Karawanghitz, Karawang — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang menggelar kegiatan edukasi bertema penggunaan Microsoft Power BI untuk analisis data penjualan di SMK Texar Karawang. Program tersebut bertujuan mengenalkan pemanfaatan teknologi analisis data kepada siswa sekolah menengah kejuruan sebagai bagian dari peningkatan literasi digital.
Kegiatan mengusung tema “Penggunaan Power BI dalam Analisis Dataset Penjualan Toko Sembako” dan melibatkan enam mahasiswa UBSI Karawang, yakni Varsha Sylvia Rani, Kohar Hanapi, Alifa Nirwana Khalussa, Mohammad Rizky Pratama, Indah Amelia Putri, dan Rifada Fiqri Ruchabi. Kegiatan juga didampingi guru Bimbingan Konseling SMK Texar Karawang, Ririn.
Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada konsep dasar data dan proses analisis informasi menggunakan Microsoft Power BI. Materi disusun dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami siswa, terutama melalui contoh dataset penjualan toko sembako yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa menjelaskan bagaimana data transaksi seperti jumlah produk terjual, harga barang, total pendapatan, hingga jenis produk dapat diolah menjadi informasi visual yang lebih mudah dibaca.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan kombinasi teori dan praktik langsung. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melihat proses pengolahan data mulai dari memasukkan file Excel, membersihkan data, hingga membuat grafik dan dashboard sederhana di Power BI.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa data bukan hanya kumpulan angka. Jika diolah dengan baik, data bisa membantu pemilik usaha memahami produk yang paling diminati hingga menentukan strategi penjualan,” ujar salah satu mahasiswa dalam sesi pemaparan.
Dalam praktik tersebut, siswa dikenalkan pada fungsi dashboard sebagai tampilan visual ringkas untuk membantu membaca kondisi penjualan secara cepat. Selain itu, mereka juga belajar memahami hubungan antara data dan pengambilan keputusan dalam dunia usaha.
Guru BK SMK Texar Karawang, Ririn, menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi siswa terkait keterampilan digital yang mulai banyak dibutuhkan di dunia kerja.
“Kegiatan seperti ini membantu siswa memahami penggunaan teknologi secara lebih aplikatif. Mereka tidak hanya belajar menggunakan aplikasi, tetapi juga memahami cara membaca informasi dari data,” ujar Ririn.
Menurutnya, pengenalan teknologi analisis data dapat menjadi bekal awal bagi siswa SMK untuk menghadapi kebutuhan industri yang semakin mengandalkan pengolahan informasi berbasis digital.
Selain membahas penggunaan aplikasi, mahasiswa juga mengajak siswa memahami pentingnya kemampuan berpikir analitis. Siswa diberi gambaran bahwa keputusan bisnis saat ini tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi juga membutuhkan data yang akurat.
Dalam contoh toko sembako, data penjualan dapat digunakan untuk mengetahui produk yang paling sering dibeli pelanggan, waktu transaksi tertinggi, hingga stok barang yang perlu diprioritaskan.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami peserta. Pendekatan berbasis praktik juga membuat siswa lebih mudah mengikuti proses visualisasi data menggunakan Power BI.
Salah satu siswa peserta mengaku baru memahami manfaat pengolahan data setelah melihat hasil visualisasi dalam bentuk grafik dan dashboard.
“Awalnya saya pikir data hanya angka yang sulit dipahami. Setelah dijelaskan menggunakan Power BI, ternyata data bisa dibuat lebih menarik dan mudah dibaca,” ujar salah seorang siswa.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa UBSI Karawang untuk menerapkan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan. Selain berbagi pengetahuan, mahasiswa turut melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan interaksi sosial melalui kegiatan edukasi di sekolah.
Melalui program ini, UBSI Karawang berharap siswa semakin mengenal pentingnya keterampilan digital dan analisis data dalam berbagai bidang pekerjaan. Pemanfaatan teknologi seperti Power BI dinilai dapat membantu generasi muda memahami penggunaan data secara praktis, baik untuk dunia usaha, pendidikan, maupun industri kreatif.












