Literasi SekolahPendidikan

Edukasi Literasi Digital, Mahasiswa UBSI Karawang Bekali Siswa Cek Fakta Mandiri

×

Edukasi Literasi Digital, Mahasiswa UBSI Karawang Bekali Siswa Cek Fakta Mandiri

Sebarkan artikel ini
Karawang

Karawanghitz, Karawang — Tim mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema literasi digital dan edukasi antihoaks di MAN 4 Karawang, Selasa (19/5/2026). Program tersebut diikuti 26 siswa kelas XI A dengan fokus meningkatkan kemampuan pelajar dalam memahami, memilah, dan memverifikasi informasi di media digital.

Kegiatan berlangsung sekitar dua jam dan dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, studi kasus, praktik cek fakta, hingga pembuatan poster edukasi antihoaks. Mahasiswa UBSI Karawang mengajak siswa memahami pentingnya literasi digital di tengah tingginya arus informasi yang beredar melalui media sosial.

Ketua pelaksana kegiatan, Revalina Rahma Kurnia, mengatakan tingginya penggunaan media sosial di kalangan pelajar menjadi salah satu alasan dilaksanakannya program edukasi tersebut. Menurutnya, masih banyak pengguna internet yang belum memahami cara membedakan informasi valid dan informasi palsu.

Baca juga:

“Sebagian besar siswa aktif menggunakan media sosial setiap hari, tetapi belum semuanya memahami bagaimana memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Karena itu, kami mencoba memberikan pemahaman melalui praktik langsung,” ujar Revalina.

Dalam sesi materi, siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk hoaks yang sering muncul di internet, mulai dari informasi menyesatkan, manipulasi gambar, hingga berita palsu yang dikemas menyerupai informasi resmi. Mahasiswa juga menjelaskan dampak penyebaran hoaks terhadap masyarakat, termasuk munculnya kesalahpahaman dan penyebaran kepanikan publik.

Selain teori, peserta diajak mempelajari cara sederhana melakukan pengecekan fakta menggunakan mesin pencari dan fitur Google Reverse Image. Beberapa contoh berita viral juga dianalisis bersama untuk membantu siswa memahami ciri-ciri informasi yang perlu dicurigai.

Pemateri kegiatan, Allya Firizqi, menjelaskan pendekatan praktik dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Dengan menggunakan telepon genggam masing-masing, siswa diminta langsung mencoba proses verifikasi informasi secara mandiri.

“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa memeriksa informasi sebelum menyebarkannya. Dengan praktik langsung, siswa bisa melihat bagaimana proses pengecekan fakta dilakukan,” kata Allya.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan studi kasus berlangsung. Para siswa aktif berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis informasi yang beredar di media sosial, kemudian mempresentasikan hasil penilaian mereka di depan kelas.

Pada sesi akhir, peserta diminta membuat poster antihoaks sebagai bentuk kampanye sederhana mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bijak. Poster tersebut berisi pesan edukatif tentang pentingnya berpikir kritis sebelum membagikan informasi di internet.

Pihak MAN 4 Karawang menyambut positif kegiatan tersebut. Azis Abduh Al Mujahid, S.E., mengatakan edukasi literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelajar karena media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari siswa.

“Kegiatan seperti ini membantu siswa memahami pentingnya bersikap kritis dalam menerima informasi. Kami berharap mereka bisa lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Azis.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut, mahasiswa UBSI Karawang berharap siswa MAN 4 Karawang dapat meningkatkan kemampuan literasi digital sekaligus membangun kebiasaan bermedia sosial secara lebih bertanggung jawab.