Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang, Desiana Safitri, meraih Juara 2 sekaligus medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Mahasiswa Antarperguruan Tinggi. Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (S1) itu menempati posisi kedua kategori putri kelas tanding -57 kilogram (kg) dalam kejuaraan yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Resinda Park Mall, Kabupaten Karawang.
Kompetisi yang diselenggarakan Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) tersebut diikuti 59 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Kejurnas menjadi arena bagi atlet mahasiswa untuk menguji kemampuan dan pengalaman bertanding dalam persaingan olahraga judo tingkat nasional.
Desiana mampu melewati rangkaian pertandingan di kelas -57 kg hingga mengamankan posisi runner-up. Penampilan kompetitifnya mengantarkan mahasiswa UBSI Karawang tersebut meraih medali perak sekaligus menambah perolehan prestasi kontingen kampus dalam ajang nasional.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Bagi Desiana, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan dan persiapan sebelum menghadapi kejuaraan. Selain mendapatkan medali, pertandingan yang diikutinya juga menjadi pengalaman untuk mengevaluasi kemampuan dan mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Saya bersyukur bisa meraih Juara 2 dan mendapatkan medali perak di Kejurnas ini. Hasil tersebut menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan,” ujar Desiana.
Persaingan di kelas -57 kg mempertemukannya dengan atlet mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena setiap peserta memiliki pengalaman dan kemampuan bertanding yang berbeda.
“Persaingan di Kejurnas tentu menjadi tantangan bagi saya. Saya berusaha memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan. Terima kasih kepada pelatih, keluarga, teman-teman, dan kampus yang sudah memberikan dukungan. Saya berharap ke depan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” katanya.
Medali perak Desiana merupakan bagian dari hasil yang diperoleh kontingen judo UBSI. Dari 10 atlet yang dikirimkan untuk mengikuti Kejurnas tersebut, delapan berhasil naik podium. Secara keseluruhan, para atlet UBSI mengumpulkan lima medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.
Hasil itu menambah catatan prestasi mahasiswa UBSI dalam kompetisi olahraga antarmahasiswa tingkat nasional. Keikutsertaan para atlet juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Dukungan terhadap mahasiswa yang aktif mengembangkan prestasi olahraga turut diberikan UBSI Karawang. Kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan nonakademik dengan tetap menjalankan pendidikan tinggi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhatian kampus terhadap mahasiswa yang memiliki potensi di berbagai bidang.
Kepala Kampus UBSI Karawang, Mohammad Syamsul Azis, M.Kom., mengapresiasi pencapaian Desiana yang berhasil membawa pulang medali perak dari Kejurnas Judo Mahasiswa Antarperguruan Tinggi.
“Kami mengapresiasi prestasi Desiana Safitri yang berhasil meraih Juara 2 di kelas -57 kg. Pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBSI Karawang mampu bersaing dalam kompetisi tingkat nasional dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujar Mohammad Syamsul Azis.
Menurutnya, prestasi mahasiswa dapat berkembang melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. Karena itu, kampus berupaya memberikan dukungan agar mahasiswa dapat menjalankan pendidikan sekaligus mengembangkan minat dan kemampuan di luar kegiatan akademik.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
“Kami akan terus mendukung mahasiswa yang berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga. Kami ingin mereka dapat mengembangkan kemampuan secara maksimal tanpa mengesampingkan pendidikan. Prestasi para atlet juga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya,” katanya.
Keikutsertaan dalam kejuaraan yang melibatkan 59 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia menjadi pengalaman bagi Desiana dan atlet UBSI lainnya untuk menghadapi persaingan yang lebih luas. Pertandingan tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap teknik, strategi, kondisi fisik, serta kesiapan mental para atlet.
Bagi Desiana, medali perak di kelas -57 kg menjadi salah satu pencapaian dalam perjalanan sebagai atlet sekaligus mahasiswa. Hasil tersebut juga menjadi dorongan untuk melanjutkan latihan dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan selanjutnya.












