News

DLH Selidiki Penyebab Ribuan Ikan Mati di Irigasi Karawang

×

DLH Selidiki Penyebab Ribuan Ikan Mati di Irigasi Karawang

Sebarkan artikel ini
Ikan

KarawangHitz, Karawang — Ribuan ikan ditemukan mati mengambang di sejumlah titik Saluran Induk Irigasi Karawang yang membentang dari kawasan Leuweung Seureuh hingga Johar. Peristiwa yang mulai terlihat sejak Senin malam (1/6) itu menarik perhatian warga dan memunculkan dugaan adanya pencemaran di aliran air tersebut.

Hingga Selasa pagi (2/6), bangkai ikan masih tampak terbawa arus di beberapa bagian saluran irigasi. Sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi untuk melihat kondisi sungai, sementara sebagian lainnya mengumpulkan ikan yang tersangkut di pinggir saluran.

Baca juga: Ribuan Nelayan Karawang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Beragam jenis ikan ditemukan dalam kondisi mati, di antaranya nila, lele, jambal, tawes, dan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Banyaknya ikan yang mengambang membuat peristiwa ini cepat menyebar dan menjadi perhatian masyarakat sekitar.

Salah seorang warga, Daman (45), mengaku pertama kali melihat ikan mati dalam jumlah besar pada Senin malam. Menurutnya, jumlah ikan yang mengambang terus bertambah hingga keesokan harinya.

Ia mengatakan warga sempat menduga kejadian tersebut berkaitan dengan limbah yang masuk ke saluran irigasi. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai penyebab kematian ikan secara massal tersebut. Informasi yang beredar di tengah masyarakat masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menanggapi kejadian itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bersama Satgas Citarum Harum melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan data awal dan mengetahui kemungkinan faktor yang menyebabkan kematian ikan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Kabupaten Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra Romly, menjelaskan bahwa petugas telah melakukan pengujian awal terhadap kualitas air di lokasi kejadian. Salah satu parameter yang diperiksa adalah tingkat keasaman atau pH air.

Berdasarkan hasil pengukuran sementara, nilai pH berada pada angka 6. Angka tersebut masih termasuk dalam rentang baku mutu lingkungan yang berlaku, yaitu antara pH 6 hingga 9. Karena itu, hasil pengujian awal belum cukup untuk menjelaskan penyebab utama kematian ikan yang terjadi dalam jumlah besar.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, DLH mengambil sampel air dari saluran irigasi guna dilakukan pengujian laboratorium. Selain sampel air, petugas juga mengumpulkan beberapa ikan yang mati sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Menurut informasi yang diterima petugas, ikan mulai ditemukan mati sekitar pukul 22.30 WIB pada Senin malam. Ketika pemeriksaan dilakukan pada Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB, bangkai ikan masih terlihat mengapung di permukaan air. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kematian ikan terjadi dalam jumlah yang cukup besar dan berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Baca juga: 11 Pilihan Ikan Tinggi Protein yang Enak dan Bernutrisi

Sementara proses investigasi berlangsung, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Warga juga diminta berhati-hati terhadap ikan yang ditemukan mati karena hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu proses analisis lebih lanjut.

Hingga kini, penyebab pasti kematian massal ikan di saluran irigasi Karawang masih dalam penyelidikan. Hasil uji laboratorium yang sedang dilakukan DLH diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai faktor yang memicu peristiwa tersebut serta langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.