
Karawang, Karawanghitz — SDIT Arroudhoh menjadi pusat kegiatan edukasi karakter pada 29 Oktober 2025 ketika mahasiswa UBSI Kampus Karawang melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Pancasila Sebagai Dasar Negara: Menanamkan Nilai Gotong Royong untuk Memperdalam Penguatan Pancasila di SDIT Arroudhoh.” Kegiatan ini merupakan hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kesulitan menerapkan nilai gotong royong dalam aktivitas sehari-hari, meski mereka cukup rutin mengikuti kegiatan seperti Jum’at Bersih.
Mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian Khoyrotun Nisa, Ahmad Bahari Al Izzy, Nizamuddin Ash Shiam, dan Silvia Meylani Putri menilai bahwa perkembangan teknologi dan gaya hidup individualis membuat anak-anak semakin jarang terlibat dalam kerja kelompok secara aktif. Mereka pun merancang pendekatan pembelajaran kreatif yang lebih dekat dengan dunia anak agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai hafalan, melainkan menjadi perilaku yang dapat dipraktikkan.
SDIT Arroudhoh Menjadi Lokasi Implementasi Metode Belajar Sambil Bermain
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi Pancasila menggunakan metode tebak simbol dan tebak makna sila. Siswa diminta menebak gambar, mengaitkannya dengan sila terkait, lalu memberikan contoh sikap dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini membuat materi Pancasila terasa lebih personal dan mudah dipahami.
Salah satu anggota tim, Nizamuddin Ash Shiam, menjelaskan bahwa tujuan metode ini adalah membangun pengalaman belajar yang konkret. “Kami ingin siswa merasakan langsung bahwa gotong royong itu bukan teori, tetapi praktik yang bisa dilakukan bersama teman-teman mereka setiap hari,” ujarnya.
Selain itu, kuis ringan juga diberikan untuk melihat pemahaman siswa secara cepat. Formatnya dibuat menyenangkan, sehingga anak-anak tidak malu menjawab. Suasana kelas sempat riuh ketika beberapa kelompok bersaing menjadi yang tercepat menjawab pertanyaan terkait makna sila-sila Pancasila.
SDIT Arroudhoh Terapkan Permainan Kolaboratif dan Aktivitas Kreatif
Tahapan berikutnya adalah permainan kolaboratif yang dirancang untuk melatih kerja sama dan kepedulian antar siswa. Dalam permainan ini, mereka diminta menyusun strategi bersama, membagi tugas, dan menyelesaikan tantangan kelompok. Aktivitas ini memancing percakapan dan interaksi antarsiswa yang sebelumnya terlihat pasif.
“Kerja sama ternyata bikin semuanya lebih mudah. Kalau sendiri suka bingung, tapi kalau rame-rame jadi cepat selesai,” ungkap salah satu siswa kelas empat dengan antusias, menggambarkan pengalaman mereka mengikuti permainan edukatif tersebut.
Kegiatan berlanjut dengan sesi kreatif berupa mewarnai dan membuat karya seni bertema gotong royong. Siswa bekerja dalam kelompok kecil, saling bergantian menggunakan alat mewarnai, dan membantu teman yang mengalami kesulitan. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan.
Guru SDIT Arroudhoh menyambut baik metode yang diterapkan para mahasiswa. “Pendekatan ini memberikan warna baru bagi pembelajaran karakter. Anak-anak menjadi lebih aktif dan punya kesempatan untuk benar-benar mempraktikkan nilai gotong royong,” katanya.
SDIT Arroudhoh Mendapat Dampak Positif dari Kegiatan Pengabdian
Berdasarkan evaluasi akhir, kegiatan yang dilaksanakan di SDIT Arroudhoh menunjukkan hasil yang sangat positif. Tingkat partisipasi siswa meningkat signifikan, terutama saat permainan dan kuis berlangsung. Mereka terlihat lebih percaya diri, berani mengemukakan pendapat, dan tidak ragu meminta bantuan atau menawarkan dukungan kepada teman.
Pemahaman siswa mengenai gotong royong juga meningkat. Mereka mengetahui bahwa nilai tersebut mencakup kerja sama, tanggung jawab bersama, dan kepedulian sosial. Aktivitas kelompok membuat mereka memahami bahwa mencapai tujuan bersama membutuhkan kontribusi dan peran dari setiap anggota.
Efektivitas metode belajar sambil bermain menjadi salah satu temuan penting. Metode ini terbukti mampu menghubungkan nilai-nilai dalam Pancasila dengan praktik nyata di sekolah. Guru pun memperoleh inspirasi untuk mengintegrasikan pendekatan serupa dalam pembelajaran karakter di kelas.
SDIT Arroudhoh Menjadi Inspirasi Penguatan Karakter Generasi Muda
Program Pengabdian kepada Masyarakat di SDIT Arroudhoh tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi edukatif antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Melalui kegiatan yang dirancang secara interaktif, nilai gotong royong dapat dipahami dengan lebih mendalam sekaligus dipraktikkan dalam keseharian siswa.
Kegiatan ini mengukuhkan peran UBSI Kampus Karawang dalam upaya mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, serta memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan era digital. Nilai-nilai Pancasila tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihidupkan, menjadi bekal penting bagi siswa dalam membangun masa depan yang penuh kebersamaan dan solidaritas.












