Pendidikan

Sertifikasi Kompetensi Skema Database Administrator Mendorong Profesionalisme Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Karawang

×

Sertifikasi Kompetensi Skema Database Administrator Mendorong Profesionalisme Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Karawang

Sebarkan artikel ini
Sertifikasi
Sumber Gambar: UBSI Karawang
Sertifikasi
Sumber Gambar: UBSI Karawang

Karawang, Karawanghitz — UBSI Kampus Karawang kembali menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Skema Database Administrator sebagai bagian dari upaya penguatan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri digital yang kian kompetitif.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 4 hingga 6 Februari 2026, dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester tiga. Serkom tersebut digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UBSI dan menjadi salah satu langkah strategis kampus dalam memastikan lulusan memiliki pengakuan kompetensi yang terstandar secara nasional.

Pelaksanaan sertifikasi ini berlangsung di lingkungan UBSI Kampus Karawang dengan melibatkan enam asesor berkompeten di bidangnya. Para mahasiswa diuji secara menyeluruh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional yang dibutuhkan seorang Database Administrator. Kehadiran Direktur LSP UBSI, Firmansyah, M.Kom., turut menegaskan komitmen institusi terhadap mutu pelaksanaan sertifikasi dan validitas hasil uji kompetensi.

Sertifikasi Kompetensi sebagai Standar Profesional Mahasiswa

Sertifikasi Kompetensi Skema Database Administrator dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengelola basis data secara sistematis, aman, dan efisien. Materi uji mencakup perancangan database, implementasi, pemeliharaan, hingga pengamanan data sesuai dengan kebutuhan organisasi modern. Proses uji dilakukan secara objektif dan terstruktur, mengacu pada standar kompetensi kerja yang berlaku.

Firmansyah, M.Kom. menegaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas akademik, melainkan instrumen penting dalam membangun kepercayaan industri terhadap lulusan perguruan tinggi.

“Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga telah diuji kompetensinya secara profesional. Ini adalah modal awal yang sangat penting ketika mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya (5/2).

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sejak semester awal dalam skema sertifikasi merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat daya saing lulusan. Dengan demikian, mahasiswa memiliki gambaran nyata mengenai standar kompetensi yang dituntut oleh industri digital.

Sertifikasi Kompetensi dengan Asesor Berpengalaman

Pelaksanaan Serkom Skema Database Administrator ini melibatkan enam asesor, yaitu Hasan Basri, M.Kom., Muhammad Tabrani, M.Kom., Muhammad Faittullah Akbar, M.Kom., Dede Firmansyah, M.Kom., Abdussomad, M.Kom., dan Ilham Kurniawan, M.Kom. Para asesor tersebut berasal dari kalangan akademisi dan praktisi yang telah memiliki lisensi serta pengalaman dalam bidang sertifikasi kompetensi.

Hasan Basri, M.Kom. menjelaskan bahwa proses asesmen dilakukan dengan pendekatan yang adil dan transparan. “Kami tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses berpikir dan cara mahasiswa menyelesaikan masalah. Database Administrator dituntut teliti, sistematis, dan bertanggung jawab, dan itu semua tercermin dalam proses uji kompetensi,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Tabrani, M.Kom. menambahkan bahwa antusiasme mahasiswa terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Ia menilai sertifikasi ini memberi pengalaman berbeda bagi mahasiswa. “Mereka belajar menghadapi situasi uji yang menyerupai dunia profesional. Ini melatih mental, disiplin, dan rasa percaya diri,” katanya.

Sertifikasi Kompetensi dan Dampaknya bagi Masa Depan

Bagi mahasiswa, serkom ini memberikan manfaat nyata berupa pengakuan kompetensi yang dapat digunakan sebagai nilai tambah saat memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengembangan karier. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang pengelolaan data, sertifikat kompetensi menjadi bukti konkret kesiapan individu dalam menjawab tantangan tersebut.

Kegiatan ini juga berdampak positif bagi masyarakat dan dunia industri, karena membantu mencetak calon tenaga kerja yang memiliki standar kompetensi jelas dan terukur. Dengan demikian, kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri dapat ditekan secara bertahap.

Di akhir kegiatan, UBSI Kampus Karawang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program penguatan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui serkom yang berkelanjutan, kampus ini berupaya mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, dan adaptif, serta siap berkontribusi nyata dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan industri digital yang terus berkembang.