Pembelajaran nilai tersebut berlangsung melalui pengalaman bersama, bukan hanya melalui penyampaian materi di dalam kelas. Siswa dapat melihat bagaimana nilai keagamaan diterapkan dalam kehidupan sosial ketika guru dan peserta didik berkumpul, berdoa, serta saling menjaga suasana selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa BSI Explore 2026 yang sedang menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Karang Indah. Kehadiran mahasiswa memberi kesempatan untuk mengamati kehidupan sosial masyarakat sekaligus berinteraksi langsung dengan warga sekolah.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai bagaimana tradisi keagamaan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga belajar menghargai kebiasaan dan nilai yang berkembang di lingkungan tempat pengabdian.
Rebo Wakasan juga memberikan ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan selama satu tahun. Berbagai pengalaman, tantangan, maupun pencapaian dapat menjadi bahan untuk meningkatkan rasa syukur dan memperbaiki sikap pada masa mendatang. Nilai kesabaran, kepedulian, dan kebiasaan saling membantu turut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam kegiatan.
Bagi siswa sebagai generasi muda, pengalaman tersebut dapat memberikan pemahaman bahwa nilai keagamaan memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Doa bersama dan interaksi antarpeserta memperlihatkan bahwa menjaga hubungan baik membutuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan bersyukur.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat unggulan Universitas Bina Sarana Informatika yang berlangsung pada 5–25 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan mahasiswa terpilih yang ditempatkan dalam tim di 38 desa mitra untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan. Setiap tim terdiri atas enam mahasiswa dan didampingi seorang Dosen Pendamping Lapangan.
Tim BSI Explore 2026 yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Selama berada di desa mitra, mereka mengikuti berbagai aktivitas masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan.
Pelaksanaan Rebo Wakasan di SDN Karang Indah 01 berlangsung sebagai kegiatan yang mempertemukan unsur pendidikan dan kehidupan sosial. Doa bersama yang dilakukan warga sekolah menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi sekaligus mengenalkan nilai keagamaan kepada siswa melalui pengalaman langsung. Kegiatan tersebut kemudian menjadi salah satu aktivitas yang diikuti mahasiswa BSI Explore 2026 selama menjalankan pengabdian di Desa Karang Indah.












