Karawanghitz, Karawang – Proyek perbaikan jalan utama di kawasan Galuh Mas, Kabupaten Karawang, kembali mendapat sorotan warga. Pekerjaan yang berlangsung hampir satu bulan itu belum sepenuhnya menyelesaikan kondisi permukaan jalan. Selain menimbulkan debu yang mengganggu warga dan pedagang, jalan yang masih dalam tahap pengerukan juga disebut mulai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Kondisi jalan yang belum kembali diaspal secara merata membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas. Permukaan yang bergelombang dan dipenuhi kerikil tajam dinilai menyulitkan pengendara menjaga keseimbangan, terutama ketika kendaraan harus mengurangi kecepatan atau melakukan pengereman di sejumlah bagian ruas jalan.
Warga yang beraktivitas di sekitar lokasi menyebut persoalan tersebut telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Mereka berharap pekerjaan fisik segera dituntaskan karena kondisi jalan tidak hanya memengaruhi kelancaran mobilitas, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas usaha yang berada di sepanjang kawasan Galuh Mas.
Baca juga:
Bupati Aep Terima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI
Salah seorang warga, Alpan, mengatakan debu dari aktivitas proyek cukup tebal dan mengganggu kegiatan usahanya. Debu yang beterbangan disebut menempel pada barang dagangan dan membuat lingkungan sekitar terasa kurang nyaman bagi warga maupun pelanggan.
Selain persoalan debu, Alpan mengaku beberapa kali melihat kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor di lokasi tersebut. Menurut dia, kondisi permukaan jalan menjadi salah satu faktor yang membuat pengendara kesulitan mengendalikan kendaraan.
“Debunya cukup banyak dan dampaknya terasa ke dagangan saya. Kondisi jalan juga membuat ban kendaraan lebih mudah bermasalah. Saya sendiri sudah melihat sekitar dua atau tiga kali pengendara motor jatuh ketika mengerem di tikungan karena permukaan jalannya tidak rata,” ujar Alpan, Jumat (25/9/2026).
Permasalahan tersebut menjadi perhatian karena ruas jalan yang sedang diperbaiki merupakan salah satu akses utama di kawasan Galuh Mas. Jalan tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk menuju area perdagangan dan tempat usaha yang berada di sekitar kawasan.
Permukaan jalan yang belum selesai juga membuat pengendara harus menyesuaikan kecepatan ketika melewati titik pengerjaan. Kerikil yang tersebar di permukaan jalan dapat meningkatkan risiko kendaraan tergelincir atau mengalami kerusakan pada bagian ban. Kondisi itu semakin dirasakan oleh pengendara sepeda motor yang memiliki keseimbangan kendaraan lebih rentan terhadap perubahan permukaan jalan.
Keluhan warga kemudian mendapat respons dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama pekerjaan berlangsung, termasuk persoalan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Karawang, Dani, menjelaskan bahwa keterlambatan pekerjaan pengaspalan disebabkan kendala teknis pada mesin milik kontraktor. Gangguan tersebut membuat proses penghamparan lapisan aspal tidak berjalan sesuai dengan waktu yang diharapkan.
Menurut Dani, kondisi tersebut telah menjadi perhatian pihaknya. Dinas PUPR kemudian meminta pelaksana proyek melakukan percepatan pekerjaan agar permukaan jalan dapat segera kembali dalam kondisi yang lebih layak digunakan.
“Kami memahami adanya ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Kendala teknis pada mesin kontraktor menjadi salah satu penyebab proses pengaspalan berjalan lebih lambat. Kami sudah meminta pelaksana mempercepat pekerjaan di lapangan,” kata Dani.
Proyek perbaikan ruas jalan tersebut memiliki nilai sekitar Rp6,5 miliar. Pemerintah berharap percepatan pekerjaan dapat mengurangi gangguan terhadap pengguna jalan sekaligus menekan risiko kecelakaan selama proyek berlangsung.
Selain mempercepat pengaspalan, kondisi jalan selama masa pengerjaan menjadi perhatian karena aktivitas kendaraan di kawasan Galuh Mas tetap berjalan. Pengguna jalan masih harus melintasi area yang permukaannya belum sepenuhnya selesai, sementara kawasan tersebut juga menjadi lokasi berbagai aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat.
Bagi pedagang seperti Alpan, penyelesaian proyek tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara. Debu yang muncul dari permukaan jalan juga berpengaruh terhadap aktivitas usaha sehari-hari. Karena itu, warga berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan agar dampak proyek terhadap kegiatan ekonomi di sekitar lokasi berkurang.
Baca juga:
Pemkab Karawang Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel
Dinas PUPR Karawang menyatakan pelaksana proyek telah diminta mempercepat tahapan penghamparan aspal. Perbaikan kondisi permukaan jalan diharapkan dapat dilakukan setelah kendala teknis yang menghambat pekerjaan dapat ditangani.
Sementara itu, warga masih menunggu penyelesaian ruas jalan tersebut sambil tetap menggunakan akses yang tersedia. Mereka berharap pekerjaan dapat segera memasuki tahap akhir sehingga pengguna jalan tidak lagi menghadapi permukaan yang bergelombang, kerikil, dan debu dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan nilai proyek mencapai Rp6,5 miliar, penyelesaian pekerjaan menjadi perhatian warga dan pemerintah daerah. Hingga proses pengaspalan selesai, masyarakat di sekitar Galuh Mas masih harus beradaptasi dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya kembali normal dan tetap membutuhkan kewaspadaan saat melintas.












