Karawanghitz, Karawang — Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyatakan rencana perpanjangan jalur Kereta Rel Listrik (KRL) hingga Karawang saat ini memasuki tahap peninjauan ulang Detail Engineering Design (DED) sebagai bagian awal sebelum pembangunan fisik dimulai.
“Alhamdulillah ada perkembangan yang baik. Saat ini DED-nya sedang direview dan kemungkinan tahun 2026 sudah mulai ada pembangunan, dimulai dari pembangkit listriknya,” ujar Aep.
Ia menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan jaringan KRL Jabodetabek. Perpanjangan jalur ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antara Karawang dan wilayah Jakarta serta sekitarnya, yang selama ini menjadi tujuan utama mobilitas pekerja.
Baca juga: Review Tumbler TUKU 350 ml, Viral Gara-Gara Hilang di KRL hingga Petugas KAI Dipecat
Selain peninjauan DED, pemerintah juga menyiapkan pembangunan depo atau fasilitas perawatan kereta di kawasan Cikampek. Lokasi tersebut dinilai strategis untuk mendukung operasional KRL jika jalur telah beroperasi.
“Depo atau fasilitas perawatan kereta direncanakan berada di wilayah Cikampek, yang nantinya menjadi pusat servis untuk jalur tersebut,” kata Aep.
Menurutnya, keberadaan depo menjadi komponen penting dalam operasional KRL karena berkaitan langsung dengan perawatan armada, efisiensi perjalanan, serta keandalan layanan kepada penumpang.
Rencana perpanjangan jalur KRL ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan transportasi masyarakat Karawang yang memiliki mobilitas tinggi ke wilayah Jabodetabek. Selama ini, sebagian besar komuter masih mengandalkan kendaraan pribadi, bus, maupun travel, yang kerap menghadapi kendala kemacetan dan waktu tempuh yang tidak pasti.
Seorang warga Karawang, Saefudin (32), mengaku rencana tersebut dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih efisien jika benar-benar terealisasi.
“Saya sering bolak-balik ke Jakarta. Biasanya pakai bus atau travel. Kalau nanti ada KRL, tentu akan lebih memudahkan dari segi waktu dan biaya,” ujarnya.
Baca juga: Anti Ribet! Cara Pakai QRIS Tap Buat Naik KRL, MRT, TransJakarta, Hingga LRT
Dari sisi ekonomi, peningkatan akses transportasi dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan wilayah. Konektivitas yang lebih baik dapat mempercepat mobilitas tenaga kerja, distribusi barang, serta menarik investasi baru, terutama di kawasan industri Karawang yang terus berkembang.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa proyek ini masih berada pada tahap perencanaan dan koordinasi lintas pihak. Realisasi pembangunan akan sangat bergantung pada hasil final DED serta kesiapan anggaran dan infrastruktur pendukung lainnya.
Dengan masuknya tahap peninjauan desain, proyek perpanjangan KRL ke Karawang menunjukkan progres awal, meski belum dapat dipastikan jadwal pasti operasionalnya. Pemerintah daerah berharap tahapan tersebut dapat segera rampung agar pembangunan fisik dapat dimulai sesuai target tahun 2026.












