Literasi SekolahNewsPendidikan

Mahasiswa UBSI Cikampek Bahas Literasi Lewat Analisis Data Power BI

×

Mahasiswa UBSI Cikampek Bahas Literasi Lewat Analisis Data Power BI

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa

Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Cikampek menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Analisis Tingkat Minat Baca di Indonesia dan Siswa/Siswi SMAN 1 Banyusari” pada Senin (25/5/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari proyek mata kuliah Business Intelligence tersebut bertujuan memperkenalkan pemanfaatan teknologi analisis data sekaligus memberikan wawasan mengenai kondisi literasi di Indonesia kepada para pelajar.

Kegiatan berlangsung di SMAN 1 Banyusari dan diikuti oleh siswa kelas XI.1. Tim pelaksana terdiri atas Siti Uu Umayah, Dinda Aulia Putri, Irena Qur’ain D.D., Annisa Alfianatu S., dan Derina Rizkia Zahra. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan penggunaan Microsoft Power BI sebagai alat untuk mengolah dan memvisualisasikan data agar lebih mudah dipahami.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mendorong kebutuhan akan kemampuan analisis data di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, siswa diperkenalkan pada konsep dasar Business Intelligence yang memungkinkan data diolah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk memahami suatu fenomena secara lebih mendalam.

Baca Juga: Literasi Digital untuk Menangkal Polarisasi Politik dalam Sastra

Sebagai studi kasus, tim menyajikan hasil analisis mengenai tingkat minat baca remaja di Indonesia selama periode 2023–2025. Data tersebut kemudian ditampilkan dalam bentuk dashboard interaktif menggunakan Power BI sehingga peserta dapat melihat berbagai informasi secara visual dan lebih mudah dipahami.

Dashboard yang dipresentasikan memuat sejumlah indikator, antara lain rata-rata indeks literasi nasional setiap tahun, tren perkembangan minat baca, persebaran tingkat literasi di berbagai provinsi, hingga daerah dengan capaian literasi tertinggi. Melalui visualisasi tersebut, siswa diajak memahami bagaimana data dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi literasi masyarakat secara lebih jelas.

Salah satu anggota tim pelaksana, Siti Uu Umayah, menjelaskan bahwa penggunaan dashboard interaktif dipilih karena mampu menyederhanakan data yang kompleks menjadi informasi yang lebih mudah dibaca.

“Melalui Power BI, data dapat disajikan secara lebih menarik dan mudah dipahami. Kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya literasi, tetapi juga mengenal bagaimana teknologi dapat membantu proses analisis data,” ujar Siti.

Selain membahas kondisi literasi secara nasional, mahasiswa juga memaparkan hasil analisis data yang diperoleh dari kuesioner yang telah dibagikan kepada siswa SMAN 1 Banyusari. Data tersebut kemudian diolah dan ditampilkan dalam dashboard yang menggambarkan kebiasaan membaca serta preferensi peserta didik.

Hasil analisis menunjukkan berbagai informasi, seperti rata-rata tingkat minat baca berdasarkan kelas, aktivitas yang paling sering dilakukan siswa saat waktu luang, jenis bacaan yang diminati, hingga distribusi durasi membaca dalam keseharian. Dashboard juga menampilkan sejumlah masukan dari siswa mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan terkait proses pengumpulan data, cara kerja Power BI, serta penerapan analisis data dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Beberapa siswa menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi visualisasi data karena dianggap mampu menyajikan informasi secara lebih menarik dibandingkan bentuk laporan konvensional.

Salah seorang siswa peserta kegiatan mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya membaca dan manfaat teknologi dalam mengolah informasi.

Baca juga: Menurut Saudara Pentingkah Dilakukan Uji Tertulis? Inilah Jawabannya

“Saya jadi mengetahui bahwa data bisa diubah menjadi informasi yang menarik melalui dashboard. Materi tentang literasi juga membuat saya lebih memahami pentingnya membiasakan membaca,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan persiapan perangkat presentasi, dilanjutkan pembukaan, pemaparan materi, diskusi interaktif, pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif, dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa UBSI Cikampek berharap siswa semakin memahami pentingnya budaya literasi sekaligus mengenal penerapan Business Intelligence dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai bagaimana data dapat dikumpulkan, dianalisis, dan divisualisasikan menggunakan teknologi modern untuk menghasilkan informasi yang lebih mudah dipahami.