Olah RagaNewsPendidikan

Zhovanis Keisya Raih Emas Kejurnas Judo Mahasiswa

×

Zhovanis Keisya Raih Emas Kejurnas Judo Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Zhovanis

Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang, Zhovanis Keisya Imawan, meraih Juara 1 sekaligus medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Mahasiswa Antarperguruan Tinggi. Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (S1) tersebut menjadi pemenang kategori putri kelas tanding -52 kilogram (kg) dalam kompetisi yang digelar pada 8–9 Agustus 2026 di Resinda Park Mall, Kabupaten Karawang.

Kejuaraan yang diselenggarakan Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) itu diikuti 59 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia. Ajang tersebut mempertemukan atlet mahasiswa dalam persaingan tingkat nasional sekaligus menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan teknik dan kesiapan bertanding.

Zhovanis mampu melewati persaingan di kelas -52 kg hingga menempati posisi pertama. Penampilannya dalam rangkaian pertandingan mengantarkannya meraih medali emas dan menambah perolehan prestasi bagi kontingen UBSI Karawang.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Bagi Zhovanis, hasil tersebut merupakan buah dari latihan yang dilakukan secara konsisten sebelum kompetisi. Persiapan fisik dan teknik menjadi bagian dari proses yang dijalaninya untuk menghadapi pertandingan dengan atlet dari berbagai perguruan tinggi.

“Saya bersyukur bisa meraih Juara 1 dan medali emas di Kejurnas ini. Untuk sampai ke pertandingan, saya harus menjalani latihan dan persiapan secara konsisten. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan berusaha mendapatkan prestasi yang lebih baik,” ujar Zhovanis.

Ia juga menilai keikutsertaan dalam Kejurnas memberikan pengalaman penting karena dapat berhadapan langsung dengan atlet mahasiswa dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kemampuan diri sekaligus mengevaluasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Bertanding di Kejurnas dan bertemu atlet dari berbagai perguruan tinggi merupakan pengalaman yang sangat berarti. Saya berterima kasih kepada pelatih, keluarga, dan kampus yang sudah mendukung. Semoga hasil ini memotivasi saya untuk terus berkembang,” katanya.

Medali emas Zhovanis merupakan bagian dari capaian kontingen judo UBSI pada kejuaraan tersebut. Dari 10 atlet yang dikirimkan, delapan berhasil naik podium dengan total perolehan lima medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa sejumlah atlet mahasiswa UBSI mampu bersaing dalam kompetisi nasional. Selain mengejar prestasi, keikutsertaan mereka juga menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman bertanding dan meningkatkan kemampuan olahraga sambil tetap menjalani pendidikan tinggi.

Dukungan terhadap mahasiswa yang aktif berprestasi turut diberikan UBSI Karawang. Kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, termasuk olahraga, dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pendidikan akademik.

Kepala Kampus UBSI Karawang, Mohammad Syamsul Azis, M.Kom., menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian Zhovanis. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses latihan dan kedisiplinan yang dijalani sang atlet sebelum mengikuti kejuaraan.

“Kami mengapresiasi pencapaian Zhovanis Keisya Imawan yang berhasil menjadi Juara 1 kelas -52 kg. Hasil ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan yang ditunjukkannya selama menjalani latihan hingga pertandingan,” ujar Mohammad Syamsul Azis.

Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing. Karena itu, dukungan kampus tidak hanya diarahkan pada kegiatan akademik, tetapi juga aktivitas yang dapat menunjang prestasi mahasiswa di luar perkuliahan.

“Kampus akan terus mendukung mahasiswa berprestasi, termasuk para atlet. Kami ingin mereka dapat mengembangkan kemampuan secara maksimal tanpa mengabaikan pendidikan. Prestasi Zhovanis dan atlet UBSI lainnya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan potensi,” katanya.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Kejurnas yang melibatkan 59 perguruan tinggi tersebut juga menjadi ruang bagi atlet mahasiswa untuk mengasah kemampuan bertanding. Persaingan dengan peserta dari berbagai daerah memungkinkan para atlet mendapatkan pengalaman baru sekaligus mengevaluasi teknik, strategi, dan kesiapan mental menghadapi pertandingan berikutnya.

Bagi Zhovanis, medali emas di kelas -52 kg menjadi salah satu pencapaian dalam perjalanan sebagai atlet sekaligus mahasiswa. Hasil tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan latihan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.

Sementara itu, capaian delapan dari 10 atlet UBSI yang berhasil naik podium menambah catatan prestasi kontingen kampus dalam ajang nasional tersebut. Lima medali emas, satu perak, dan dua perunggu menjadi hasil yang dibawa pulang dari kejuaraan yang berlangsung di Karawang.