Karawanghitz, Karawang — Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kesiapan keterampilan dan strategi karier. Namun, tidak sedikit mahasiswa UBSI yang masih bingung menentukan arah setelah lulus, mulai dari penyusunan CV hingga menghadapi proses rekrutmen. Menjawab kebutuhan tersebut, UBSI Kampus Kabupaten Karawang melalui BSI Career Center (BCC) akan menggelar program konseling karier pada Jumat (24/4).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Konseling kampus itu dirancang dalam format konsultasi personal, sehingga mahasiswa dapat berdiskusi langsung mengenai rencana karier mereka. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan peserta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan secara spesifik, bukan sekadar menerima materi umum.
Koordinator BSI Career Center UBSI Karawang, Surtika Ayumida, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama mahasiswa saat ini adalah ketidaksiapan menghadapi proses rekrutmen kerja, meskipun secara akademik sudah memenuhi kualifikasi.
Baca juga: Magang Nasional Batch I Tuntas, Kemnaker Dorong Peserta Cantumkan Pengalaman di CV
“Banyak mahasiswa sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar, tetapi belum siap menghadapi proses seleksi kerja. Mulai dari CV yang belum optimal, kurang percaya diri saat wawancara, hingga belum memahami bagaimana membangun personal branding,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan industri saat ini tidak hanya menekankan pada kemampuan teknis, tetapi juga pada soft skills seperti komunikasi, adaptasi, dan kemampuan problem solving. Hal ini menjadi alasan mengapa konseling karier perlu dilakukan sejak mahasiswa masih aktif kuliah.
Dalam sesi konseling, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dalam menyusun CV yang relevan dengan kebutuhan industri, membangun portofolio, hingga memahami strategi menghadapi wawancara kerja. Selain itu, aspek non-teknis seperti kesiapan mental dan kepercayaan diri juga menjadi fokus pembahasan.
Pendekatan personal yang diterapkan dalam program ini menjadi salah satu keunggulan dibandingkan pelatihan karier pada umumnya. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan umpan balik langsung yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Baca juga: UBSI Career Center Hadirkan Berbagai Program Dukung Karier Mahasiswa dan Alumni
Program ini juga berlangsung di tengah perkembangan industri digital yang semakin pesat, di mana kebutuhan tenaga kerja tidak hanya bergantung pada nilai akademik, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap teknologi dan perubahan. Karena itu, mahasiswa dituntut untuk mempersiapkan diri lebih awal agar tidak tertinggal dalam persaingan.
Konseling karier ini terbuka bagi mahasiswa aktif UBSI dan dapat diikuti melalui pendaftaran yang disediakan oleh pihak kampus. Antusiasme mahasiswa terhadap program serupa sebelumnya menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendampingan karier semakin meningkat.
Melalui kegiatan ini, kampus tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai penghubung antara mahasiswa dan dunia kerja. Di tengah ketatnya persaingan, kesiapan karier menjadi faktor penentu yang membedakan lulusan, bukan sekadar gelar yang dimiliki.












